Jumat, 21 Agustus 2015

ABOUT



4.      I’m Here For You

Butuh waktu lama, untuk memberanikan diri menyapamu kembali
Aku berusaha keras, agar aku tak mendapatkan julukan “pecundang”
Aku benci kata itu, tapi aku begitu canggung di berada disisimu
Kita kembali bertemu dalam obrolan lewat dunia maya,
Aku lupa, tepat bulan juni lalu kamu merayakan ulang tahun
Sungguh aku lupa ..
Aku menyukai kebersamaan semu ini
Bagaimana bisa dikatakan semu ?
Kita ngobrol banyak hal, namun hanya melalui dunia maya
Hingga akhirnya kita lupa dengan tujuan kita
Hai .. I’m Here For (You)

ABOUT



3.      Kita sama , Namun Kita beda

Aku senang mendengar kabar bahagia
Ketika namamu berada dalam satu ruangan  denganku
Tidak ada jarak yang menghalangi, aku bisa leluasa melihat dirimu setiap saatnya
Mungkin ini, skenario yang aku favortikan !
Bagaimana dengan dirimu ?
Hingga akhirnya, kabar bahagia datang kembali
Aku ditunjuk sebagai pemimpin kelas
Sedangkan kamu menjadi sekeretaris kelas
Mungkin itu semua hanya kebetulan
Hei .., tidak ada yang kebetulan, tuhan telah menyusunnya sedemikian rupa
Kamu tak perlu tau tentang skenarionya
Kita sama , namun kita beda
Kata itulah yang tepat untuk saat ini
Kita berada diruangan yang sama.
Namun, kita memiliki perbedaan
Apa kamu mengetahuinya ?
Kamu menyukai pelajaran ipa dan bahasa inggris
Sedangkan aku menyukai pelajaran ips
Setiap harinya kamu mengetahui banyak tentang rumus dan bahasa  asing yang kamu kuasai
Sedangkan aku mengetahui banyak tentang sejarah “kita”
Ralat. Bukan sejarah kita melainkan sejarah yang pernah terjadi  didunia ini.
Aku begitu bodoh dalam penguasaan bahasa asing, yang aku ingat hanya kata
I LOVE YOU

ABOUT



2.      Aku Cuman Rindu ! Itu Saja

Aku ingat betul, terakhir kamu tersenyum kepadaku
Tepat diacara perpisahan sekolah kala itu
Kamu menyunggikan senyuman itu untukku
Manis.., sangat manis
Mungkin itu ciri khas darimu yang aku tau
Tepat diacara itu pula kamu terlihat sangat cantik !
Maaf, aku terlalu berlebihan menilaimu
Tapi itulah penilaian dariku, tidak ada yang aku kurangkan
Saat itu, kebaya yang kamu gunakan begitu indah
Tak lupa dengan pashmina yang kamu gunakan terlihat selaras, mungkin saat itu kamu menyukainya
Tak ketinggalan dengan tas yang selalu setia berada dipunggungmu, tas orange dengan bertuliskan Namamu melengkapi semuanya
Aku tau betul..
Kemudian, aku memberanikan diri untuk ngobrol sekedar basa basi
Sekaligus mencuri curi waktu bersamamu
“selamat yah, kamu juara 2 umum dengan nilai terbaik” pujiku
“sama sama”jawabmu yang tak ketinggalan dengan senyuman yang mengembang
Obrolan macam apa !! aku terasa canggung berada didekatmu
Dasar pecundang!! Aku terasa tak mampu membidik panah dengan benar
Oke.. aku salah
Sejak saat itu, kita berpisah
Upss.. ralat, bukan kita. Aku terlalu lancang betul menyelipkan namamu dalam kalimat “KITA”
Maaf ..
Kemudian, aku dan kamu kembali bertemu diacara reuni
Ada yang terasa ganjil yang tak mampu aku diskripsikan.
Kamu datang dengannya
Skenario apa lagi yang kamu buat, aku tak paham.
Hingga membutuhkan beberapa menit untuk mencerna semuanya untukku mengerti
Aku kecewa denganmu !
Entah, siapa yang harus disalahkan ?
Yang pasti aku belum siap betul dengan kebersamaan kalian !!
Jika kamu tak datang dengannya
Aku ingin jujur kepadamu, aku rindu akan dirimu
Rindu dengan senyuman yang tulus dari raut wajahmu
Rindu dengan lirikanmu ketika kamu melintas dikelasku
Bukan kabar dari hubungan kalian!!
Aku cuman rindu !! itu saja


ABOUT



1.      Ajari Aku melupakan !

Entah, sudah berapa tahun kamu tidak lagi disini.
Tak lagi mengikuti langkah kakiku..
Tak lagi bersandar di bahuku jika kamu lelah..
Sesederhana itukah, perpisahan diantara kita ?
Sesederhana itukah, kamu mampu melupakan segalanya ?
Oke, aku tak berhak tentang hal itu
Aku tak punya sikap andil agar kamu selalu mengingat tentangku
Bagaimana dengan diriku ?
Apa aku mampu melakukan apa yang kamu lakukan saat ini ?
Jujur, aku tak mampu melakukannya
Bagaimana mungkin aku melupakan tentangmu
Bernafas saja, aku terasa sesak !
Aku tak mampu melakukannya sayang ..
Andai kamu datang kembali, aku hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengulangnya kembali
Agar kamu mau mengajariku bagaimana cara melupakan
Itu saja.. tidak lebih
Disini, aku sekarat! Sudah berapa banyak tetesan ini jatuh ke lenganku
Tolong ! ajari aku cara melupakan !



Sabtu, 01 Agustus 2015

Gadis Di Musim Rindu



GADIS DI MUSIM RINDU
OLEH : PRAYOGA DWI  WIBOWO

Hai.. ombak : -) boleh aku bercerita ?
Tentang gadis berkacamata yang selalu datangg  dimusim rindu ?
Entah, kenapa gadis itu selalu hadir tanpa kuduga.
Tanpa ku ketahui apa tujuannya.
Tanpa ku kenal namanya lebih dahulu.
Walaupun begitu, aku selalu memerhatikannya,
Disetiap lekuk tubuhnya,
Disetiap dia menyunggingkan senyumanya untukku,
Disetiap dia selalu menyapaku terlebih dahulu,
Aku mengenal kehadirannya,
Yang aku tahu tentangnya, dia selalu memakai kacamata.
Sama sepertimu..
Upss. Ralat. Bukan sepertimu
Melainan seperti sesorang yang (dulu) singgah dihati.

Musim pertama..
Langit terlihat teduh,
Mega terlihat lelah menyinari.
Aku duduk ditepi danau kala itu, membawa buku diaryku,
Mungkin itu kebiasaanku,
Bukan aku terlihat sibuk ? bukan.
Karena aku mengidap amnesia. Membosankan bukan ?
“hai” gadis itu menyapaku terlebih dahulu. Sedetik kemudian duduk disampingku tanpa mengenalkan namanya.



“kau sedang apa ?”
“menunggu senja terlelap ? atau mungkin tengah menunggu seseorang disini ?”
Aku tak menoleh sedikitpun, aku biarkan pertanyaan menggantung dibenakku
Hamper 1 jam kami berdiam diri. Tanpa ada obrolan,
Tanpa ada cemilan yang menemani.
Kami duduk bersama..
Namun pikiran kami berbeda.

Malam telah berganti~
Bintang terlihat Nampak dilangit. Telah siap menemani
“sudah malam, boleh aku hantarkan kamu pulang?” tanyaku
Gadis itu hanya tersenyum
Manis..
Yah., senyum itu sangat manis untuk dinikmati
Aku menghantarkannya pulang dengan sepedaku

Musim kedua..
Langit terlihat menangis.
Entah kenapa langit menangis ?
Mungkinkah mega tak menemaninya ? atau mungkin bintang dan bulan tengah bertengkar ?
Andai aku bisa mengetahuinya ..
Aku tengah berteduh dishalter dekat sekolah
Kubiarkan sepedaku menikmati hujan sore itu.
“hai” gadis itu menyapaku memperlihatkan senyumannya yang mengembang diwajahnya.
Aku tak langsung menjawab
Aku tengah asyik menghitung rinai hujan yang gugur.



“jangan biarkan angin terlalu lama mendekapmu” ucapku sambil memberikan switter dan memakaikannya ditubuhnya.
“ayo kita bermain bersama”ajaknya sambil menarik lenganku
“ehhh.. tunggu”ucapanku tak digubris olehnya
Akupun menuruti kemaunnya bermain hujan hujan bersama
Sepanjang jalan gadis itu berteriak seakan melepas beban yang masih mengganjal direlung.
Tiba-tiba..
“apa aku salah ? apa aku terlalu berlebihan ? apa aku terlalu bodoh memelukku” bisik gadis itu sambil mendekapku dengan eratnya
Entah kenapa dia mengatakan hal itu..
Padahal aku merindukan pelukan yang telah lama melekat ditubuh
Aku bersemangat mengayuh sepadaku dengan cepat.
Tanpa memerhatikan seragam sekolahku,
Hingga akhirnya aku terbaring tak berdaya~

Hai .. ombak  masih mendengar jeritanku ?

Musim ketiga..
Tepat 2 pekan, aku berbaring ditempat tidur
Sangat membosankan
Setiap hari harus check up, pagi minum obat,siang minum obat, malam minum obat,
Tidak boleh terlambat makan, tidak boleh begadang mononton Manchester United bertanding
Ah.. membosankan betul,
Malam ini aku menyempatkan waktu untuk bermain gitar.
Tiba tiba saja, suara yang tidak asing lagi ditelingaku
“hai” sapanya yang tak ketinggalan dengan senyumannya
“bisa bermain gitar juga ?” Tanya kembali
Sedetik kemudian kami bernyanyi bersama menyanyikan lagu popular saat ini 



Endah Ft Rhesa – When you love someone
“nampaknya kau berbakat menyanyi”pujiku
“kamu terlalu berlebihan,
Apa kamu sakit ? apa karena diriku ?
Pertanyaanya tak langsung aku jawab. Aku berusaha mencari topic lain namun tak kudapatkan.
“hai.. apa kamu mendengar ku ?
“aku, engga sakit kok” jawabku dengan terhentaknya
“ok.. I believe you
Don’t make me worry !!”
Separuh malam telah berlalu, hingga akirnya aku terlelap nyenyak dipangkuannya
Mungkin karena efek obat yang ku minum tadi

Mega menyapaku, tak ada gadis itu disisiku.
Padahal semalam aku tidur dipangkuannya.

Kemana dia ?
Kenapa dia pergi ?
Ahh.. terlalu bodoh diriku!!
Menyakannya kabarnya, siapa diriku dihidupnya ?

Musim telah berganti~
Tak ada lagi hadirnya
Tak ada lagi senyumnya.
Tak akan pernah ada.
Yang ada hanya jejak bayangnya melekat dijalanku.
Terlalu bodoh diriku.



Aku tak sempat menyanyakan namanya
Tak sempat berfoto bersama,
Benar benar bodoh!!
Tepat musim ini, kau tak pernah kembali
Kini aku sadar, kalau kamu selalu hadir dimusim rindu.
Atau mungkin kamu…
Arghhh.. ekspetasiku terlalu berlebihan terhadapmu
Aku menikmati kebersamaan darimu
Walaupun sangat singkat..

“hai .. bagimana kabarmu ?”
“aku rindu akan hadirmu,
 Akan hadirmu yang hadir di musim rinduku, kapan kau akan kembali kepadaku ?”

~bersambung~