Aku bertahan bukan tanpa alasan.
Aku menunggu bukan tanpa sebab.
Aku kembali bukan karena aku lelaki bodoh yang tidak bisa melupakanmu.
Bagaimana bisa aku melakukannya ?
Kamu tahu alasan itu semua ?
Kenapa aku kembali memperjuangkanmu ?
Apa kamu ingat awal dari pertemuan kita sekaligus awal dari hubungan kita ?
Waktu itu, aku sengaja menyuruh temanmu untuk memanggilmu menemuiku sehabis kegiatan itu.
Entah , aku tidak tau namamu atau mungkin aku yang tidak gentel ?
Kamu dengan bersedianya menemuiku disudut ruang itu. Banyak obrolan yang terlontar begitu saja dari mulut kita.
Ada pertanyaan menarik dariku yang mungkin dapat meresahkanmu.
Aku tidak peduli ketika imajinasiku memberontak.
"Kau pikir kamu ini siapa ? Menanyakan hal itu kepadanya ?
Kamu baru mengenalnya kurang dari 2 minggu dengan lancangnya kamu menanyakan hal itu ?"
"Ayolahh kawan, jangan bertingkah konyol"
Aku tidak peduli !!
"Apa kamu bersedia menemaniku?" Ucapku
1 menit ...
2 menit ...
5 menit ...
Aku menunggu jawaban darimu. Hingga akhirnya kamu bersedia menemaniku.
Sungguh ! Aku bahagia ..
Untuk pertama kalinya aku mengatakan "I Love You" kepadamu.
Kamu ingat itu ?
Hmmp .. butuh waktu lama untuk menelaah kalimat yang dulu aku ucapkan kepadamu.
Saat kita berpisah , aku masih berada di edarmu.
Kamu tak percaya ?
Ketika kamu dengan yang lain.
Aku selalu menjadi penganggum rahasiamu.
Mencari tau seluruh aktifitasmu.
Bukan aktifitasmu bersama dengannya.
Apa aku salah ?
Aku berharap Tuhan tak lagi menghukumku.
Aku lelah ketika Tuhan selalu menegurku.
Dia itu bukan jodohmu ..
Andai saja, aku bisa mengintip jodohku mungkin aku tidak akan melakukan yang membuat-Nya marah kepadaku.
Aku meragu ..
Kelak , nantinya aku tidak mendapatkan jodoh yang tidak sepertimu.
Kemudian.
Aku memilihmu kembali untuk menjadi prioritas yang patut aku perjuangkan.
Bukan karena aku melawan ? Bukan
Bukan karena egois ? Bukan
Aku hanya menginginkan diriku tidak pernah menyesal.
Kata itu akan kubuktikan..
"I LOVE YOU"
Aku ingin membuktikan kepadamu..
Bukan hanya ucapan yang dengan mudahnya terlontar dari mulutku.
Aku ingin membuktikan ..
Saat imajinasiku dan egoku mengguncangku dengan hebat.
Tenangkan dirimu..
Ijinkan diriku untuk membuktikannya..
Kamu tidak perlu membanding bandingkan dengan kekasihmu yang lain.
Tidak perlu.
Aku punya cara sendiri untuk membuktikannya..
Kelak, Jika apa yang aku perjuangkan pada akhirnya aku paham dengan alasan itu.
Mungkin, Tuhan benar kamu memang bukan untukku.
Aku berharap kamu akan mengerti arti dari aku kembali.
Arti dari aku kembali memperjuangkanmu.
Walaupun takdir berkata lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar