#1.Katakan Saja , Aku yang Egois !
Ada yang ingin aku tanyakan pada diriku sendiri, dahulu kenapa aku begitu lancangnya mengatakan perihal, tentang aku yang secara diam-diam selalu memerhatikanmu. Tentang aku yang begitu memuja kecantikan dan kepintaranmu. Tentang aku yang begitu, bodoh mengatakan dengan lugunya kalau
"aku suka kamu"
Egois !. Sudah jelas aku begitu egois. Bagaimana tidak dibilang egois. Kamu mempunyai pilihan yang sudah kamu idamkan dari dulu. Sementara , di hatimu tidak ada namaku tercantum disana.
Aku hanya menginginkan,hal-hal yang nantinya membuat hatiku tidak akan pernah menyesal melakukannya. Aku hanya ingin , kamu melirikku, menatap wajahku. Kalau aku lah orang yang tepat membuatmu bahagia.
Argh.. kupikir tidak ada salahnya mengatakan kelancangan ini. Aku tidak memaksamu untuk menerimaku menjadi bagian dalam skenariomu.
Aku tidak bisa memberikanmu banyak materi untuk membahagiakanmu. Aku tidak bisa mengajakmu berkeliling mengitari jagat raya.
Aku tidak bisa memberikanmu banyak hal. Sayang ..
Aku hanya ingin , kamu tersenyum.. tertawa bersamaku. Hanya itu saja yang akan aku usahakan. Selebihnya aku tidak menginginkan apa apa lagi. Sayang ..
Walaupun aku tau yang sebenarnya.
"Aku yang bahagia , Kamu yang terluka"
(November,2011)
♡♡♡
#2. Pada Akhirnya , Aku berlabuh di Hatimu
Ada hal yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya.
Aku tidak menduga akan hal ini, kamu memberikan kepercayaan padaku menjadi bagian dari skenariomu. Kupikir aku sedang berada di alam bawah sadarku. Ataupun aku sedang dininabobokan mimpi indahku.
Ternyata tidak!.Kamu menerimaku, kamu mengaitkan jari kelingkingmu denganku, kamu memberikan senyuman manis. Sangat.. manis untukku. Kamu memberikanku kesempatan untuk menjagamu dalam waktu yang begitu.. lama.
Hei .. apa kamu tahu ?. Ada bagian yang terasa sesak di relung. Jantungku seketika terhenti memompa. Aku bahagia mendengar hal ini. Sangat.. bahagia.
Kuakui, aku mungkin orang yang "beruntung" dari sekian banyak laki-laki yang mendekatimu. Kamu, yang aku tahu tipe orang yang bosan dengan orang lain. Terutama dengan pasanganmu. Kamu orang yang menutup rapat-rapat saat ada laki-laki yang mencoba berkenalan denganmu.
Bahkan, aku dan kamu tidak berteman akrab. Kita hanya dua orang yang saling mengenal sekedarnya saja. Kebetulan saja, aku dan kamu di pertemukan dalam satu estrakulikuler sekolah kala itu.
Pertemuan yang cukup dibilang sederhana. Sangat .. sederhana.
Sebab, pertemuan sederhana itulah aku tahu alasan yang sebenarnya.
"Pada akhirnya , Aku berlabuh di hatimu"
(November, 2011)
#3. Aku, Kamu , dan Hujan di Hari Valentine itu
Ingatkah betapa lucunya kita kala itu ?.
Menggenggam tanganmu ?, Arghh.. aku pasti tengah bermimpi melakukan hal itu. Bahkan, saat kita jalan berdua saja. Aku selalu mencoba menenangkan diriku.
Bahwa , semuanya bisa aku lakukan. Tapi, ternyata tidak segampang yang aku pikirkan. Aku begitu malu duduk berdua denganmu. Butuh keberanian lebih agar aku bisa melakukan hal itu. Jangankan duduk berdua. Sekedar, menatapmu saja aku tidak berani. Aku benar-benar grogi saat kita jalan berdua.
Meski dalam dadaku, aku ingin mengusap setiap helaian rambutmu yang terurai begitu saja. Mengatakan "aku cinta kamu" saat mengakhiri obrolan melalui sambungan telpon. Atau memanggilmu dengan sebutan "sayang" secara gampangnya. Mungkin, itu semua hanya keinginanku yang tidak akan terwujud dalam waktu dekat.
Saat ini, aku tengah memperbaiki perilaku yang begitu kaku saat ngobrol berdua ataupun kencan.
Masih , ingatkah Hujan di Hari Valentine kala itu ?
Saat itu, aku ingin memastikan kamu sudah pulang terlebih dahulu. Kelasmu tampak sepi tidak berpenghuni. Aku menghela nafas lega. Ternyata tidak !. Betapa terkejutnya diriku, melihatmu terjebak diantara rinai hujan, di depan gerbang sekolah sore itu. Sengaja , aku menemanimu. Walaupun kamu tidak menyadarinya ada aku disampingmu.
Seragammu basah terkena percikan air hujan dan cipratan genangan air saat kendaraan melintas. Dengan mengumpulkan kebaranianku, aku menyapamu. Kamu terkejut, aku tersenyum simpul.
Kita terjebak bersama , menunggu hujan reda di depan gerbang sekolah. Kamu berusaha menyuruhku supaya pulang. Aku bersikukuh menemanimu. Sejenak , kita sama sama terdiam menikmati moment ini. Kita nikmati moment hujan tepat di hari Valentine.
Hingga akhirnya , kamu sudah dijemput. Kamu pamit kepadaku. setelah itu , melambaikan tangan kearahku. Aku membalasnya dengan bahagia melihatmu hilang begitu saja dibalik jalan raya.
Romantis ?
Pada bagian mana yang kamu sebut Romantis ?. Bahkan, aku mengutuk moment itu.
Seharusnya, sebagai seorang laki-laki kamu memeluknya memastikan kalau orang yang kamu sayangi hangat dan tidak kedinginan. Bukan terdiam mencari kesibukan sendiri tanpa ada bahan obrolan yang mengiringi.
(Februari, 2012)
#4.Satu Hal tentang Angka 13
Satu hal yang mudah kuingat tentangmu. Perlahan, aku mulai mengingat setiap moment bersamamu.
Aku mulai hafal dengan makanan favoritmu dan jangan dilewatkan dengan takaran bumbu masakan yang kamu suka.
Aku mulai hafal dengan kehadiranmu yang melintas didepan kelasku. Selalu saja sama. Kamu selalu melirik kearah bangkuku. Aku membalasnya dengan senyuman simpul. Tak jarang aku jadi salah fokus mengikuti pelajaran.
Aku mulai hafal kapan dan dimana. kamu melakukan aktifitas yang sama. Yah.. menunggu jemputan. Mungkin aku mengingat aktifitasmu yang satu ini.
Satu hal, yang selalu aku ingat dari semua tentangmu yang barusan aku ceritakan. Sekarang dan Selamanya. Aku mulai menyukai angka 13.
Walaupun aku tau, angka 13 memang tidak disukai banyak orang. Banyak yang beranggapan atau membuat persepsi yang tidak masuk akal. Kalau angka 13 tidak membawa keberuntungan. Aku tidak percaya !.
Nyatanya. Aku mulai menyukai angka ini.
Konyol. Memang konyol alasanku yang satu ini. Kenapa aku memilih angka 13 menjadi angka kesukaanku.
Pada angka ini, kamu berulang tahun bukan ?. Yah.. sebab alasan itu aku mulai menyukai angka ini. Terutama dengan wanita yang lahir di angka ini.
(Juni,2012)
#5. Antara Impianmu dan Doaku
Pada bagian ini aku mengakui kekalahanku. Puan. Kamu yang menang dalam hal ini. Hal-hal yang pada awalnya aku tidak inginkan kehadirannya. Pada akhirnya, menyadarkanku semua.
Aku ingin kamu, selalu menemaniku disini. Ditempat pertama kali kita bertemu. Bercerita tentang banyak hal yang ingin kamu capai. Diam-diam, tanpa sepengetahuan darimu. aku rapalkan tanganku berdoa. Lalu, mengamini semua impianmu.
Semoga saja impianmu terwujud, walaupun nantinya kamu akan bahagia.. yah. Kamu akan bahagia dengan orang lain. bukan bersamaku.
Semoga ..
Aku akan melakukan hal itu, Hingga impianmu terwujud. Jangan kamu melarangku, menghentikan aktifitas ini. Aku menyukai bagian yang satu ini.
Hingga kamu berhasil menggapai semua impianmu. Mendekatlah , ceritakan padaku kalau kamu berhasil menggapai semuanya. Jangan kamu ceritakan tentang kebahagian saja. Perihal tentang luka dan air mata pun kamu sertakan. Jangan kamu larut dalam kesedihan yang mendalam.
Percayalah aku akan mendengarkan ceritamu..
"Hi, I'm Here For You~"
(Juni,2012)
#6. Selamat Datang Luka
Perpisahaan. Memang bukan jalan yang kita inginkan bukan ?. Terlebih saat aku mulai memperbaiki sifatku yang begitu kaku saat berkencan denganmu. Namun , hal itu tidak memberikan jaminan apapun supaya kita mampu bertahan.
Bukan. Bukan aku yang melepaskan pelukan. Melainkan , Dirimulah yang merenggangkan pelukanku.
Bagaimana bisa, sepasang kekasih tengah dimabuk cinta. Hanya ada seorang saja, yang memiliki rasa dan memperjuangkan rasa itu. Saat dimana kekasih hatinya tidak ada rasa untuknya. Bahkan, keyakinan aku dan kamu sama. Lalu, apa yang harus kupertahankan darimu ?.
Awalnya, aku pernah berharap pada semesta. Hanya ada 2 cara yang dapat memisahkan kita. Perjodohan orangtua ?. Dan juga Maut ?. Tapi , kamu memberikan alasan untuk mengakhiri hubungan yang terbilang singkat ini. Dengan alasan "Orang tuaku melarangku untuk berpacaran".
Oke. Aku menghormati apapun alasanmu. Perlahan , aku mulai merasakan kejanggalan yang ada pada dirimu. Bukan. Aku masih mengharapkanmu kembali lagi. Aku mulai merasakan aroma "kebusukan" darimu. Ternyata , kamu tengah menjalin hubungan dengan kakak kelas.
Aku tidak mengerti dengan jalan pemikiranmu. Aku tidak mengerti dengan alasan yang dulu kamu berikan kepadaku. Aku tidak mengerti.
Astaga.. kenapa pula aku ini ?. Seharusnya, aku bahagia mendengar kabar baik hubunganmu. Bukan mengingat kembali cerita lama yang telah usang.
Kenapa, setiap rasa bahagia dan luka. Entah mengapa, aku lebih mudah mengingat luka dibandingkan bahagia ?.
Apa hati manusia dirancang seperti itu ? Untuk meluangkan ruang kosong, menyambut luka ?
(Agustus,2012)
#7.Maaf .. Aku yang berlebihan
Selucu itu kah aku dahulu ?
Bahkan, aku sendiri tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini. Bukan. Bukan aku menyalahkanmu dalam hal ini. Ini murni kesalahanku. Seharusnya, aku menahan rasaku. Jangan kau salahkan dirimu.
Bukannya, aku tak mampu memperjuangkanmu. Bukan. Apa kamu bersedia mempertahankanku juga ?.
Maaf.. aku yang berlebihan.
Seharusnya, aku memberikanmu jeda waktu untuk menikmati hari-harimu sendiri. Ataupun menikmati cinta barumu bersama orang baru.
Aku tau, hidup hanya sekali untuk dinikmati. Tidak ada salahnya bukan, kamu menikmati itu semua. Saat kamu sedang mengejar cinta barumu saja. Bahkan, ada orang baru yang mencoba mendekatiku saja. Aku masih setia merapalkan tangannku berdoa, demi kebahagianmu bersama orang baru pilihanmu.
Selucu itukah aku dulu memperjuangkanmu ?
Hingga aku tidak mampu membuka hati untuk orang baru yang mencoba masuk ke istanaku.
Permintaanku hanya satu padamu "jaga hatinya baik-baik. Jangan kau sakiti, cukup diriku yang kamu perlakukan seperti ini"
Sebelum kamu kulepas pergi jauh bersama orang baru pilihanmu. Tugasmu yang terakhir mudah. Sekarang. Rapalkan tanganmu berdoa, kemudian "Aamiini" doa yang aku ucapkan pada semesta.
Supaya aku mampu melupakanmu..
(November,2012)
#8.Perkenalkan , Orang baru bersamaku.
Sekarang.. aku bisa sepertimu kembali. Aku bisa tersenyum kembali. Aku bisa menikmati kehidupan baruku. Dan aku bisa mencintai orang baru bersamaku.
Aku ingin menarik kembali janji yang aku ucapkan dulu kepadamu.
"Aku akan selalu setia menemanimu".
bukan karena aku tak mampu menempati janjiku. Melainkan ada pepatah yang aku ingat "setiap orang ingin bahagia".
Boleh aku menarik perkataanku dulu yang aku ucapkan ?
"Hai.. Bagaimana dengannya (orang baru pilihanmu). Apakah dia mampu menggantikan posisiku dulu ?
Maafkan aku , akhir-akhir ini aku tidak bisa memantau aktifitasmu bersama orang baru pilihanmu. Aku tengah sibuk bersama orang baru pilihanku.
Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Kalau aku terlalu sibuk dengan segala urusanku. Hingga tidak bisa memberikan ataupun sekedar ngobrol dengan pasangnnya. Sekarang. Sebisa mungkin aku akan memperbaiki itu semua.
Aku tidak memasang kriteria tinggi untuk mendapatkan orang baru. Sama sekali tidak. Hanya saja, aku menginginkan orang baru, yang menggantikan posisimu nanti. Bisa mengerti masa laluku. Itu saja.
Kau tau ?
Aku tidak memberikan apa pun untuk (orang baru bersamaku). Bukan berarti aku tidak mencintaiinya. Aku tidak memberikan janji muluk-muluk untuk (orang baru bersamaku) agar mampu bertahan denganku. Aku juga tidak memintanya (orang baru bersamaku) sama sepertimu.
Maaf aku lupa..
Boleh aku memperkenalkan dia (orang baru bersamaku) ke kamu. Kalau kamu tidak salah mengartikan, pada akhirnya aku (sudah) mampu melupakanmu
(Maret,2013)
#9.Satu Ruangan.. Bukan Berarti.. Satu Hati..
Apa kamu ingat, aku, kamu dan dia dipertemukan kembali dalam satu ruangan utuh oleh Semesta ?
Awalnya, aku tidak pernah menduga akan seperti ini. Bagian yang sudah aku nantikan sejak dulu. Sebelum, kita mengakhiri hubungan yang singkat ini. Aku berharap pada semesta, aku bisa satu ruangan bersamaku.
Hingga akhirnya, moment yang aku inginkan terwujud. Entah, aku tidak tau. Doa keberapa yang aku selipkan supaya aku satu ruangan denganmu. Tugasku disini, hanyalah berdoa dan menjalankan. Itu saja.
Tuhan, mempersiapkan rencana baru lagi.
Aku menjadi ketua ruangan ini. Sementara, kamu dan dia menjadi wakilku. Argh.. indah bukan ?. Apa kamu ingat hal itu ?
Setiap saat, aku leluasa menatapmu berlama-lama dari bangkuku dibarisan belakang.
Kamu duduk di dekat jendela, tas orange yang bertuliskan namamu masih setia menemanimu.
Sedangkan dia, duduk dibarisan bangku kedua. Tepat satu deret dengan barisan bangkumu.
Aku tau, kamu dan dia dua hal yang berbeda ?
Kamu yang selalu memakai jilbab dengan ciri khasmu. Menutupi sebagian tubuhmu. Kacamata yang selalu setia menempel di hidungmu. Membuat penilaian lebih untukmu.
Dia. Dia selalu memakai jilbab terkadang kerudung dengan ciri khasnya. Yang melingkarkan kain putih itu di lehernya. Dia, tidak menyukai bagian yang selalu kamu pakai.
Satu hal kesamaan yang aku ingat, antara kamu dan dia.
Senyumanmu dan dia. Meneduhkan hati manusia yang sedang patah hati.
Taatkala , saat aku disuruh maju kedepan kelas menyelesaikan soal yang ada didepan. Aku selalu menyempatkan melirik kearah bangkumu dan bangkunya. Supaya, aku bersamangat mengerjakananya.
Kau tau ?
Egoku mulai berguncang begitu hebat. Padahal,aku sudah membunuh dan menguburnya dalam-dalam. Tapi apa yang aku inginkan ?.
Aku berharap, kamu dan dia bisa bersahabat dan menemaniku dalam satu atap bersamaan.
Katakan saja aku. Kalau aku kembali egoiis !
(Juli,2013)
#10.Sudah Kucoba.. Tapi, Kamu masih Bertahta..
Jangan kamu sebut aku lelaki lemah, payah , cengeng ! Aku tidak menyukai sebutan itu. Walaupun aku tau, aku pantas disebut dari bagian itu.
Andai, kamu bisa menilai bagaimana aku bertahan. Kamu akan mengerti. Kenapa aku pantas mendapatkan sebutan.
Sudah kucoba, Tapi kamu masih bertahta di Istanaku.
Aku sudah mencobanya berkali-kali, menggandeng orang baru yang pantas menggantikan posisimu. Tapi apa ? Semua berakhir dengan sia-sia. Selalu saja berakhir dengan air mata ataupun luka.
Kamu tau, perempuan yang dulu satu ruangan denganmu ?. Awalnya, aku berharap dia cocok untuk menggantikan posisimu. Aku menjalaninya seperti biasa. Sama seperti aku menjalin hubungan denganmu. Nyatanya ! Aku dan dia mengakhiri hubungan begitu saja. Aku tidak tau lebih jauh, kalau dia tipe perempuan moody.
Dan ..
Yang terakhir dari perjalananku mencari pengganti dirimu. Di akhir masa putih abu-abu, setelah beberapa tahun lamanya aku menutup hati rapat-rapat. Aku membukanya kembali. Aku kembali jatuh cinta. Awalnya sama.bahkan, aku sempat yakin bersamanya. Kalau dibilang, dia sama sepertimu. Cantik,manis,pintar, dan yang aku suka darinya.. dia sama sepertimu memakai kacamata. Aku bersamangat menjalin hubungan dengannya. Hingga akhirnya, ada bagian yang membuatku terkejut.
Kau tau apa ?
Dia mengidap penyakit Gemophobia. Aku tidak mengerti dengan penyakit aneh itu. Perlahan demi pasti. Aku paham. Sebab penyakit konyol itulah aku dan dia mengakhiri hubungan.
Sudah kucoba.. Puan !
Tertatih diriku mencari pengganti dirimu. Hingga membuat luka lamaku kembali kembuh.
Boleh aku menanyakan satu hal ?
"Kenapa kamu masih setia bertahta di Istanaku ?"
Satu hal yang aku pinta, saat kamu kembali ataupun bertatap muka denganku sebentar..saja.
Aku ingin ..
"AJARI AKU MELUPAKAN TENTANGMU"
(Januari,2014)
#11.Aku Cuman Rindu.. Itu Saja !
Aku ingat betul , terakhir kamu tersenyum kepadaku. Tepat diacara perpisahaan sekolah kala itu kamu menyunggingkan pipi mu. Untuk yang pertama & terakhir.
Bahkan , aku ingat betul dengan gaun yang kamu gunakan. Begitupun dengan balutan pashmina merah jambu yang melingkar dikapalamu. Tak ketinggalan dengan tas orange yang masih setia menempel di bahumu.
Bagaimana cara kamu tersenyum.
Aku tau ...
Bagaimana cara kamu merapihkan jilbab, ketika angin mencoba mengajakmu bermain bersama.
Aku tau ...
Bagaimana cara kamu melirikku saat kamu melintasi kelasku.
Aku tau ...
Semua tentangmu aku hafal diluar kepala.
Yang tak pernah kamu tau.. aku selalu menyelipkan namamu dalam doaku.
Masih ingat, Acara Reuni menyebalkan itu ?
Jujur, aku sebenarnya tidak tertarik untuk datang ke acara reuni itu. Organisasiku sedang ada acara yang akan diadakan dalam waktu dekat. Aku juga, sudah memberikan penjelasan ke panitia. Kalau aku tidak janji bisa hadir. Tapi apa ? Aku tetap hadir. Aku berusaha mengebelakangkan kesibukanku dengan ikut acara reuni.
Kamu dan Mereka tertawa bersama. Entah, topik apa yang kamu bahas menjadi bahan lelucon. Sementara aku ? Aku diam melihat kamu dan mereka tertawa. Sesekali aku menghirup minumanku sekedar melepas rasa dahagaku.
Aku kembali sibuk. Di telpon angkatanku mengenai masalah yang terjadi di Organisasiku. Aku selalu meminta ijin keluar menyelesaikan masalah ini. Sepanjang aku bertelpon dengan salah satu angkatanku. Aku melihat kamu dirangkul dengan sahabatku dulu.
Sumpah, aku tidak mengerti apa maksud perlakuannya merangkul kamu. Seingat aku, kamu dan dia (sahabatku dulu) hanya sebatas teman dekat. Karena pada waktu itu kita memang satu Organisasi dulu.
Pertanyaan itu aku simpan baik-baik dalam memoriku. Aku mencari tau mengenai kabar ini. Dengan membuka akun jejaring sosialmu dengannya. Aku menyadari, kamu dan dia menjalin hubungan.
Persetan !
Dimana janjimu dulu yang kamu katakan kepadaku ?. Aku yakin, ini bukan dirimu yang sebenarnya. Kamu yang aku tau, tipe perempuan yang selalu menempati janjimu. Nyatanya ? Sekarang aku sadar. Aku salah menilaimu.
Aku mengutuk reuni sampah itu. Aku mulai paham arti penantianku selama ini. Aku salah menunggumu.
Empat tahun bukan waktu yang sebentar, aku bersedia menunggumu. Bahkan, aku selalu memimpikan kalau kamu jadi pendampingku. Aku paham arti ini.
Sialnya !. Aku tidak mengetahui kabarmu selama ini. Aku tidak tau, nomor handphonemu. Aku selalu melihatmu aktif di akun jejaring sosialmu. Jujur, aku ada niatan menyapamu saat kamu aktif. Mungkin kamu sedang mengerjakan tugas sekolah pikirku.
Andai..
Andai.. kamu tau, ada hal yang ingin aku katakan padamu dari dulu.
AKU CUMAN RINDU. ITU SAJA !
(Desember,2014)
#12.Aku (Masih) Mencintaimu
Project "ONE DAY"
Aku berbohong tentang aku yang sudah berhenti mencintaimu.
Aku berbohong tentang aku yang sudah mampu melupakanmu.
Pada akhirnya aku paham tentang arti kebohongan ini.
Aku iri pada mega (matahari) yang setiap pagi bisa menyapamu di pagi hari.
Aku iri pada angin yang selalu bisa bermain bersama kapan pun yang kamu mau, tak peduli ketika hatimu patah.
Aku iri pada mereka yang berada didekatmu, kamu dengannya bisa berfoto bersama, tertawa lepas berdua.
Sejujurnya aku mengingankan hal itu terjadi padaku bukan pada orang lain.
Bodoh sekali diriku.aku telah memintamu melupakan semua tentangku.
Kenapa aku pula yang memintamu untuk kembali lagi kepadaku. Mengharapkanmu sama hal-nya
Mengharapkan bintang jatuh untuk kusimpan menemani malam malamku yang kelam.
Aku ingin mendekapmu dalam pelukan dan mimpiku.
Bagaimana bisa aku mampu melakukan hal itu.
Saat bayangmu kian menjauh dari diriku.
Aku salah telah bersikap egois terhadapmu, aku jahat telah melarangmu mencari pengganti selain diriku. Jujur, aku ingin sekali kamu kembali lagi disini.
Bernyanyi bersama,berbagi cerita dan rahasia yang dahulu pernah kita lalui.apa kamu akan kembali lagi kesini ?
Aku takut mereka marah padaku.
aku takut pada pemilik malam. yang mungkin tak mengizinkanku melihat Mega.
Aku takut tak menemui titik terang dalam mencarimu
Aku takut tak menemukanmu kembali.
Aku ingin tertawa bersamamu. Bukan menertawaimu saat kamu tak mampu melupakan semua tentangku. Berpura-pura tak bisa melupakanmu.
Aku akan menyebut namamu kembali.
menyelipkan namamu dalam bait doaku.
Memenjarakanmu dalam mimpiku.
Aku tidak ingin rindu meninabobokanku lagi.
Pada akhirnya
Aku (Masih) Mencintaimu..
(Januari,2015)
#13.Cinta Secukupnya .. Setia Selamanya ..
Terima kasih untuk semuanya..
Aku tidak pernah menduga, kamu bersedia menerimaku kembali, memperbaiki bagian yang belum sempat kita catat dalam diary yang dulu kita kemas bersama. Walaupun aku tau, ending dari ceritanya selalu sama. Selalu menyesakkan relung. Selalu saja ada luka.
Maaf..
Aku mencintaimu secukupnya..
Jangan kamu tanyakan kenapa, dan apa alasannya.
Bukan. Bukan aku tidak mempercayaiimu lagi. Melainkan, ketika CINTA.. jatuh telak dihatimu. Ada bagian yang harus kita ketahui dan pelajari. Ada LUKA yang mengiringi kehadiran CINTA kembali.
Aku akan memberikanmu rasa CINTAKU secukupnya.. tidak kurang, tidak lebih. Yang aku tambahkan dalam takarannya saat CINTA jatuh tepat dihatimu adalah takaran untuk SETIA yang aku tambahkan.
Sebab, empat tahun lamanya aku menunggumu kembali lagi disini. Bukti kalau rasa SETIA yang aku semai dulu. Tidak pernah mati ataupun hilang begitu saja.
Jangan kamu menjauh lagi. Puan ! Aku lelah mengejarmu kembali. Tetap bersamaku, kita sama sama nikmati kesempatan kedua ini dengan indah.
Kelak, anak-anak dan cucu-cucu kita bertanya nanti perihal tentang percintaan dan kebersamaan. Jelaskan pada Mereka, supaya mereka tau, seperti inilah kita selalu bersama dan mempertahankannya.
(Mei,2016)
#14.Sayapku Kembali Patah .. Puan
Selalu ada yang datang dan pergi. Selalu ada yang terluka dan tertawa. Kenapa ada pilihan dalam hidup ini ? Sebab, ada yang layak untuk diperjuangkan dan dipertahankan. Ada yang harus ditinggalkan dan dilupakan.
Jika pada dasarnya, kamu kembali lagi cuman hanya melukai. Pantaskah, aku memperjuangkan dan mempertahankan kamu kembali ?. Tidak sepantasnya bukan. Nyatanya aku begitu bodoh dalam hal ini.
Seharusnya aku tau, dihatimu sudah tidak ada lagi nama aku disana. Bahkan, aku tau kamu masih menyelipkan nama dia dan berharap saja dia kembali lagi menjemputmu. kamu tidak ada rasa yang sama sepertiku.
Tapi, sudahlah..
Sesaat lagi juga, aku sudah bisa melupakanmu. Ini hanya masalah ingatan yang melintas diotak. Maaf, aku menghadirkanmu kembali lagi di sini. Ditempat aku selalu mencurahkan segala ke Aku-anku
Kamu berhak menyalahkanku, kenapa selalu kamu yang aku masukkan dalam tokoh ini. Tapi, aku hanya ingin. Esok, saat kamu menemukan sosok yang hebat dari aku. Pertahankan dia, jangan kamu sia-siakan seperi aku.
Jika kamu masih kekeh mencari sosok ksatria yang bisa membuat selalu bahagia. Tinggalah dalam dongeng. pada dasarnya, Tidak ada yang sempurna dalam hal mencintai dan dicintai. Semua memiliki gaya dan ciri khas sendiri. Terimalah dia segala keterbatasannya. Jangan kamu banding-bandingkan dengan yang lain.
Aku ? Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku saat ini. Aku berharap saja, semoga saja tidak ada semesta yang iseng membuat pertemuan tidak terduga suatu hari nanti. Teruslah berjalan semakin menjauh, hingga bayangmu tak terlihat kembali.
Ada fase yang harus kupelajari lebih dalam lagi dari sekedar memperjuangkanmu dan mempertahankanmu.
Saat kamu mencintai seseorang dan berharap dia juga memiliki harapan yang sama. Namun, nyatanya dia tidak butuh kamu. Harapannya bukan kamu. Maka, belajarlah menerima kemalanganmu. dia ditakdirkan hanya untuk kamu sukai. Bukan, kamu miliki sepenuhnya.
(Juni,2016)
♡♡♡
#15.Bullshit !
Katamu : katamu, kamu tidak bisa melupakanku. Walaupun, berkali-kali kamu berusaha melupakanku dengan mencoba menggandeng orang lain. Termasuk sahabat aku sendiri.
Katamu : katamu, aku orang yang berbeda dari mantan mantanmu. Aku punya cara sendiri untuk membuatmu tersenyum dengan caraku. Walaupun, kamu selalu mengatakan aku "ANEH" Melakukan hal semacam itu.
Katamu : katamu, kamu selalu menjadi stalker. Mencari seluruh aktifitasku. Termasuk, kamu selalu membuka dan membaca bloggku.
Katamu : katamu, semuanya bisa diperbaiki. Masa lalu yang membuat kita berakhir begitu saja. Dengan mudahnya kamu bilang bisa diperbaiki. Walaupun, akhirnya aku tau. Aku yang selalu terluka setiap endingnya.
Katamu : katamu, kata-katamu itu sudah membuatku paham maksud kedatanganmu kembali. Kamu memang bersedia kembali hanya untuk meninggalkan bercak merah di jalanku. Bukan, untuk memperbaiki semuanya dan membuat komitmen yang lebih dari sekedar sepasang kekasih.
Kataku : aku hanya ingin mengatakan satu kata untuk semua perkataanmu "BULLSHIT"
(Juni,2016)
♡♡♡
#16.Caraku melupakanmu
Apa yang kamu cari dariku ?
Bukankah, kamu dahulu sudah bahagia bersama orang lain ? Orang lain yang aku tau ialah sahabat aku sendiri. Lalu, kenapa kamu bersedia memperbaiki semua yang sempat kamu rusak.
Bukankah, begitu banyak yang lebih dibanding aku ?. Kamu bisa mendapatkan siapa saja yang kamu inginkan. Untuk apa kamu masih mengharapkanku. Berharap banyak agar aku memberikanmu sinyal untukku kembali lagi.
Maumu apa ? Puan !
Apakah tidak cukup segala hal yang pernah aku berikan padamu penuh percaya. Kini, langkahku semakin menjauh. Jangan kamu mengejar ataupun mengharapkanku kembali. Buang sesalmu. Simpan airmatamu yang tidak berguna. Lanjutkan keterpisahaan ini pada batas waktu yang tidak ditentukan.
Jika pun, aku masih ada rasa. Secepat mungkin, akan aku bunuh rasa itu. Agar kamu tau, aku tidak main-main dalam hal melupakanmu.
(Juni,2016)
♡♡♡
#17.Bagian yang tidak kutemukan
Ada saatnya, kita memberikan jeda waktu untuk merenung. Mungkin, merenung adalah salah satu cara terbaik untuk memperbaiki diri. Agar apa yang pernah terjadi, tidak akan terulang kembali. Tidak akan pernah ada luka yang sama.
Walaupun aku paham. Jika kita, berani jatuh cinta. Maka kita harus siap terluka. Itu kemungkinan yang selalu terjadi.
Entah kenapa, setiap kali aku memainkan peran dalam kisah ini. Endingnya selalu saja memilukan. Aku selalu mendapatkan bagian yang tidak mengasyikan. Hingga akhirnya, semesta selalu saja menertawakan kebodohanku melakoni kisah ini.
Jika bagian yang aku inginkan tidak ada. Tidak bisa aku temukan. Bolehkah, aku berhenti memainkan kisah ini ?
(Juni,2016)
♡♡♡
#18.Luka
"Aku sudah mencoba mencintaimu, tapi, aku tidak bisa mencintaimu lagi. Kita berteman saja"
Itu kata terakhirmu, sebelum kamu memvonis untuk mengakhiri hubungan ini. Sekaligus, mencoba memperbaiki masa lalu yang sempat kamu rusak.
Tapi, pada akhirnya. Kamu selalu saja, menjadi "bidadari jahat" dalam hal ini. Aku tidak mengerti maksudmu ?.
Jauh sebelum ini, aku dan temanmu sudah menyiapkan kejutan kecil untukmu. Tapi, kamu mencoba membelokkan skenario ini. Dengan membuat keputusan yang tidak aku duga sebelumnya.
Sebelum kamu mengakhiri semuanya dan menutup lembaran. Ada kata terakhir darimu yang tidak bisa aku tolerir.
"Berdamailah dengan masa lalu"
Apa maksudmu ? Semudah itukah, kamu menyuruhku berdamai dengan masa lalu ?.
Kamu pikir, semudah itukah aku mengakui kekalahanku. Aku tidak akan pernah kalah. Aku tidak akan pernah bisa berdamai dengan masa lalu.
Akan aku tunjukkan, cara mengalahkannya.
Akan aku tunjukkan .. Puan !
Kamu tidak perlu tau, bagaimana aku melakukannya. Sebab, kamu tidak ada hubungannya lagi denganku.
Walaupun, esok semesta mempertukan kita lagi.
Walaupun, takdir menuliskan namamu menjadi pendampingku.
Tidak semudah itu, aku akan menerimamu lagi.
Sebab, aku bukanlah "keledai" yang bisa jatuh dilubang yang sama.
Kamu ingat hal itu !!
Aku bukan "KELEDAI"
Sudah, esok mega akan menyinari semesta. Pergilah kemana yang kamu mau.
Aku sudah bisa tersenyum (lagi) ..
(Juni,2016)
♡♡♡
*19.All I Ask
Terima kasih .. Puan !
Aku bantu kamu berkemas yah ..
Esok, mega merajuk kalau kamu masih menetap disini..
Untukmu ..
Untuk menemani perjalananmu ..
Ada lagu untukmu..
Adele - All I Ask
I will leave my heart at the door
I won't say a word
They've all been said before, you know
So why don't we just play pretend
Like we're not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left
Look, don't get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers doIt matters how this ends
Cause what if I never love again?
I don't need your honesty
It's already in your eyes
And I'm sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you're the only one that matters
Tell me who do I run to?
Look, don't get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers doIt matters how this ends
Cause what if I never love again?
Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us
I don't wanna be cruel or vicious
And I ain't asking for forgiveness
All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar