Sabtu, 01 Agustus 2015

Gadis Di Musim Rindu



GADIS DI MUSIM RINDU
OLEH : PRAYOGA DWI  WIBOWO

Hai.. ombak : -) boleh aku bercerita ?
Tentang gadis berkacamata yang selalu datangg  dimusim rindu ?
Entah, kenapa gadis itu selalu hadir tanpa kuduga.
Tanpa ku ketahui apa tujuannya.
Tanpa ku kenal namanya lebih dahulu.
Walaupun begitu, aku selalu memerhatikannya,
Disetiap lekuk tubuhnya,
Disetiap dia menyunggingkan senyumanya untukku,
Disetiap dia selalu menyapaku terlebih dahulu,
Aku mengenal kehadirannya,
Yang aku tahu tentangnya, dia selalu memakai kacamata.
Sama sepertimu..
Upss. Ralat. Bukan sepertimu
Melainan seperti sesorang yang (dulu) singgah dihati.

Musim pertama..
Langit terlihat teduh,
Mega terlihat lelah menyinari.
Aku duduk ditepi danau kala itu, membawa buku diaryku,
Mungkin itu kebiasaanku,
Bukan aku terlihat sibuk ? bukan.
Karena aku mengidap amnesia. Membosankan bukan ?
“hai” gadis itu menyapaku terlebih dahulu. Sedetik kemudian duduk disampingku tanpa mengenalkan namanya.



“kau sedang apa ?”
“menunggu senja terlelap ? atau mungkin tengah menunggu seseorang disini ?”
Aku tak menoleh sedikitpun, aku biarkan pertanyaan menggantung dibenakku
Hamper 1 jam kami berdiam diri. Tanpa ada obrolan,
Tanpa ada cemilan yang menemani.
Kami duduk bersama..
Namun pikiran kami berbeda.

Malam telah berganti~
Bintang terlihat Nampak dilangit. Telah siap menemani
“sudah malam, boleh aku hantarkan kamu pulang?” tanyaku
Gadis itu hanya tersenyum
Manis..
Yah., senyum itu sangat manis untuk dinikmati
Aku menghantarkannya pulang dengan sepedaku

Musim kedua..
Langit terlihat menangis.
Entah kenapa langit menangis ?
Mungkinkah mega tak menemaninya ? atau mungkin bintang dan bulan tengah bertengkar ?
Andai aku bisa mengetahuinya ..
Aku tengah berteduh dishalter dekat sekolah
Kubiarkan sepedaku menikmati hujan sore itu.
“hai” gadis itu menyapaku memperlihatkan senyumannya yang mengembang diwajahnya.
Aku tak langsung menjawab
Aku tengah asyik menghitung rinai hujan yang gugur.



“jangan biarkan angin terlalu lama mendekapmu” ucapku sambil memberikan switter dan memakaikannya ditubuhnya.
“ayo kita bermain bersama”ajaknya sambil menarik lenganku
“ehhh.. tunggu”ucapanku tak digubris olehnya
Akupun menuruti kemaunnya bermain hujan hujan bersama
Sepanjang jalan gadis itu berteriak seakan melepas beban yang masih mengganjal direlung.
Tiba-tiba..
“apa aku salah ? apa aku terlalu berlebihan ? apa aku terlalu bodoh memelukku” bisik gadis itu sambil mendekapku dengan eratnya
Entah kenapa dia mengatakan hal itu..
Padahal aku merindukan pelukan yang telah lama melekat ditubuh
Aku bersemangat mengayuh sepadaku dengan cepat.
Tanpa memerhatikan seragam sekolahku,
Hingga akhirnya aku terbaring tak berdaya~

Hai .. ombak  masih mendengar jeritanku ?

Musim ketiga..
Tepat 2 pekan, aku berbaring ditempat tidur
Sangat membosankan
Setiap hari harus check up, pagi minum obat,siang minum obat, malam minum obat,
Tidak boleh terlambat makan, tidak boleh begadang mononton Manchester United bertanding
Ah.. membosankan betul,
Malam ini aku menyempatkan waktu untuk bermain gitar.
Tiba tiba saja, suara yang tidak asing lagi ditelingaku
“hai” sapanya yang tak ketinggalan dengan senyumannya
“bisa bermain gitar juga ?” Tanya kembali
Sedetik kemudian kami bernyanyi bersama menyanyikan lagu popular saat ini 



Endah Ft Rhesa – When you love someone
“nampaknya kau berbakat menyanyi”pujiku
“kamu terlalu berlebihan,
Apa kamu sakit ? apa karena diriku ?
Pertanyaanya tak langsung aku jawab. Aku berusaha mencari topic lain namun tak kudapatkan.
“hai.. apa kamu mendengar ku ?
“aku, engga sakit kok” jawabku dengan terhentaknya
“ok.. I believe you
Don’t make me worry !!”
Separuh malam telah berlalu, hingga akirnya aku terlelap nyenyak dipangkuannya
Mungkin karena efek obat yang ku minum tadi

Mega menyapaku, tak ada gadis itu disisiku.
Padahal semalam aku tidur dipangkuannya.

Kemana dia ?
Kenapa dia pergi ?
Ahh.. terlalu bodoh diriku!!
Menyakannya kabarnya, siapa diriku dihidupnya ?

Musim telah berganti~
Tak ada lagi hadirnya
Tak ada lagi senyumnya.
Tak akan pernah ada.
Yang ada hanya jejak bayangnya melekat dijalanku.
Terlalu bodoh diriku.



Aku tak sempat menyanyakan namanya
Tak sempat berfoto bersama,
Benar benar bodoh!!
Tepat musim ini, kau tak pernah kembali
Kini aku sadar, kalau kamu selalu hadir dimusim rindu.
Atau mungkin kamu…
Arghhh.. ekspetasiku terlalu berlebihan terhadapmu
Aku menikmati kebersamaan darimu
Walaupun sangat singkat..

“hai .. bagimana kabarmu ?”
“aku rindu akan hadirmu,
 Akan hadirmu yang hadir di musim rinduku, kapan kau akan kembali kepadaku ?”

~bersambung~

Rabu, 17 Juni 2015

SINOPSIS PELANGI TANPA HUJAN

Pelangi tanpa hujan
Oleh :P.DWI.W
Sinopsis :


           “jika kau memberikan ku 2 pilihan,
            Antara mengatakan sejujurnya / meninggalkanmu,
            Mungkin aku akan memilih untuk menunggumu.”
            ****REZA RADITIYA****

            Mungkin itu salah satu kutipan yang berada dalama cerpen Pelangi Tanpa Hujan.author kali ini terinspirasi dari kehidupan nyatanya. Hal itu terbukti dari tokoh perempuan dalam cerpen itu. D.Rahma mungkin itu salah satunya. Loh.. kok author curhat sendiri yah wkwk.. OK, kali ini author memberikan sinopsinya pada readers yang sudah tidak sabar... membaca ceritanya.
            “Pelangi Tanpa Hujan” yap, pernahkah kalian melihat pelangi tanpa ada hujan ?mungkin hal itu terasa mustahil bukan? Beitupun dengan kisah cinta Reza. Reza telah lama bersahabat dengan Rahma. Sejak mereka duduk dibangku SMP hingga berlanjut ke SMA. Persahabatan mereka terjalin cukup baik. Selama itulah Reza memendam perasaan cinta pada rahma. Namun, rahma tidak merasakannya dn menganggap reza tidak lebih dari seorang sahabatnya.
            Reza bukan langsung menyerah begitu saja. Melainkan dia ingin membuktikan pada rahma bahwa dia benar benar mencitainya hingga akhirnya reza membuat cerita dan langsung diterima dengan baik oleh pelatihteater. Reza pun mengetahuinya kalau rahma mengikuti eskul tersebut. Banyak cerita yang dibuatnya tanpa sepengetahuan rahma. Setiap cerita tersebut, diberi inisial penulisnya “RR” sesuai dengan namanya Reza Raditiya.
            Bukan itu saja pembuktiannya, pernah pula reza berniat ingin memberikan red rose langsung untuk rahma. Namun rahma datang memperkenalkan kekasih barunya yang membuat dirinya hancur.. hingga akhirnya  red rose tersebut tidak jadi diberikannya.

          “simpanlah air matamu, untuk orang yang tepat dihatimu..
            Bukan dia.. melainkan aku (reza)”
            ***REZA RADITIYA***
          
           Kutipan tersebut pernah dilontarkan saat rahma telah berpisah pada kekasihnya. Rahma selalu bercerita pada reza hingga membuat reza merasa kesal,sedih  kepada rahma. Namun, reza menyembunyikannya dibalik topengnya. Reza berusaha untuk mengahpus air matanya.. walaupun terasa tidak pantas untuknya..
            Tepat ulang tahun rahma. Dengan tekadnya reza berusaha mengungkapkannya, namun rahma mengatakan bahwa dia telah jadian sama temen dekat reza. Hancur?tenggelam? mungkin itulah yang dirasaaaknnya. Tapi reza berusaha tersenyum dan menjadi pendengar setia untuknya ..
            Pernahkah kau tidak bersikap egois sedikitpun terhadapa perasaanku”
            ***P.DWI.W***
           
                Hal itu kembali terjadi. Lagi lagi rahma menangis untuk kedua kalainya. Kemudia reza datang bukan untuk mengungkapkan perasaan itu melainkan, membuatnya tersenyum.

            jika kau ingin mengelilingi samudera,
            Aku siap jadi nahkodamu..
            Dan jangan lupa untuk berlabuh dihatiku”
            ***REZA RADITIYA***
             
                   Pada waktu itu rahma pernah menghancurkan ponsel milik reza,. Karena reza telah membuatnya menangis dengan ungkapan itu, pada waktu itu reza berusaha mengungkapkannya. namun rahma malah membalasnya dengan tamparan. Dan reza berjanji pada dirinya..

            suatu saat nanti, kau akan mengerti.. bahwa akulah pelangimu..”
            ***REZA RADITIYA***
             
            Setelah perpisahan. Reza memutuskan untuk melanjutkan kariri bolanya di Amsterdam. Tanpa memberitahu rahma. Mundur ? mengkin bukan itu yg ada difikirannya. Melainkan reza ingin membuktikannya kembali bahwa dia lah pilihan yang tepat dihatinya.

            Setelah selesai berkakrir dinegeri Kincir Angin. Reza memutuskan untuk kembali ke tanah air dan langsung melamar rahma. Namun kabar dari tanah air membawa kabar buruk. Bahawa rahma telah memberikan undangan pernikahan dirinya dengan orang lain. Dan kemudian terdengar kabar dari berita internasinal maupun nasional. Bahwa ada pesawat terjatuh diperbatasan eropa dan asia. Dan dinyatakan para penumpangnya tidak ada yang selamat. Termasuk reza.

            Rahma berharap sahabat karibnya datang diacara tersebut. Bahkan rahma telah menunggunya untu tamu spesialnya. Dan hal itu tidak akan pernah terjadi.. tidak akan pernah
            Kurang dari 3 tahun pernikahan rahma. Rahma terlah resmi bercerai lantaran suaminya selingkuh, sejak saat itulah rahma menjadi gila.. kemudia rahma berniat untuk mencari reza . dan menemukannya disebuah gedung. Rahma melihat reza berdiri disana dan ternyta reza membangun sebuah panti asuhan yang diberi nama “Rahma Foundation”. Itu semua dilihatnya melalui imajinasinya padahal reza telah tiada.

            Kemudian orang tua reza menceritakanya bahwa reza berniat ingin melamar rahma setelah kepulangannya dari Amsterdam dan lebih mengejutkannya lagi, Reza telah menyiapakannya dan melangsungkan acaranya di gedung panti asuhan yang baru dia buat. Mungkin itu semua pembuktiaan cinta reza untuk rahma..

            jika suatu harinanti,
            Kau kembali bertewmu dengannya,
            Jangan pernah malu mengatakan kata “MAAF”
            ***REZA RADITIYA***

            aku akan menjemputmu..
            Bukan sebagai sahabatmu..
            Melainkan sebagai kekasih abadimu nantinya..”
            ***REZA RADITIYA***