Selasa, 15 September 2015

AKU LELAKI YANG SEDANG MEMPERJUANGKANMU

Aku bertahan bukan tanpa alasan.
Aku menunggu bukan tanpa sebab.
Aku kembali bukan karena aku lelaki bodoh yang tidak bisa melupakanmu.

Bagaimana bisa aku melakukannya ?

Kamu tahu alasan itu semua ?
Kenapa aku kembali memperjuangkanmu ?

Apa kamu ingat awal dari pertemuan kita sekaligus awal dari hubungan kita ?

Waktu itu, aku sengaja menyuruh temanmu untuk memanggilmu menemuiku sehabis kegiatan itu.

Entah , aku tidak tau namamu atau mungkin aku yang tidak gentel ?

Kamu dengan bersedianya menemuiku disudut ruang itu. Banyak obrolan yang terlontar begitu saja dari mulut kita.

Ada pertanyaan menarik dariku yang mungkin dapat meresahkanmu.

Aku tidak peduli ketika imajinasiku memberontak.
"Kau pikir kamu ini siapa ? Menanyakan hal itu kepadanya ?
Kamu baru mengenalnya kurang dari 2 minggu dengan lancangnya kamu menanyakan hal itu ?"

"Ayolahh kawan, jangan bertingkah konyol"

Aku tidak peduli !!

"Apa kamu bersedia menemaniku?" Ucapku

1 menit  ...

2 menit ...

5 menit ...

Aku menunggu jawaban darimu. Hingga akhirnya kamu bersedia menemaniku.

Sungguh ! Aku bahagia ..

Untuk pertama kalinya aku mengatakan "I Love You" kepadamu.

Kamu ingat itu ?

Hmmp .. butuh waktu lama untuk menelaah kalimat yang dulu aku ucapkan kepadamu.

Saat kita berpisah , aku masih berada di edarmu.

Kamu tak percaya ?

Ketika kamu dengan yang lain.
Aku selalu menjadi penganggum rahasiamu.

Mencari tau seluruh aktifitasmu.
Bukan aktifitasmu bersama dengannya.

Apa aku salah ?

Aku berharap Tuhan tak lagi menghukumku.

Aku lelah ketika Tuhan selalu menegurku.
Dia itu bukan jodohmu ..

Andai saja, aku bisa mengintip jodohku mungkin aku tidak akan melakukan yang membuat-Nya marah kepadaku.

Aku meragu  ..

Kelak , nantinya aku tidak mendapatkan jodoh yang tidak sepertimu.

Kemudian.

Aku memilihmu kembali untuk menjadi prioritas yang patut aku perjuangkan.

Bukan karena aku melawan ? Bukan
Bukan karena egois ? Bukan

Aku hanya menginginkan diriku tidak pernah menyesal.

Kata itu akan kubuktikan..
"I LOVE YOU"

Aku ingin membuktikan kepadamu..
Bukan hanya ucapan yang dengan mudahnya terlontar dari mulutku.

Aku ingin membuktikan ..
Saat imajinasiku dan egoku mengguncangku dengan hebat.

Tenangkan dirimu..
Ijinkan diriku untuk membuktikannya..
Kamu tidak perlu membanding bandingkan dengan kekasihmu yang lain.
Tidak perlu.

Aku punya cara sendiri untuk membuktikannya..

Kelak, Jika apa yang aku perjuangkan pada akhirnya aku paham dengan alasan itu.

Mungkin, Tuhan benar kamu memang bukan untukku.

Aku berharap kamu akan mengerti arti dari aku kembali.
Arti dari aku kembali memperjuangkanmu.

Walaupun takdir berkata lain.






Minggu, 13 September 2015

Aku yang berlebihan ? Atau kamu yang semakin menjauh ?

Aku paham saat ini hatimu patah. Butuh waktu lama untuk memulihkannya kembali. Lalu aku kembali datang disaat hatimu rapuh. Disaat dirimu membutuhkan pundak untuk dijadikan sandaran melepas lelahmu. Aku menawarkanya untukmu. Aku tak berharap kamu akan menerima semua tawaran dariku, cukup bagiku berada disisimu aku sudah bahagia. Setelah sekian musim aku hanya bisa memandangmu dari jauh. Membawamu bermain berlama-lama ke dalam mimpiku. Itupun tanpa sepengetahuan darimu. Aku bahagia melakukan hal itu.

Setelah sekian lama kita tidak bertemu, ada sedikit perubahan diantara kita. Kadang, aku berfikir kenapa kita begitu egois, mengakhiri hubungan yang belum terlalu lama ?. Mungkin ada saatnya kita memang harus merenung apa yang salah diantara kita. Setiap pengalaman dan luka betul betul dalam membakasnya. Entah mengapa aku lebih mudah mengingat luka dibanding bahagia. Apa kamu akan seperti itu ?

Ada banyak hal yang belum sempat kuceritakan kepadamu disaat kita (bersama). Perihal luka yang masih membekas direlung. Bukan karena aku menceritakan ini semua dan berharap bisa kembali lagi bersamamu. Bukan. Aku ingin mengatakan seharusnya kita mampu mengikhlaskan dirinya saat kita tak ingin kehilangannya. Termasuk diriku. Hingga membuat mataku hanya nampu melihat dirimu.

Dahulu kamu selalu mampu tersenyum.saat kerikil menghantam kakimu. Dan sekarang aku tak melihatnya, dahulu kamu selalu bersemangat menceritakan apa saja yang kamu ingin capai. Kamu membagi rahasia dan impianmu kepadaku. Dengan bodohnya aku masih setia mendengarkannya. Kamu ingin menjadi ini. Kanu ingin pergi ke suatu tempat terjauh. Dengan pelan aku mengamini segala impianmu dan berharap itu semua bisa terwujud denganku.

Bagian yang mungkin membuatmu merasa bosan. Ketika aku selalu memberikan  perhatian lebih untukmu. Mungkin saja kamu sudah bisa melupakan semua tentangku. Hingga membalas pesan singkatku dengan balasan satu/dua kata. Atau kamu hanya membacanya saja. Aku tersenyum dengan perlakuanmu. Andai kamu tau persaanku saat ini.

Andai ....

Aku hanya ingin menumpangkan rindu didadamu. Bukan untuk memaksamu. Aku hanya ingin melakukan hal sesuatu agar kamu melirik diriku. Aku hanya ingin mencintaimu. Tanpa memintamu membalas cintaku. Aku hanya ingin tak membuat hatiku menyesal nantinya.

Kelak , jika doa doaku tidak pernah dikabulkan Tuhan untuk bersamamu. Setidaknya aku pernah berjuang untukmu. Walaupun aku merasa dirimu kian menjauh dariku.

Aku Mundur

Aku mundur..
Untuk sementara waktu.

Aku mundur ..
Ketika waktu tak lagi  bersahabat denganku.

Aku mundur..
Disaat malam selalu menggangguku.

Aku mundur..
Disaat aku (masih) mencintaimu.

Aku tak pantas diselipkan kembali
Dibagian part yang telah lama hilang.

Aku tak pantas mendapatkan ucapan yang membuat hariku bersemangat.

Aku tak pantas mendapatkan itu semua darimu.

Perihal, tentang janji itu.
Aku berharap kamu bisa melupakannya
Akan ada waktu untukmu dimengerti.

Maaf, aku begitu jahat dalam hal ini.

Bukan. Bukan karena aku tak lagi mencintaimu..
Bukan karena ada orang yang ketiga yang menghalangi jalan kita.

Tunggu, sejak kapan aku menyelipkan namamu dalan kalimat "kita" setelah sekian lama kita berpisah.

Membawamu lebih jauh kedalam mimpiku saja,
Aku sudah merasa bahagia..

Bagaimana aku mampu menggenggam tanganmu kembali.

Mendengarkan jeritan hatimu ketika kamu menceritakan semua impianmu.

Argghh.. ekspetasiku terlalu berlebihan

Maafkan aku..

Aku mundur memperjuangkanmu..
Bukan karena aku lelaki "pecundang" yang tak mampu memperjuangkan sesuatu.

Melainkan ada hal lain yang tak bisa aku diskripsikan untuk saat ini.

Bagaimana bisa aku dan kamu berubah kembali menjadi "Kita", saat kamu masih menyisahkan ruang untuk (DIA)

Maaf ,
Aku mundur..