Akan ada saatnya, kamu dan Aku akan dihadapkan dengan hal-hal yang melelahkan. Kamu yang tidak pernah mau belajar untuk selalu bisa mengisi kekuranganku. Atau mungkin, Aku yang selalu sibuk dengan duniaku. Hingga akhirnya, aku tidak pernah memahami apa yang kamu rasakan.
Kamu yang selalu saja menuntutku, untuk selalu bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Atau mungkin, Kamu yang selalu saja ingin di dengar ceritanya, tanpa kamu mau belajar menjadi pendengar.
Katamu, aku bukanlah orang yang peka terhadap inginmu. Katamu, aku bukanlah orang yang bisa diajak berkelana dan bercanda bersama.
Sesekali aku ingin mengajak kamu merenung, apa yang sudah Aku-Kamu katakan dan lakukan bersama. Mungkin aku/kamu lupa, tentang bagian yang terlupakan oleh kita. Bahwasanya setiap orang/pasangan mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Begitupun dengan orang kembar sekaligus yang bentuk fisiknya sama tapi, apakah sifat dan karakternya juga sama ?. Tentu saja tidak.
Janganlah kamu membandingkan-bandingkan dengan apa yang kamu inginkan. Belum tentu, apa yang kamu inginkan cocok dengan sifat dan karakterku.
Misalnya, kamu menginginkan aku untuk selalu bisa mengertikan kamu disaat kamu lelah ataupun ada masalah. Sementara aku melakukan sesuatu untuk menghibur kamu disaat dunia menertawakanmu. Hingga akhirnya, apa yang aku lakukan tidak pernah bisa menjadi bahan penilaianmu.
Bukan saja, kamu yang lelah. Aku juga lelah dengan kamu. Dengan sifatmu yang sama-sama tidak memahami sifat dan karakter masing-masing. Hingga akhirnya, aku dan kamu memutuskan untuk berpisah. Kita adalah orang yang sama-sama gagal menyatukan ingin.
Kelak, jika sang Narator (Tuhan) mempertemukan aku-kamu kembali. Kenanglah kita sebagai orang yang pernah bersama. Bukan untuk mengajak bersama. Jangan pernah menanam rindu di semesta kita. Jika Kamu melakukannya disaat dunia membencimu. Akan aku pastikan, aku cabut dan bunuh rindu itu hingga kamu tidak bisa merasakannya.
Hingga akhirnya, kamu akan merasakan satu hal..
"Sesekali 'Rindu' hanya memberikan pelajaran kepada kita. Bahwasanya Kita harus bisa menghargai kehadiran seseorang yang hadir di hidup kita. Dia yang tidak pernah meminta balasan apapun dari kita. Sementara kita, menganggap kehadirannya tidak penting dan tidak dinantikan oleh kita. Dan itulah yang menjadi alasan jua. Mengapa kebahagian terasa singkat ? Agar kita bisa menghargainya"
Sampai jumpa dibagian selanjutnya. Kamu akan menemukan kebahagianmu dengan seseorang yang dapat menggantikan posisiku. Aku pun akan menemukan kebahagianku. Tanpa Kamu.
(Jakarta, Juni 2018)
p.s : Catatan singkat ini bukan ditunjukkan untuk sepasang kekasih saja.