Kamis, 03 Maret 2016

Menemukanmu

Menemukanmu
Prayoga D Wibowo



"Kamu.. jangan buat janji ataupun komitmen yah, aku takut malam menagihnya hingga membuatku khawatir apa kamu mampu menepatinya"

Malam ini aku sengaja meluangkan waktuku menemanimu. Disini. Ditempat kamu menungguku setiap harinya. Kamu selalu menungguku tanpa lelah. Tanpa letih, kamu selalu melihatku dan menyambutku dengan senyuman yang mengembang dipipimu. Kamu melihatku saat aku turun dari kereta yang membawaku pergi.

Malam ini aku ingin bersamamu..sejenak menepikan seluruh aktifitasku seharian penuh. Dibawah kemerlap bintang bintang aku menatapmu dengan penuh rindu yang begitu menggebu. Kupikir kamu bakal memilih yang lain. Ternyata tidak , kamu disini duduk disampingku. Menemaniku. Membuat semesta iri melihat sepasang insan yang telah lama.. dipisahkan.

Aku mensejajarakan tempatku duduk. Menatapmu semakin dekat , lebih dekat , sangat dekat. Hingga aku mengetahui secara menyeluruh bagaimana bentuk wajahmu.

Aku mengusap rambutmu yang tertutup balutan kerudung berwarna hitam. Sekilas aku membisikan sesuatu tepat ditelingamu "Aku janji tidak bakal pergi jauh lagi"

Kamu tersenyum simpul mendengar ucapanku. Hingga membuatku bingung " Aku tidak ingin kamu membuat janji ataupun komitmen yang nantinya bakalan ada hati yang terluka lagi" katamu

"maksud kamu ?" Aku semakin tidak mengerti.

Kamu menarik nafas dalam dalam kemudian " Intinya kamu jangan buat janji ataupun komitmen, aku takut malam menagihnya membuatku khawatir apakah kamu mampu melewati malam ?."

Aku tertawa mendengar penjelasanmu yang terbilang lucu bagiku. Aku mendekatkannya kembali dan berbisik "kalau begitu , maukah kamu menemaniku ? Menjadi teman hidup sekaligus isteriku ?"

Kamu tidak menjawab pertanyaanku kamu diam. Aku sempat kecewa padamu. Apakah ini jawabanmu ? Apakah dahalu aku salah ? Oke, aku akui aku salah meninggalkanmu tanpa memberi tahumu terlebih dahulu. Tapi, sekarang aku kembali lagi. Kembali lagi menjemputmu

Tiba tiba saja , tanganmu menggenggam tanganku begitu erat. Aku tidak mengerti dengan perilakumu. Kemudian kamu menjawabnya "jadilah imamku, aku ingin mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran saat kita sholat berjamaah, dan mengajariku"

Aku tersenyum bahagia mendengarkan jawaban darimu. Aku membalas genggaman tanganmu dan memelukmu erat erat seakan tidak ingin melepaskanmu pergi jauh. Aku membiarkan air mataku jatuh begitu saja. Kemudian aku mengecup keningmu.


♡♡♡

Seperti ini lah, hidup diperantauan jauh dari sanak keluarga. dengan memodalkan keberanian dan keterampilan yang dulu diajarkan keluarga maupun dari sekolah. Aku menguatkan tekadku menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Tujuanku hanya satu. Kelak , aku ingin melihat orang orang sekelilingku tersenyum mendengar keberhasilan yang aku raih.

Aku menghirup udara malam yang begitu terasa ditubuh. Pandanganku menatap langit malam yang terlihat sepi. Tidak seperti biasanya langit terlihat sepi.

Aku mengerutkan dahiku melihat sosok perempuan tengah duduk di seberang stasiun ini. Sepertinya aku mengenali perempuan itu. Sialnya. Perempuan itu menghilang dibalik datangnya kereta yang tiba di stasiun ini. Aku berusaha mencarinya, sayangnya perempuan itu menghilang begitu saja.

"Siapa dia ?, sepertinya aku mengenalinya ?" Gumamku.

Tempat aku kost dengan stasiun ini tidak terlalu jauh. Cukup naik becak sudah sampai tepat didepan kost kost an  yang terbilang cukup dihuni mahasiswa perantauan seperti aku ini.

Aku melemparkan tas disembarang tempat. Mungkin sudah menjadi kebiasaan saat aku masih duduk dibangku SMA dulu.

Aku mengistirahatkan seluruh tubuhku yang sejak pagi tidak ada hentinya beraktifitas. Pagi hari aku menjadi mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta yang ada di kota ini. Sore hari aku bekerja paruh waktu menjadi photographer.

Aku bisa saja menelfon orang tuaku untuk membiayai hidupku selama disini. Tapi , aku tidak ingin merepotkannya dan satu satu caranya bekerja paruh waktu yang saat ini aku jalani.

"Ayolah kenapa jadi seperti ini ?, siapa perempuan tadi yang ada di stasiun ?" Batinku. Aku memijit pelipis mataku Hingga akhirnya mataku tidak kuat menahan kantuk dan lelah selama seharian penuh.

♡♡♡

 Seperti biasa, aku selalu menyambutnya kala ia terbit. Seperti inilah aku menyambut sang surya. Sederhana. Cukup merentangkan tangan dan memejamkan mataku merasakan kehangatannya. Begitulah caraku menyambutnya.

Sunrise dikota ini begitu indah. Nyaris terlihat sempurna. Banyak orang yang berkunjung ke kota ini hanya ingin mengabadikan moment ini dengan berfoto. Tak ketinggalan dengan diriku. Aku selalu membawa kamera kesayanganku kemanapun aku pergi. Banyak foto foto yang tersimpan didalamnya. Termasuk foto wanita itu , wanita itu tersenyum bahagia ketika sedang mengikuti kegiatan MOPDB.

Entah , sampai sekarang aku tidak mengetahui banyak kabar tentang dirinya. Aku selalu disibukkan dengan aktifitasku begitu menyita waktu. Bahkan , waktu untuk menikmati sunsite dengan ditemani secangkir kopi pun tidak ada.

Bukan. Bukan maksud diriku menceritakan keluh kesah hidupku. Bukan. Hanya saja , aku begitu menikmati kesibukan yang aku jalani seperti saat ini. Aku menyukainya.

Untuk merasakan indahnya jatuh cinta pun aku tidak bisa. Bukan , karena aku tidak bisa merasakan hal itu. Melainkan, ada hal lain yang tidak bisa kamu mengerti. Kenapa aku tidak bisa jatuh cinta pada wanita lain. Kamu tidak akan mengerti hal itu...

♡♡♡

Aku menaruh kamera kesayanganku ke tas. Beberapa photo sudah kuambil dan tersimpan di kameraku. Kurasa lebih dari cukup untuk diberikan dibagian ke dewan redaksi sebagai pertimbangan apakah hasil photo yang aku ambil merasa pantas untuk dipublikasikan atau tidak. Aku melanjutkan aktifitasku selanjutnya menjadi mahasiswa.

Setiap hari , setiap kali aku pergi ke Universitas aku selalu menggunakan transportasi Kereta dengan alasan lebih cepat dan bisa menikmati keindahan alam lebih dekat. Sialnya. hampir 1 jam aku menunggu kereta tidak seperti biasanya selalu datang tepat dengan keberangkatan. Mungkin saja ada gangguan tekhnis pada bagian gerbong.

Sementara perasaanku semakin tidak karuan dan tidak menentu. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 09:00 itu berarti aku masih memiliki waktu tidak kurang dari 30 menit. Sebelum mata kuliah dimulai. Mengatasi masalah kejenuhanku aku mengambil kamera kesayanganku dari dalam tas. Ku lihat beberapa photo lama saat aku duduk dibangku SMA dahulu.

Sewaktu SMA aku begitu aktif mengikuti kegitan estrakulikuler diantaranya menjadi Anggota Osis dan design mading. Aku tersenyum simpul melihat salah satu photo yang kudapat saat aku ditugaskan mengambil gambar waktu acara MOPDB dulu. Ada 2 orang perempuan sedang tertawa entah apa yang mereka tertawakan begitu bahagia saat aku melihat photo ini.

Delate..

Tidak. Aku tidak ingin photo yang menurutku bagus dihapus begitu saja dari kamera kesayanganku walaupun photo itu bukan aku. Tapi aku ingin photo ini ingin menjadikan kenang-kenangan saat aku lulus nanti.

Aku mematikan kameraku dan menaruhnya kembali. Betapa terkejutnya diriku saat melihat perempuan kemarin malam ada di seberang stasiun ini. Kemudian terlihat kembali dengan aktifatasnya. Entah apa aktifitas yang ia kerjakan.

Aku mengamatinya secara menyeluruh. Perempuan itu tengah asyik menulis di buku diarynya. Aku tersenyum simpul. Sayangnya saat aku tengah mengamatinya denga serius kereta tiba distatisiun ini. Tanpa menunggu lama lagi aku langsung masuk kedalam kereta.

Sengaja mencari tempat duduk menghadap keluar. Aku masih mengamatinya dari dalam kereta sementara kereta masih menunggu penumpang lain. Perempuan itu masih saja menulis entah apa yang ia tulis. Catatan kecilnya kah ? Schedulenya kah ? Atau Arsip kerjanya ? Aku tidak mengetahui hal itu. Yang aku tahu darinya perempuan itu menulis dengan penuh senyuman yang mengembang dari wajahnya. Terasa cukup baginya, perempuan itu pergi meninggalkan tempat dimana ia menulis diseberang stasiun ini. Perlahan kereta yang aku tumpangi melaju perlahan meninggalkan stasiun ini.

♡♡♡

 Kereta yang membawaku kembali sudah tiba di stasiun ini. Stasiun ini terlihat lengah sudah tidak ada penumpang satu pun. Hanya ada petugas kebersihan dan security di luar stasiun yang tengah asyik ngobrol entah apa yang mereka bicarakan.

Langkah kakiku terhenti saat melihat perempuan itu. lagi lagi tengah duduk di seberang stasiun ini. Kesibukannya kali ini bukan lagi menulis apa yang mengganjal otaknya.

Kali ini , perempuan itu sedang melukis sesuatu. Agak sedikit aneh melihat seseorang tengah asyik melukis sementara waktu sudah menunjukkan pukul 23:00.

Tangannya begitu mahir meramu warna warna menjadi satu dan dituangkannya kedalam sketsa yang sudah ada di kertas.

Di biarkan bekas warna cat minyak di wajahnya. Perempuan itu begitu serius dengan kesibukannya kali ini.

Oh ..sekarang aku tahu tujuannya selalu datang ke tempat ini. Mungkin saja , perempuan itu tengah menunggu seseorang yang amat berarti dihidupnya.

Atau mungkin..

Ah.. seharusnya aku tidak membuat persepsi buruk terlebih dahulu. harsukah aku menanyakannya apa alasan dia selalu datang ketempat ini dengan segala aktifitas yang berbeda ?.

Mungkin ada saatnya hal itu akan aku tanyakan kepadanya. Tidak sekarang ! Melainkan lusa, percuma saja menanyakan sementara perempuan itu tengah sibuk melukis.

Setelah dirasa cukup memberi warna pada lukisannya, perempuan itu merapihkan kembali semua peralatan lukisnya. Kemudian , perempuan itu menyapa ke arahku dan memberikan senyuman.

Aku dengan sengaja membuang wajahku. Seolah olah aku tidak melihatnya. Padahal aku selalu memperhatikannya diam diam.

Tiba tiba saja , datang seorang perempuan menghampirinya. Aku semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Perempuan yang aku perkirakan umurnya 18 tahun itu. Membantunya pergi meninggalkan tempat itu.

Banyak pertanyaan yang menggantung di pikiranku sekarang ini. Rasa ingin tahu ku semakin tidak bisa terbendung.

Malam semakin larut aku sudah semakin lelah ingin mengistirahatkan seluruh badanku beraktifitas seharian penuh.

♡♡♡

 Sabtu , yah ini hari sabtu. Kesibukanku di hari sabtu benar benar luar biasa menyita waktu. Pertama , Setiap sabtu aku ada sesi pemotretan artis.  Hitung hitung mencari tambahan.Kedua , setiap sabtu juga kantor selalu mengadakan evaluasi per pekan. Biasanya rapat berlangsung dari pagi hingga siang.

Setelah mengadakan meeting evaluasi selesai. Aku langsung pergi ke kantin dekat kantor menikmati caffe kesukaanku dengan taburan granade diatasnya yang begitu menggoda indera penciuman.

Selalu saja sama , setiap kali datang  ketempat ini selalu memesan pesanan yang sama , selalu memilih tempat menghadap kearah jendela.Selalu saja begitu. Bahkan,  weiters disini sudah hafal semua. Dengan takaran caffe dan gulanya

Aku menyeruput caffe yang sedari tadi menggoda indra penciumanku. Setelah itu , kubiarkan kembali menguap hingga benar benar dingin. Aku mengambil laptop kesayanganku sekedar mengedit photo yang sudah lama tidak bisa aku kerjakan lantaran kesibukanku.

Seringkali aku selalu saja tidak bisa membedakan pekerjaan kantor dengan kuliah. Nyaris setiap hari aku selalu membawa pekerjaan kemana pun aku berada. Entah itu, di kantor , di kost maupun di kampus.

Bukan maksud dibilang banyak orang terlihat sibuk. Melainkan , ini bagian dari konsekuensinya yang harus aku terima.

♡♡♡

Alunan biola mendayu dayu begitu menggema di sudut stasiun ini. Mengiringi perjalanan malamku yang begitu sunyi. Aluan biola terdengar dengan jelas disetiap sudut stasiun ini. Aku sepertinya mengenal dengan nada ini. Seperti dulu , aku pernah mengajari seseorang tentang nada ini.

Tapi , siapa yang memainkan biola begitu enak didengar dan begitu menentramkan hati dan pikiran yang sedang stress. Seharian penuh dengan rutinitas bekerja dan kuliah.

Malaikat penyuka musik kah ? Yang memainkannya ? Atau Peri cantik yang memainkannya ?.

Aku terus mencari sumber suara biola itu begitu menentramkan pikiran. Hingga akhirnya , aku berhasil mencari asal sumber suara itu.

Kamu.

Lagi dan lagi, kedatanganmu tidak pernah aku mengerti. Kamu selalu datang ketempat ini, di sudut tempat ini dengan rutinitas yang berbeda.

Menulis ..

Melukis ..

Hingga memainakn biola ..


Aku begitu kagum melihatmu beraktifitas tengah malam. Bahkan , perempuan lain tidak bisa sepertimu. Aku yakin tidak ada bisa.
Ada satu hal yang tidak pernah aku mengerti tentang kedatanganmu disudut seberang stasiun ini. Awalnya aku menduga kamu tidak lain seperti masyarakat disekitar stasiun ini. Ternyata tidak , kamu selalu datang setiap hari.

Aku masih mengamati kamu tengah asyik memainkan biola kesayanmu. Tanpa sadar aku larut mendengar alunan biola yang kamu mainkan.

PRAK PRAK (suara tepukan tangan)

Aku memberikan applause untukmu. Kamu melihatku memberikan senyuman khasmu membuatku merasa jauh.. lebih tenang.

Hening..

Tiba tiba , kereta yang berhenti di stasiun ini memberikan kesempatanmu untuk menghilang.

Lagi lagi ..

Kamu kembali menghilang dibalik datangnya kereta yang berhenti. Selalu saja begitu , padahal aku masih ingin mendengarkanmu memainkan biola ini.

♡♡♡

 Langit terlihat ramai malam ini. Hamparan bintang bintang begitu terlihat disana, tak lupa dengan bulan yang menemaninya seakaan tarasa lengkap sudah menyaksikan kemesraan mereka.

Kadang , saat aku termenung dan menatap langit. Aku begitu iri melihat kemesraan antara Bintang dan Bulan. Bahkan kemesraan itu berakhir dengan begitu indah. Dengan munculnya sunsite yang mengakhiri kemesraan mereka.

Jujur ..

Aku iri melihatnya ..

♡♡♡

Pulang malam sudah terbiasa bagiku. Anehnya , saat aku tiba di stasiun ini tidak ada kehadiran perempuan yang selalu hadir selama 3 hari belakang ini.

Kemana dia ?

Mungkin perempuan itu sibuk dengan aktifitas yang sebenarnya bukan aktifitas dia datang disini. Aku menghirup nafas , angin malam terasa menusuk kulit. Aku mengamati sudut itu. Sudut dimana perempuan itu duduk di seberang stasiun ini.

Aku mengerutkan dahi melihat selembar kertas di bangku sana. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun ini.

Rasa ingin tahu ku semakin menjadi jadi. Apa isi dari surat itu ? Siapa yang menulis surat ?. Yah.. seperti itulah pertanyaan sudah aku siapkan.

From : M.K
Art Galleri  Tomorrow

Hanya tulisan itu yang aku temukan didalam lembar kertas. Aku tidak mengerti dengan maksud dari tulisan itu.

"Mungkin saja , ada orang jahil" pikirku

Aku bergegas pulang ke kosan karena esok akan ada pemotretan diacara paling bergensi. Banyak pelukis ternama akan memajang sebuah lukisan yang benilai estetika.

Aku memastikan perlengkapan untuk besok dibawa sudah selesai. Termasuk kamera kesayanganku. Hampir setiap tahun , Kantorku selalu saja menugaskanku mengambil gambar dalam acara seni tersebut.

Menurutku acaranya biasa biasa aja tidak ada yang istimewa. Istimewa dalan artian mungkin banyak pelukis ternama ikut meramaikan acara tersebut.

♡♡♡

Pengunjung dari berbagai kota sudah hadir melihat lihat lukisan yang dipajang diacara ini.

Entah , sudah berapa gambar sudah aku simpan di kameraku ini. Tak ketinggalan melewati moment yang diadakan pihak panitia penyelenggara setiap satu tahun sekali. Aku mengabadikan moment ini dengan berfoto bersama dengan pelukis ternama dan juga belajar banyak tentang tekhnik melukis.

Jujur , waktu SMA aku selalu melukis tak jarang lukisanku aku abadikan di mading sekolah. Banyak respon positif dari siswa siswi yang melihatnya dan juga Guru. Pernah aku ditawarin mengikuti lomba sand art aku menolaknya lantaran tidak belajar melukis diatas pasir.

Langkah ku terhenti saat melihat lukisan yang menggunakan tekhnik aquarel ini begitu sempurna dengan perpaduan warna. Aku menyukai lukisan ini. Namun aku tidak menemukan nama yang melukis dengan tekhnik seperti ini.

Acara yang ditunggu tunggu pun tiba.lelang lukisan akan dimulai banyak pengusaha yang ingin membeli lukisan dengan harga yang cukup fantastis untuk sebuah lukisan.

Aku hanya bisa tertegun melihat penawaran dari beberapa pengusaha yang mencoba menawarkan harga. Hingga akhirnya diputuskan bahwa penawaran berhenti di kisaran 500 juta. Mr.Smith sekaligus memenangkan lelang kali ini.

Mungkin banyak orang yang bertanya tanya siapa pelukis yang begitu luar biasa membuat lukisan dengan harga jual yang begitu fantastis.

Seorang wanita cantik dengan di pegangnya sebuah hasil kukisan yang tertutup kain hitam. Dan kalian tahu siapa wanita cantik yang sudah membuat hasil karya lukis luar biasa itu ?.

Kamu..

♡♡♡

"Hai.. boleh aku duduk disini" tanyaku mencoba untuk ngobrol lebih dekat dengannya

"Tentu , "jawabnya datar sambil menggeser tempatnya duduk memberikanku tempat

Aku gugup saat berada didekatnya. Mungkin karena aku belum terbiasa duduk berdua dengan orang ternama. Seorang pelukis muda berbakat yang sekarang duduk berada disamping aku.

"Kamu engga mengambil gambar ?"tanyanya memulai obrolan. Mungkin dia tau kalau aku bukan tipe orang yang suka berbasa basi.

"Engga , baterai kameraku low batte" kataku memberikan senyum simpul

"Kamu sendiri kenapa disini ?"tanyaku kali ini.

Perempuan itu tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya diam mematung entah apa yang dia pikirkan. Aku tidak tahu.
 "Hai.."panggilku setengah berteriak sambil melambaikan tanganku ke wajahnya

"Haa."jawabnya begitu terhentak

"Maaf , kalau sudah membuatmu terkejut" maafku

"It's Oke , "

"Boleh aku menanyakan sesuatu padamu" aku mencoba memberanikan diri dengan menanyakan sesuatu yang sudah lama aku simpan di otakku

"Tentu"

"Kenapa kamu selalu datang di stasiun itu dengan aktifitas yang berbeda ? Apa tujuanmu datang sementara kamu selalu berada disana hampir setiap malamnya ?"

"Apa perlu aku jawab ?"

"Tentu ,"pikirku

"Kurasa tidak , mungkin nanti kamu akan mengetahuinya" ucapnya

"Hmmp.. baiklah , kalau kamu engga mau jujur enga apa apa"

Hening

"Hei.. kenapa kamu selalu pakai kacamata ?"tanyaku lagi lagi

"Kurasa profesimu seperti wartawan yang selalu menyanyakan hal yang tidak penting" pikirnya dengan tenang namun penekananya begitu mengena di hatiku

"Maaf kalau membuatmu merasa engga nyaman dengan"

"Engga apa apa, kamu mau tau yang sebenarnya kenapa aku selalu datang ke stasiun dan selalu memakai kacamata" ucapnya

"Iyah , aku ingin tahu yang sebenarnya" aku begitu antusias mendengar ucapan darinya

Perempuan itu kembali terdiam sejenak. Perempuan itu mengambil sebuah lukisan yang tertutup kain hitam. Membuatku semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya.

".."sambil membuka kacamata hitamnya melekat dihidungnya

"Kamu..." jawabku memotong ucapannya

"Yah aku buta ,"

"Aku semakin engga mengerti , kenapa hal ini bisa terjadi" tanyaku kali ini

"Kenapa hal ini bisa terjadi.."

"Kenapa hal ini bisa terjadi.. karena.." ucapnya sambil membuka kain hitam yang membungkus lukisan itu.

Sebuah lukisan anak laki laki sedang mengambil gambar saat mengikuti kegiatan MOPDB. Anak laki laki itu begitu serius mengambil gambar dengan kamera kesayangannya. Dan perlu kalian tahu siapa anak laki laki itu. Anak laki laki itu adalah..

AKU..

♡♡♡

"Hei..kamu terlihat cantik dengan gaun ini, kuharap kamu jangan melepaskannya hingga mentari membangunkan kita" pintaku melihat perempuan itu sudah sah menjadi isteriku memakai gaun pengantinya

"Kamu terlalu berlebihan , aku jelek untuk merias wajahku saja aku tidak bisa. Aku buta ," jawabnya

"Sssst.. kamu jangan ngomong seperti itu. Itu menurutmu, menurutku kamu itu cantik."

"Hmmmp.. terima kasih yah" ucapnya

"For what ?" Tanyanku tidak mengerti maksudnya

"Terima kasih sudah menerimaku apa adanya dan mau menjadi imamku dan untuk anak anakku nantinya" ucapnya diiringi isakan tangis dari matanya

"Heii.. aku tidak pernah memintamu untuk menjadi yang sempurna , cukup jadilah dirimu dengan segala kekuranganmu pun aku suka sayang. Itu sudah menjadi kewajibanku kamu tidak usah khawatir , aku akan selalu menjagamu dalam keadaan apapun"jawabku menyeka air matanya

"Kamu jangan menangis sayang.. aku disini untukmu" ucapku kali ini memeluknya tidak ingin aku lepaskan kemudian aku mengecup keningnya.

END


Minggu, 17 Januari 2016

Pelangi Tanpa Hujan



PRAYOGA D WIBOWO



PELANGI TANPA HUJAN



“Jika suatu hari nanti kamu kembali bertemu dengannya jangan pernah malu mengatakan "Maaf". Katakan padanya kalau dia lah orang yang tepat dihidupmu”









Prolog :

Saat kamu mengharapkan dia yang selalu kamu perjuangkan. Tanpa sadar, ada orang lain yang selalu ada untukmu, selalu menyelipkan namamu dalam doanya.

Ketika semua orang pergi jauh meninggalkanmu, perlahan kamu mengerti arti dari perjuangan dia yang selalu ada untukmu.

Dia yang sunguh sungguh menjagamu tanpa meminta imbalan apapun. Dia yang selalu menyisahkan waktunya berusaha berada disampingmu tanpa meminta ucapan terima kasih darimu. Atau mungkin , dia yang selalu berusaha mengusap air matamu tanpa kamu memintanya.

Jika suatu hari nanti kamu kembali bertemu dengannya jangan pernah malu mengatakan "Maaf". Katakan padanya kalau dia lah orang yang tepat dihidupmu.













*Hujan & Rindu*

Seperti Hujan & Rindu yang tidak pernah bisa dipisahkan. Bukankah selalu ada Rindu saat Hujan tiada. Bahkan Hujanlah yang membuatnya menjadi Rindu. Mungkin mereka saling melengkapi satu sama lain bukan ?. Seperti Bulan & Bintang, Seperti merpati yang selalu setia dan tidak pernah ingkar. Seperti Aku & Kamu.

Hmmm....

Langit terlihat gelap tidak ada cahaya matahari yang menyinari. Mungkin telah memasuki musimnya  hingga membuat matahari enggan menampakkan dirinya.

Seorang gadis berkacamata tengah berdiri didepan gerbang sekolah dengan tangan melipat diatas dada dan berharap saja bisa mengurangi rasa gigilnya. Gadis yang biasa disapa Rahma itu salah satu siswa terbaik disekolah ini. Bagaimana bisa dikatakan terbaik ? Rahma selalu menjuarai lomba speeking English dan juga salah satu anggota Theater Semu yang selalu membawa pulang banyak piala.

Rahma selalu melakukan hal yang sama menunggu jemputannya. Berbeda dengan Reyhan yang tidak pernah dijemput. Keluarga Reyhan tidak pernah mengajarkannya untuk manja mungkin dari situlah Reyhan selalu bersikap mandiri.

Reyhan telah mengenal Rahma sejak dirinya duduk dibangku SMP. Hingga berlanjut ke SMA bahkan mereka berdua dipertemukan kembali dalam satu kelas.

Reyhan mempercepat langkahnya sambil menutupkan kepalanya dengan tangannya berharap Hujan tidak membasahi rambutnya.

"Kamu sedang apa ?" Tanya Reyhan saat melihat Rahma tengah melirik kearah jalan raya
"Menunggu jemputan , kamu belom pulang"
"Hmmp, engga , mau aku temenin" tawar Reyhan
"Apa engga ngerepotin kamu nemenin aku disini?"
"Engga kok , aku kan cowo masa membiarkan cewe menunggu sendirian disini"jawab Reyhan sambil tersenyum simpul
"Hmmmp,"

Tidak ada perbincangan lebih lanjut antara mereka. Reyhan tengah sibuk mencari sesuatu guna menjaga bukunya agar tidak basah. Sedangkan Rahma masih melakukan hal yang sama melirik kearah kanan jalan semoga jemputannya lebih cepat menjemputnya

Ini bukan kali pertama Reyhan selalu menunggu Rahma selepas pulang Sekolah. Bahkan Reyhan pernah melakukannya saat ia SMP

"Han , aku pulang yah"pamit Rahma sambil berlari kecil dan menutupkan kepalanya dari rintihan hujan
"Ehh.. udah dijemput toh , hati hati"jawab Reyhan sambil melambaikan tangannya.

Reyhan masih mengamati motor yang membawa pergi Rahma. Hingga tidak terlihat dipersimpangan jalan.

"Siapa orang yang menjemput Rahma ? Pacar ? Atau .. Lupakanlah jangan Buat persepsi konyol seperti ini Reyhan"Batinnya

"Adik , kenapa belom pulang ?"tanya Penjaga sekolah yang menyadarkan Reyhan dari lamunannya
"Ehh .. bapak bikin jantungan aja, ini mau pulang pak "jawab Reyhan
"Pintunya bapak kunci yah"
"Silahkan pak"

Reyhan pun langsung bergegas pulang. Untungnya hujan telah reda dan dirinya tidak khawatir dengan kondisi fisiknya dan buku pelajarannya.

"Saat kamu jauh dari orang yang kamu sayang, cukup rentangkan tangan dan kamu pejamkan matamu kemudian kamu bayangkan orang yang kamu sayang, Seakan mampu menghilangkan rasa Rindumu dengannya"

♡♡♡

*With You*

Tidak biasanya Reyhan datang telat , biasanya Reyhan selalu datang lebih awal dari anak anak. Kenapa sekarang dia belom dateng ?

"Ren , ko engga bareng reyhana ?"tanya Rahma yang begitu khawatir
"Engga ma , tadi gue ada tugas kelompok makanya gue sengaja berangkat duluan"jawab Reno
"Okee deh Thanks"

Apakah semuanya gara gara kejadian kemarin ? Apakah dia sakit ?

"Ma , dari tadi loe gue liatin kaya orang bingung gitu ?"tanya Lina yang nampak risih melihat tingkah laku sahabatnya
"Ehhh.. engga kok , "jawab Rahma dengan terbata bata
"Serius ?"tanya Lina kali ini untuk meyakinkannya
"Iyah Lina sayang"ucap Rahma sambil memeluk sahabatnya yang satu ini

Rahma selalu begitu sikapnya dengan sahabatnya begitu peduli terhadap siapapun. Termasuk Lina, Tak jarang kalau diantara mereka banyak yang menyebutnya saudara kembar. Padahal tidak , Hanya saja rumah Rahma dengan Lina tidak berjauhan hanya dibatasi satu blok/gang saja.

Yang benar saja 5 menit lagi bel masuk berbunyi. Batang hidunya tidak nongol muncul juga.

Tiba tiba saja ada yang mengkagetkan Rahma dari belakang.

"Dor !!" Bentak Reyhan sambil memegang punggung Rahma
"Astagfirullah"jawab Rahma dengan terhentak
"Nungguin yah "ledek Reyhan sambil tertawa renyah
"Dih Geer banget kamu Han"elak Rahma sambil melipat tangannya
"Heeh jujur aja sihh"ledeknya sambil menjulurkan lidah
"Nyebelin tau gak"
"Yee.. dia baper"ucap Reyhan sambil menghampiri Rahma duduk di tempat duduknya

♡♡♡

Demi apapun seluruh siswa siswi SMA Negeri 12 benar benar bergembira. Lantaran guru guru ada rapat dinas.

"Ke gramedia yuk" ajak Reyhan sambil mengencangkan tasnya
"Ngapaiin ?"
"Cari buku lah , mau engga ?"
"Boleh , jangan lama lama yah"seru Rahma
"Okee" jawab Reyhan sambil memberikan tanda setuju

-

-

-

"Kamu suka novelnya" tanya Reyhan membuat Rahma terkejut
"Ehh.. engga ko"
"Ambil aja " suruhnya
"Loh , aku engga bawa uang lebih"
"Biar aku yang bayarin"
"Engga ahh, "
"Yaudah sini, biar aku yang beli"jawab Reyhan
"sejak kapan kamu suka sama novel han ?"tanya Rahma sambil menutup mulutnya menahan tawa
"Dih -, aku engga suka baca novel lebih baik baca komik"
"Terus kenapa dibeli ?"
"Aku beli buat kamu lahh"
"Hmmp, dibilang jangan beliin "
"Uang uang siap"ucap Reyhan sambil menjulurkan lidahnya
"Terserah kamu lah"

♡♡♡

Selepas pulang dari gramedia membelikan novel Rahma. Tidak hanya itu aja, Reyhan mengajak Rahma pergi ketempat Favoritenya dulu. Yah gedung kosong yang sudah tidak berpenghuni menjadi tempat favorite Reyhan dan Rahma. Bahkan meraka selalu menyaksikan keindahan matahari terbenam dan gemerlap bintang berhamburan dilangit.

"ketempat biasa yuk"ajak Reyhan kali ini
"Katanya habis pergi gramedia langsung pulang" jawab Rahma yang begitu kesal
"Please kali ini aja , mau yah yah"ajaknya yang tidak kehabisan akal
"Hmmp,"

"Han , tungguin dong aku kan pake rok"ucapnya yang begitu kesusahaan naik keatas
"Iyah iyah, ini aku tungguin"
"Hmmp"

Disinilah Reyhan dan Rahma selalu menceritakan peristiwa konyolnya. Bahkan mereka selalu menceritakan Rahasia dan Tujuannya setelah lulus nanti.

Lalu, mengapa tidak menjalin hubungan ? Kenapa Reyhan tidak mengungkapkan perasaannya ?

Reyhan tidak pernah berfikiran seperti itu. Percuma saja kalau di mengungkapkannya langsung, pasti Rahma tidak memiliki rasa yang sama kepadanya. Bisa jadi, Rahma mungkin menjauh darinya

Apalah yang Reyhan banggakan ? Otaknya saja tidak sepintar Rahma. Wajah Reyhan tidak ganteng seperti siswa laki yang selalu mendekati Rahma. Reyhan sadar kalau dia memang tidak pantas.. untuknya. Seperti langit dan bumi.

Lebih baik Reyhan mengkunci rapat rapat perasaan. Baginya berada disisinya sebagai sahabat sudah lebih dari kata cukup. Dengan begitu Reyhan bisa selalu tertawa bersama dengannya.

"Bukan dia yang memiliki kelebihan yang harus kamu pertahankan, Melainkan dia yang mampu membuatmu tertawa dengan caranya lah yang patut kamu pertahankan"

*About You*

Reyhan memang tidak menyukai novel lebih baik dirinya membaca komik. Disisi lain Reyhan pun memiliki hobby menulis, saat tidak ada tugas sekolah Reyhan selalu menulis cerpen. Bahkan Rahma pun tidak pernah mengetahui hobby ini. Rahma hanya mengetahui dirinya memiliki hobby bermain bola.

"Ka , boleh kita bicara sebentar"ajak Reyhan
"Boleh,"jawab ka Anggi kakak kelasnya yang juga ketua dari etarakulikuler Theater Semu
"Jadi gini ka , saya selalu nulis cerita , saya ingin menawarkan cerita saya untuk ditampilkan sama anak theater semu" ucapku
"Hmmp.. bagus dong, tapi saya engga janji yah , soalnya kalau ada yang mau menyerahkan cerita orang lain untuk ditampilkan, biasanya kita selalu rapat dan juga membaca dulu jalan ceritanya apakah ceritanya layak ditampilkan apa engga"paparnya
"Gini ka , saya udah ketik ceritanya kaka bisa baca , kalau menurut tim kaka bagus saya bersedia terlibat dalam pembuatan naskahnya, kalau engga bagus juga engga apa"ucap Reyhan sambil memberikan kertas yang kurang lebih ada 20 halaman
"Okee deh , kalau ceritanya bagus saya konfirmasi ke kamu"
"Okee ka ,"
"Oh..iyah nama kamu siapa ?" Tanya sambil membolak balik kertasnya
"Reyhan Aditiya kelas X 1 ka "jawab Reyhan sambil nyengir kuda
"Sekelas dong sama Rahma"
"Iyah ka,"
"Yaudah kalau gitu , saya titipkannya ke Rahma yah" saranya
"Jangan ka, jangan kasih ke Rahma"
"Loh , memangnya kenapa ?"
"E.. Rahma sering lupa ka , ini ka nomer Handphone saya kaka bisa hubungin saya"ucap Reyhan sambil menulis nomer handphonenya
"Oke deh"jawabnya memberikan tanda setuju

♡♡♡

Kurang dari satu minggu setelah pertemuan singkat dengan ketua eskul Theater Semu dan menyerahkan cerita yang baru alu selesaikan minggu lalu.

Respon positif dari eskul Theater semu membuat Reyhan girang tidak karuan. Seperti janjinya kalau seadainya diterima ceritanya dirinya bakal terlibat penuh dalam proses pembuatan narasinya.

Tentu Reyhan menyerahkan ceritanya ke eskul Theater Semu bukan tanpa alasan. Reyhan tahu kalau Rahka merupakan salah satu anggota Theater Semu yang selalu memerankannya dengan sangat baik dan penuh penghayatan. Makanya Reyhan dengan memodalkan semangat dan keyakinan Reyhan menyerahkannya.

Kenapa Reyhan tidak mengitimkannya ke penerbit saja ? Toh, lumayan kalau ceritanya dijadiin novel ?

Reyhan tidak pernah berfikiran sejauh itu. Bukan tidak berfikiran kedepan. Bukan , melainkan Reyhan ingin mencoba apakah dengan ceritanya semua murid SMA Negeri 12 mau menerimanya.

Masalah dikirim ke penerbit itu masalah gampang. Reyhan ingin melihat Rahma memerankan tokoh yang ada didalam ceritanya.

Bahkan ceritanya merupakan salah satu kisahnya dengan Rahma saat mereka duduk dibangku SMP.

"Han , ceritanya benar benar menarik"puji Ka Anggi yang membuat pipinya memerah
"Ahh.. kaka bisa saja ,"jawab Reyhan tersenyum senyum
"Oh..iyah , ini ada tiket penampilannya, tiket ini khusus buat penulisnya"ucap Ka Anggi kali ini sambil memberikan selembar tiket
"Terima kasih ka, saya usahin dateng ka"
"Okee"

"Bukan aku yang menceritakannya, melainkan penaku lah yang menulis semua tentangmu"

♡♡♡
*Show*

"Han "teriak Rahma dari kejauhan, Reyhan menoleh kearah sumber suara

"Udah tau pengumuman dimading"tanya Rahma sambil mengatur nafas
"Udah"jawab Reyhan tersenyum simpul
"Loh ? Emang apa?"
"Hari ini ada show dari Theater Semu kan ?"jawabnya untuk meyakinkan
"Ko kamu tau sih ?"
"Iyah lahh , udah lahh ayo kita masuk udah mau masuk"ajak Reyhan

Rahma masih tidak percaya kenapa Reyhan bisa mengetahuinya padahal, Reyhan belom lihat ke mading.

Lupakanlah masalah ini. Rahma berharap saja Reyhan bisa meluangkan waktunya untuk menonton dirinya tampil dengan rekan rekannya.

♡♡♡

Bel istirahat pun berdering terlihat siswa siswi berhamburan keluar kelas. Sekedar memberi makan cacing yang ada didalam perut yang meronta ronta.

Berbeda dengan Reyhan. Reyhan seperti biasa selalu menyempatkan waktu istirahatnya pergi ke perpustakaan untun mencari refrensi buat ceritanya. Diterima cerita yang Reyhan buat ternyata membuat Reyhan harus berfikir keras menghasilkan cerita cerita selanjutnya. Pasalnya Pelatih Theater Semu menunggu cerita cerita yang Reyhan buat.

"Ehh.. ada Reyhan, Jangan lupa nanti dateng yah " ucap Ka Anggi yang terlihat sedang sibuk membawa setumpuk buku
"Pasti ka" jawab Reyhan seperti biasa selalu memperlihatkan giginya yang tersusun rapi

♡♡♡

Selepas pulang sekolah Reyhan mmepersiapkan diri untuk hadir show Theater Semu.

Reyhan benar benar tersanjung berada dibangku barisan paling depan. Banyak orang bilang kalau barisan depan itu buat tamu tamu penting. Reyhan tidak memikirkan hal seperti ini baginya melihat action Rahma dari dekat membuatnya bahagia.

Drama yang berdurasikan hampir 2 jam telah habis. Teriakan penonton dan juga Applause terdengar seisi ruangan. Termasuk Reyhan yang memberikan semangat maupun tepuk tangan.

Selepas penampilan usai Reyhan hendak memberikan ucapan selamat secara langsung ke Rahma yang sudah memberikan penampilan yang membuat dirinya kagum dengan bakat akting Rahma.

Bukan hal yang sulit masuk keruangan make up. Mungkin karena Reyhan lah yang menulis ceritanya jadi diperkenankan masuk keruangan Make Up. Reyhan menunggu Rahma diluar ruangan. Sesekali melihat jam tangan yang menunjukkan pukul 8 malam.

"Ehh ada Reyhan" sapa Ayu salah satu pemain dalam drama tadi dari dalam ruangan make up
"Iyah nih yu" balesnya
"Lagi ngapain disini han" tanyanya kali ini yang membuat Reyhan Kikuk
"Ini.. lagi nungguin Rahma yu"jawab Reyhan terbata bata
"Oh.. Btw , ditunggu yah cerita selanjutnya"puji Ayu sambil memperlihatkan dua jempolnya
"Ehh.. terima kasih yu, iyah yu"
"Duluan yah han , Dah"

5 menit..

10 menit..

20 menit..

Reyhan masih menunggunya sekali dirinya membuka handphonenya dan membalas pesan masuk yang belom sempat dibaca.

"Reyhan"
"Ehh.. iyah,"
"Kamu ngapain disini" tanya Rahma dari dalam ruangan
"Nunggu kamu"jawabnya
"Nunggu aku ? Emangnya kenapa?"
"Aku mau ngomong, kalau akting kamu tadi bagus"
"Hmmp, terima kasih, kamu dateng"
"Dateng dong,"
"Hmmmp"
"Pulang bareng yuk"ajak Rahma kali ini

*Valentine Day's*


Tidak ada hari yang spesial semuanya terasa sama. tapi, hari ini kalau dibilang banyak orang menyebutnya hari kasayang. Bahkan banyak sebagian orang dibelahan bumi mananpun merayakannya. Banyak cara yang dilakukan untuk membuat orang yang disayangi tersenyum. Mulai dengan memberikan cokelat,menyisahkan waktu luang berlibur bersama sampai memberikan sebucket bunga.

Begitupun hal nya yang dilakukan Reyhan. Reyhan berencana ingin memberikan sebucket bunga mawar.

Reyhan tidak melakukan ini sebelumnya. Mungkinkah ini yang dinamakan jatuh cinta ? Reyhan tidak pernah merasakan hal ini. Tidak pernah merasakan jatuh cinta.
Ah.. baginya jatuh cinta bagian yang dianggap biasa.

♡♡♡

Reyhan memilih bunga berwarna pink. Pikirnya semua wanita menyukai warna itu yang jauh lebih dibilang Sweet Colour.

Entah kenapa Reyhan begitu berniat memberikannya ke Rahma ? Bagaimana jika ia menolaknya ? Bagaimana jika ia tidak menyukainya ? Bagaiaman jika ia membuangnya tepat dimukanya ?. Pemikiran macam apa yang menghantui Reyhan.

Seperti biasa setelah Rahma pulang Eskul Tehater Semu. Reyhan mengajaknya pergi ketempat biasa. Yahh bangunan tua yang sudah tidak berpenghuni menjadi tempat favorit mereka. Disanalah Reyhan dan Rahma bisa melihat keindahan ciptaanya , bahkan saat bintang menghiasi Reyhan dan Rahma ingin bercerita padanya mengenai Rahasianya

"Kamu ngapain ngajak aku kesini?"
"Hmmp- aku mau kasih kamu sesuatu"jawab Reyhan dengan terus terang
"Mau kasih apa ? Aku lagi engga ulang tahun"ucapnya sambil senyum senyum
"Bukan,"
"Lalu ?"

"Aku hanya ingin memberikan ini" ucap Reyhan sambil memberikan sebucket bunga yang terbungkus
"Ini apa ?" Tanya Rahma yang begitu bingung
"Buka aja" suruh Reyhan


"..."
"Kamu suka" tanya Reyhan
"Suka banget , terima kasih yah han" jawabnya sambil mencium bungnya
"Iyah , kupikir kamu engga suka dengan bunganya"
"Siapa bilang"
"Kamu lahh"
"Ihh.. nyebelin "

Akhirnya Reyhan bisa melihat Rahma tersenyum bahagia. Begitupun Rahma begitu sangat.. menyukai pemberian dari Reyhan.

Reyhan dan Rahma tertawa bersama menceritakan pengalamannya selama ini.

"Bahagia bukan saat menjadi bagian dari hidupnya. Melainkan, bahagia itu saat kamu melihat dirinya menarik pipinya"
*Jealous*

Seperti biasa Reyhan selalu berlatih sepak bola setiap sabtu sore. Reyhan berlatih dengan giat baginya Turnamen kali ini merupakan ajang yang bergensi. Reyhan berniat ingin menunjukkan kemampuannya mengolah kulit bundar.

"Han , pertandingan pertama kamu jadi stater"ucap pak Anang pelatih Bola
"Terima kasih pak , "ucap Reyhan sambil melepas sepatu bolanya

Reyhan menarik nafasnya dalam dalam. Berusaha menghilangkan rasa penatnya. Reyhan lupa saat hari valentine lalu Reyhan bukan hanya memberikan sebucket bunga saja. Melainkan Reyhan membeli juga bunga berwarna merah dan kuning yang berada di loker pribadinya.

Handphonenya berdering tanpa menunggu lama Reyhan membuka Handphonenya.

From : Rahma
Kamu ada acara engga ? Kalau engga ada, aku mau kasih tau nih

To : Rahma
Engga ada , aku lagi distadion lagi latihan

From : Rahma
Okee deh aku kesana yah

Reyhan benar benar dilema apa yang dia katakan ke Rahma nantinya ? Beranikah Reyhan memberikannya bunga yang masih tersisa diloker pribadinya ?.

"Han , "suara perempuan itu menyebut namanya
"Iyah , "
"Kamu sedang apa kesini ?"tanya Reyhan
"Engga apa apa bosen aja , ada yang mau aku kasih tau nih"
"Kiraiin ada apa, apa emangnya "tanya Reyhan sudah tidak sabar
"Jangan kaget yah"
"Iyah , aku juga mau kasih kamu sesuatu , "
"Oh..iyah , apa"
"Engga ahh kamu dulu"ledek Reyhan
"Okee yah gitu"

Tiba tiba .. suara motor gede menghampiri kami tengah asyik ngobrol. Reyhan terlihat bingung siapa orang itu sedangkan Rahma hanya tersenyum senyum.

"Hai sayang , "sapa laki laki yang mengendarai motor gede tadi sambil merentangkan tangannya memberi tanda dipeluk oleh Rahma
"Hai , lama banget sih" ucap Rahma memeluk tubuhnya
".."

Sayang ? Benarkah laki laki ini pacar barunya Rahma ? Apa mungkin Rahma ingin memperkenalkan dia pada Reyhan ?

"Ayolah jangan buat persepsi negative dulu" batin Reyhan

"Han , ini Angga pacar aku , "Rahma memperkenalkan
"Reyhan Aditiya" ucap Reyhan sambil mengulurkan tangan
"Angga Saputra" balasnya

Sesaat Angga manjauh dari Reyhan dan Rahma karena ada bunyi Handphonenya. Reyhan masih berdiam diri tidak percaya telah pupuskah harapannya mendapatkan Rahma ? Apakah Rahma hanya menyebut Reyhan tidak lebih dari seorang sahabat ?.

Hening ..

"Hann , katanya kamu mau kasih aku sesuatu" tanya Rahma membuka percakapan yang sempat hening
"Ehh.. iyah , sorry aku lupa"jawab Reyhan sambil mencari sesuatu berada didalam tasnya

"Ma , simpan bunga ini yah"pinta Reyhan
"Ya'Ampun Reyhan , kemarin aja kamu udah kasih aku sebucket , masa sekarang kamu ngasih aku lagi sih"
"Sengaja aku belinya banyak " tawa Reyhan
"Terima kasih ya" ucap Rahma sambil memeluk Reyhan

"Han , aku pergi dulu yah" ucapnya sambil melambaikan tangan
"Dadah"balas Reyhan dengan lambaian tangan.

Sekarang Reyhan mengerti apa arti Persahabatan ini , dan juga apa arti Perasaan Reyhan.

"Jika kamu jatuh cinta padanya, kamu harus mampu menerima laku, Karena jatuh cinta yang sebenernya itu harus satu paket dengan luka"
*Broken*

Tidak ada kegiatan yang Reyhan kerjakan. Selain membuka akun jejaring sosial Facebooknya sudah lama tidak dibuka. Semenjak masuk SMA Reyhan jarang aktif di dunia maya.

Banyak konfirmasi yang menerima pertemanannya. Tak lain dari orang orang yang belum Reyhan kenal. Tak jarang pula, Reyhan menemukan Foto foto dengan gaya yang berlebihan bereda diberandanya.

"Membosankan" gumam Reyhan

Sekilat Reyhan mencari nama yang sudah diotaknya melihat apa saja kegiatannya selama ini. Apakah orang yang Reyhan cari masih aktif atau sudah mengganti akun yang baru

Rahma

Hati Reyhan hancur berkeping keping saat melihat posting foto Rahma dengan Angga bermesraan. Kemudian Reyhan melihat Rahma mengganti statusnya menjadi berpacaran. Rahma tidak melakukan hal ini sebelumnya tidak pernah memposting foto berdua dengan laki laki. Selain dengan Reyhan

♡♡♡

Kebosanannya semakin bertambah saat melihat foto yang beredar di Akun jejaring sosial milik Rahma.

SHIT !!

Kenapa Reyhan begitu cemburu melihat kemesraan mereka berdua ?. Benar bena Bodoh padahal Rahma mengatakan kalau Reyhan tidak lebih dari seorang sahabat. Tidak lebih dari itu

Kenapa Reyhan masih mengharapkan yang tidak pasti ?.

Yahh.. seperti biasa Reyhan ingin menenangkan dirinya pergi kesuatu tempat favoritnya. Reyhan selalu menghabiskan waktunya sendiri dengan merenung ditempat ini.

Saat dijalan menunju tempat favoritnya Reyhan melihat gadis yang tidak asing lagi. Siapa lagi kalau bukan Rahma

Rahma berjalan dengan langkah cepat sambil menyilangkan tangannya dan berharap saja angin malam tidak terlalu lama masuk kedalam tubuhnya.

Reyhan menghampirinya, Reyhan tidak tega melihat.. sahabatnya seperti itu. Terlihat raut wajahnya sedikit kacau begitu pula pakaian yang digunakannya bukan yang biasa Rahma pakai.

"Hei , butuh tumpangan" tanya Reyhan sambil memperlambat laju motornya
"Reyhan , kamu ngapain ?"tanyanya sambil melihat ke araha kanan-kiri jalan
"Cari angin, ayoo naik"ajak Reyhan
"Hmmmp"

♡♡♡

Reyhan dan Rahma masih duduk termenung tanpa ada obrolan apappun.

Hening ...

"Kamh kenapa ?"tanya Reyhan membuka obrolan terlebih dahulu
"Aku engga apa apa"kata Rahma sedikit berbohong
"Bohong , kamu terlihat kacau sekali"
"Beneran aku engga apa apa"elakknya kali ini
"Ayolah , aku udah kenal kamu lama kenapa kamu engga mau cerita juga sih"rayu Reyhan yang tidak hentinya merayu Rahma

Dengan sangat.. terpaksa Rahma menceritakan semuanya.

"Aku janji, tidak bakal membuatmu bersedih lagi"batin Reyhan sambil mengepalkan tangannya menandakan janjinya pada semesta

"Jangan biarkan angin leluasa masuk ketubuhmu" ucap Reyhan sambil memberikan switter yang dipakainya
"Hmmmp, terima kasih"

Sudah pukul 9 malam itu berarti Reyhan  harus menghantarkan Rahma pulang. Reyhan tahu kalau Rahma jarang sekali pergi keluar rumah sampai malam hari.
*Sweet Seventeen*

Tidak akan pernah lupa dengan hari spesialnya. Bahkan Reyhan sudah melingkarkan tanggal ulang tahun Rahma dikalendernya. Dan juga menandakan dikalender Hanpdhonenya.

Reyhan sudah menyiapkan kado spesial untuknya jauh jauh hari. Reyhan pun sudah memberanikan diri mengutarakan isi hatinya. Toh, yang terpenting Reyhan sudah mengungkapakan yang sejujurnya urusan diterima atau ditolak itu urusan gampang.

Seperti biasa Reyhan selalu memberikan sebucket bunga mawar berwarna merah muda dan kado boneka yang berukuran besar menjadi pilihannya. Reyhan tau kalau Rahma menyukai Boneka yang berukuran besar dengan alasan supaya mudah memeluknya.

Reyhan sudah merencanakannya tepat satu minggu sebelum hari ulang tahun dan juga mengkordinasi orang tua untuk membuat kejutan yang sudah Reyhan rancang. Berharap saja Rencana ini ampuh membuat Rahma kagum dan tekejut.

"Mah , pah"panggil Rahma merasa aneh melihat rumah dengan lampu mati

Tidak ada respon, Rahma seakaan benar benar tidak mengerti apakah mamah dan papahnya pergi keluar kota tanpa sepengetahuan dirinya ?.

Tidak itu tidak mungkin, mamah dan papah selalu mengabari jauh jauh hari.

1

2

3

"Suprise !" Teriak Reyhan , mamah dan papah serentak
"Mamah , papah, Reyhan bikin kaget aja"
"Hehe"
"Happy Birthday to you"uca mamah memberikan kode lebih awal

Papah dan Reyhan pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Tidak lupa dengan kue ulang tahun yang Reyhan belikan tadi sore.

"Potong kuenya"kode Reyhan sambil nyengir kuda
"Reyhan !!!"
"Potongan pertama untuk siapa nih"ledek Reyhan kali ini
"Untuk mamah lah"jawab Rahma sambil menjulurkan lidahnya

-

-

-

"Tante , boleh saya ngomong berdua dengan Rahma"ucap Reyhan
"Tentu , ayoo pah kita keatas dulu ada anak muda yang dimabuk cinta"kata mamaj sambil menggandeng tangan papah
"Apaan sih mah" elakk Rahma

Reyhan sengaja memilih halaman belakang rumah Rahma. Disana ada bangku yang disediakan sekedar menikmati keindahan malam.

"Kamu mau ngomong apa ?"tanya Rahma kali ini sambil merapihkan duduknya
"Hmmp-, besok kamu ada waktu ?" Tanya Reyhan
"Engga ada han , " ucapnnya
"Besok nonton aku yah , turnamennya udah dimulai, jam 3 sore yah"
"Oh..iyah , pasti han ?"
"Iyah , club aku udah masuk semifinal soalnya "kata Reyhan sambil memperlihatkan susunan giginya
"Wihhh selamat yah, "

SHIT !!

Kenapa Reyhan lebih memilih topik seputar turnamennya ? Kenapa tidak langsung saja ? Dasar pecundang !. Oke kalian boleh mencaciku, kalian boleh memberikan label apapun untukku

"Han , mau ngomong sesuatu nih, kasih pendapat yah" ucapnya sambil mengusap kedua telapak tangannya
"Iyah Rahma " jawab Reyhan begitu Antusias
"Mmmm, menurut kamu Zian gimana ?"tanya Rahma menoleh kearahnya
"Zian ?? Maksud kamu apa?"
"Iyah Zian Saputra teman satu tim kamu, tadi dia nembak aku han "jawab Rahma nyegir kuda

Double Shit !!

Percakapan macam apa ini.

"Ayolah han , kau tidak boleh egois seperti ini"batinnya

"Han , kamu denger pertanyaan aku kan"
"Ehhh.. denger kok, menurut aku dia orangnya baik , cocok deh sama kamu"jawab Reyhan sambil menunjukkan jempolnya
"Hmmmp,"
"Terus kamu terima ?"
"Iyah ,"

Hening..

"Rahma , aku pamit dulu yah , besok kan ada pertandingan soalnnya"
"Iyah , makasih yah "
"Hmmmp,"
"Semangat yah" ucapnya
"Iyah"

Reyhan paham ucapan terakhir yang terlontar begitu saja dari Rahma. Reyhan yakin ucapan itu bukan untuknya. Melainkan untuk Zian teman satu tim Reyhan.
*Pembuktian*

Sepanjang perjalanan pulang pikiran Reyhan masih tidak percaya. Benarkah begitu cepat mencari pengganti yang baru ?. Bagaiamana bisa Rahma mempercayakan hati kecilnya ke Zian yang dikenal Playboy ?.

"Ayolah han , lupakan masalah ini besok loe ada pertandingan fokus"batinnya menggurutu

"Zian dengan siapa ?"batinnya kembali bertanya saat melihat zian sedang jalan bermesraan dengan seorang perempuan yang tidak dikenal Reyhan

Tanpa berfikir lama Reyhan mengikuti mereka berdua.

Tiba disebuah caffe yang tidak cukup jauh, ada obrolan yang terasa ganjil.Reyhan mengambil handphonenya untuk direkam sebagai bukti.

"Sayang , sampai kapan kamu bakal sembunyiin hubungan kita ?"tanya Gadis itu
"Hmmmp,"
"Kapan kamu bakal putusin Rahma ?"
"Kalau sudah ada waktu yang tepat" jawabnya
"Janji yah" ucap gadia itu sambil menunjukkan jari kelingkingnya
"Iyah sayang"

Oh..my god , itu berarti kalau Zian sudah selingkuh ?. Benar saja dugaan Reyhan kalau Zian tidak mungkin setia sama satu orang perempuan.

To : Rahma
Belom tidur kah ?

Tidak ada 5 menit Reyhan mendapatkan pesan singkat dari Rahma

From : Rahma
Belom han

To : Rahma
Aku kerumah kamu yah , ada hal
penting

Setelah sampai didepan rumah Rahma benar saja lampu rumahnya masih menyala itu berarti Rahma masih belom tidur. Sengaja aku menunggunya diluar

To : Rahma
Aku udah diluar , tolong keluar sekarang

-

-

-

Reyhan dan Rahma masih berdiam diri. Entah apa yang bakal Reyhan ceritakan terlebih dahulu.

"Han , kamu mau ngomong apa ?"tanya Rahma memulai percakapan sambil menggosokkan kedua tangannya

"Ayolah .. Reyhan Aditiya ceritakan saja, toh ini peluang untukmu mendapatkan hatinya bukan"batinnya

"Han .. "panggil Rahma kali ini membuyarkan lamunan Reyhan
"Ehh.. , seberapa percayanya kamu mempercayai Zian ?"tanya Reyhan sedikit serius
"Maksud kamu apa han ?" Ucap Rahma tidak mengerti maksudnya
"Maksud aku , kamu yakin dengan pilihan kamu memilih Zian untuk jadi pacar kamu ?"
"Iyah , memangnya kenapa ?"
"Hmm.. Zian selingkuh ma ,"ucap Reyhan
"Maksud kamu apa ngomong kaya gitu ? Apa kamu punya bukti ?"bentaknya
"Tunggu"

Reyhan mengeluarkan handphonenya dari saku celananya sementara Rahma melipat tangannya kemudian membuang wajahnya tanpa memandang Reyhan.

"Kamu bisa lihat sendiri ma , "
"Okee"

Rahma masih melihat video yang Reyhan rekam kejadian itu. Ada raut wajah berbeda dari Rahma.



"Maksud kamu apa ha ?, Zian engga bakal buat seperti itu"bentaknya kali ini sambil membanting Handphonenya Reyhan
"Aku engga bermaksud buat hancurin hubungan kamu ma , Zian engga cocok untuk kamu, Zian itu orang yang brengsek ma," ucap Reyhan

PLAK !!

Satu tamparan melesat mulus tepat dipipi kanan Reyhan. Mungkin ini jawaban yang bakal diterima Reyhan.

"Zian engga bakal buat seperti itu,"bela Rahma kembali masuk
"Asal kamu ma, Aku cinta sama kamu" teriak Reyhan membuat langkah lama terhenti

Rahma memutar badanya kembali menghampiri Reyhan masih berdiam diri.

PLAK !!

Satu tamparan lagi kembali melesatnya.

"Apa karena itu kamu ingin hubungannku berakhir ,"

Reyhan masih tidak menjawab pertanyaan Rahma. Reyhan masih berdiam diri memegangi pipinya terlihat memerah.

"Aku kecewa sama kamu han ,"ucap Rahma terakhir kemudian kembali masuk kerumah

Reyhan mengangkat wajahnya seakan tidak percaya dengan perkataan terakhir dari sahabatnya.

Segitu bencikah Rahma membenci Reyhan ?

Segitu kecewa kah Rahma terhadap perilaku Reyhan ?


"Terima kasih sudah mengenalkan aku dengan yang namanya, Rindu ,Cinta dan Luka"
*Match*

Pertandingan kali ini benar benar dipadati penonton dari kedua kesebelasan. Terlihat Rahma sudah tiba dibangku penonton tidak sabar melihat aksi dari Reyhan dan juga Zian pacar barunya.

Kali ini Reyhan dimainkan lebih awal. Pelatih masih mempercayakannya sebagai starting eleven.

Sorak sorak terdengar ditribun penonton yang sudah tidak sabar. menyaksikan laga kali ini.

Pemenang dari turnamen kali ini akan diajak berlibur sekaligus berlibur di Amsterdam. Kabar bagus jika ada pemain bagus maka akan dikirim ke club Ajax.

Tidak ada goal dibabak pertama. Penonton masih berharap kalau Tim nya lah yang layak melaju ke Final.

Babak kedua sudah bergulir terdengar yel yel dari tribun penonton menambah semangat para pemain untuk mencetak goal memenangkan laga ini.

Tiba tiba..

Reyhan terjatuh akibat tekel keras dari tim lawan. Namun Refree tidak melihat ada tanda Fouls. Sontak penonton menyurakinya.

Reyhan masih meringis kesakitan Refreee memberhentikan pertandingan. Tim medis terlihat dilapangan melihat keadaan Reyhan.

Tim medis memberi kode agar Reyhan digantikan oleh pemain lain. Sialnya cidera Reyhan terbilang cukup parah. Tim medis tidak mengasih tau Reyhan

Reyhan ditanduk keluar lapangan digantikan oleh Zian. Penonton memberikan Applause untuk Reyhan sekedar memberikan semangat

-

-

-

Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Tim Reyhan. Zian adalah penyumbang goal semata wayangnya yang menghantarkan

"Selamat yah sayang.. kamu hebat"puji Rahma sambil memeluk Zian
"Iyah dong , goal ini kan khusus buat kamu" jawabnya sambil membalas pelukkan Rahma

Sementara nasib sial tengah menimpah Reyhan yang cidera patah kaki. Tim medis memastikan Reyhan tidak bisa diturunkan dilafa terakhir.

Dan sialnya lagi. Reyhan sekolah harus menggunakan tongkat hingga kakinya kembali pulih.

"Biarkan aku dalam keadaan seperti ini, Hingga luka gerah dengan sifatku , toh sepertinya aku sudah bersahabat dengan.. Luka "
*Sorry*

Terdengar suara teriakan sepanjang koridor kelas. Tak jarang banyak siswa yang histeris saat melihat club kesayangannya melaju ke babakfinal.

Rahma melangkah kan kaki hendak masuk ke kelas.

Benar saja , Reyhan tidak ada dikelas kemana dia ? Biasanya Reyhan selalu datang lebih awal.

Selalu menyapanya di depan kelas ?.
Selalu membuatnya jantungan setiap pagi ?
Bahkan Reyhan selalu membuatnya tertawa tanpa henti melihat tingkah lakunya seperti anak kecil.

Kemana dia saat ini ?

apakah Reyhan marah terhadap perilaku semalem ?

Membanting handphone kesayangannya ?

Atau Reyhan akan pindah sekolah hanya karena aku menamparnya ?

"Ayolahh.. ini benar benar tidak lucu, kenapa aku yang begitu khawatir ?"batin Rahma

Rahma melangkah kan kakinya hendak pergi ke kantin. Siapa tau aja Reyhan ada disana.

Langkahnya terhenti saat telinganya merasa terganggu mendengar ucapan dari teman temannya.

"Ehhh.. loe tau engga , kasihan tau Reyhan kakinya patah"kata perempuan yang tidak diketahui namanya
"Loe kata siapa?"balas temennya
"Gue liat sendiri kal, nonton pertandingannya"

Rahma melanjutkan langkahnya terhenti.

Bel masuk terdengar begitu keras. Rahma enggan melanjutkan langkahnya hanya tinggal beberapa meter lagi dari kantin. Dan kembali kekelas melanjutkan pelajaran.

♡♡♡

"Teman teman , malam ini mau engga jenguk Reyhan ?"teriak Ketua kelas
"Emang Reyhan kenapa ?" Tanya salah seorang siswa
"Dia sakit , kakinya patah "
"Mau engga ?"
"Okee" jawab seluruh kelas serentak hanya Rahma tidak menjawab
"Jam 8 udah kumpul yah"

Dilema..

Yah kata itulah yang saat ini tengah dirasakan Rahma. Satu sisi hari ini akan ada latihan Theater Semu yang sebentar lagi akan ada performance. Sisi lain Rahma ingin menjenguk sahabatnya.

Rahma bisa saja membolos dari latihan Thetaer demi menjenguk Reyhan.

Tapi..

Apakah Reyhan bakal menerima kedatangannya dan melupakan semua kejadian 2hari yang lalu saat Rahma membanting dan menampar pipinya ?

Apakah Reyhan akan memandang wajahnya ?

Apakah Reyhan mau memaafkan kesalahannya ?

Langkahnya terhenti didepan gerbang rumah Reyhan. Sebagian teman kelasnya sudah masuk kedalam membawa buah buahan. Sementara Rahma masih mematung didepan gerbang.

"Rahma , ayoo masuk "ajak Dina
"Hmmmp, aku disini aja dehh"jawabnya sedikit meragu
"Loh emangnya kenapa ?, kamu kan sahabatnya"
"Hmmp, engga apa apa sihh "
"Yaudah dehh"

"Din ,"panggil Rahma sambil menghampiri Dina
"Iyah, apa kamu berubah pikiran ?"
"Engga , tolong kasih ini yah !"
"Semoga cepat sembuh" ucap Rahma sambil memberikan selembar tiket nonton Theater Semu
"Hmmmp"

Rahma masih menunggu teman temannya diluar rumah. Sesekali tangannya dilipat berharap saja bisa menghilangkan rasa dinginnya.

"Han , ini ada tiket dari rahma"ucap Dina sambil memberikan tiketnya
"Hmmp, Rahma dateng?" Tanya Reyhan
"Dateng tapi dia diluar"
"Kenapa diluar ?"
"Engga tau, oh .iya, semoga cepat sembuh kata dia"sambung Dina
"Iyah terima kasih yah"

♡♡♡
*About You*

Reyhan menyusuri setiap koridor dengan bantuan tongkat. Kakinya tidak mampu menahan tubuhnya. Yah.. butuh waktu 3 bulan untuk memulihkannya seperti semula.

Setibanya diruang Aula sekolah, Reyhan mencari seseorang yang dia carinya. Ternyata orang itu belum tiba dari perjanjian sebelumnya.

Bukan. Bukan Rahma yang akan Reyhan temui melainkan Ka Anggita Ketua Theater Semua lah.

Reyhan melatakkan tongkatnya disamping kanannya. Kakinya dia biarkan dalam keadaan lurus. Supaya tidak keram ataupun kesemutan.

Sesekali Reyhan mengecek Handphonenya siapa tau aja orang itu menghubunginya.

Sementara dipangkuannya terlihat berlembar lembar kertas berisikan naskah cerita pendek yang Reyhan buat.

Reyhan kembali membaca sekilas cerita yang dibuat sesekali Reyhan tersenyum senyum alur ceritanya. Yah.. cerita itu Reyhan buat memang sama dengan kisahnya. Kisah yang tidak mungkin pernah terjadi dalam hidupnya. Bahkan kalau dibilang Reyhan begitu lancangnya menceritakan kisahnya menjadi sebuah cerita pendek.

Hanya saja, nama tokohnya Reyhan ganti. Supaya tidak ada yang mencurigai dan juga tidak seperti kisah yang sebenarnya.

"Han , maaf udah lama menunggu"panggil Ka Anggita dari
"Ehh.. engga apa apa kok ka" jawabnya sambil menutup ceritanya
"Udah mendingan han ,? Maaf engga bisa jenguk"
"Udah kok ka, iyah engga apa apa ko ka"
"Eh..ini ka ada cerita lagi, kaka baca dulu yah , kalau ada bagian yang kurang kembalin lagi biar saya revisi" ucap Reyhan sambil memberikan berpuluh puluh lembar kertas
"Kamu.. yah , masih aja sempet buat cerita , pasti han ,"

♡♡♡

Kenapa pikiran masih mengkhawatirkan kondisi Reyhan ?. Padahal Rahma sudah membuatnya patah.

Rahma tidak konsentrasi saat diadakan galdiresik bersih. Pelatihnya sekali mengingatkannya agar tetap fokus.

Bad day..

"Rahma , fokus dong"teriak pelatihnya dari bangku penonton yang melihat aktingnya kurang begitu memuaskan

Sementara Rahma berusaha agar bisa fokua fokus dan fokus. Ternyata tidak bisa dia lakukan.

Benar saja briefing kali ini Rahma lah yang menjadi sorotan. Rahma hanya diam tertunduk mendengarkan saran dari pelatihnya.

Memang pantaslah Rahma mendapat arahan seperti itu. Yah.. mungkin inilah pelajaran yang dapat diambil.

Tinggal menunggu jam perfomance akan dimulai. Semua pemain berisitirahat dan semoga saja esok hari tenaganya terkumpul

Tidak dengan Rahma, Rahma masih memikirkan mungkin kah Reyhan akan menontonnya walaupun dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk hadir.
*Everything*

"Telfon ? Engga ? Telfon engga ?"batin Rahma bertanya sambil digengamnya handphonenya

Kenapa jadi dilema begini coba. Rahma masih memutar mutarkan handphonenya. Sementara Show nya akan dimulai 2 jam lagi.

Kesibukan dipanggung telah nampak. Semua crew mempersiapkan diri, crew Make up sudah merias beberapa pemain. Sementara Rahma menolak untuk di rias , dengan alasan ingin menghubungi sahabatnya

30 menit sebelum show semuanya sudah stand bye. Sementara Rahma masih sibuk merias diri.

"Rahma gimana , sahabat kamu dateng engga ?"tanya mba Sartih crew bagian Make up
"Engga tau mba," jawab Rahma dengan frutasi
"Loh , emangnya kenapa ?"
"Dia lagi sakit mba"jelas Rahma
"Oh..yaudah yang penting kamu fokus sama aktingnya, briefing kemarin kamu paling banyak dapet kritikan soalnya"
"Iyah mba , aku tau ko"

"Okee , finish semua, yuk semua crew dan pemain kita kumpul dulu" teriak Bang Dul pelatih Theater Semu

"Okee , sebelum penampilan dimulai ada baiknya kita berdoa terlebih dahulu"ucap Bang Dul

Hening ..

"Berdoa selesai, gue harap semua pemain fokus sama narasinya, Rahma loe bisa lupaiin masalah sebentar kan"tanya Bang Dul seakan akan Rahma disinilah yang bersalah

"Bisa Bang" jawab Rahma

"Gue harap engga malu maluiin, soalnya penulis cerita ini bakalan hadir, walaupun keadaan dia tidak memungkinkan"tambah Bang Dul

Penulis cerita ini ?

Siapa ? Kenapa Rahma tidak pernah tau siapa yang membuat ceritanya yang sangat menyentuh.. dan juga seperti kisahnya.

♡♡♡

Applause !!!

Terdengar teriakan penonton yang sudah tidak sabar melihat penampilan dari Eskul sekolah kami.

Mungkin ini penampilan tersulit yang diperankan Rahma. Yah..sulit karena tidak ada kehadiran Reyhan selalu menontonnya dan memberikan semangat untuknya.

Pandangan Rahma masih mencari sosok yang dia cari didalam otaknya. Satu baris bangku penonton terlihat lengkap.

"Biasanya Reyhan selalu duduk dibangku bariasan paling depan"Batinnya

Setelah show selesai Rahma mencari Reyhan dikerumunan banyak orang.

Ternyata..

"Reyhan"panggil Rahma sambil berlari mengejar laki laki berjalan menggunakan tongkat

"Kamu datang juga han , "ucap Rahma sambil mengatur nafasnya
"Hmmmp, " jawabnya singkat
"Terima kasih yah"
"Iyah , aku pulang dulu yah"pamitnya

Rahma masih mengamatinya dari jauh hingga Reyhan menghilang dibalik pintu.

Ada yang aneh dari sifat Reyhan. Mungkinkah Reyhan berubah ? Atau hanya firasatnya saja ?. Oh.. tidak, kenapa Rahma harus memikirkan perilakunya ? Siapa dirinya dihidup Reyhan.

Masalah Reyhan berubah atau tidak itu urusannya. Seharusnya Rahma sepatutnya meminta maaf,

Sesulit itukah kata itu ? Padahal kata itu tidak ada apa apanya dibandingkan rasa sakitnya.

Yah.. sakit karena sahabatnya sudah memilih orang yang salah.

Sakit saat dirinya harus mencintai orang lain dan berjuang sendiri untuk membuktikan kata itu.

Sakit saat orang lain menganggapnya tidak lebih dari seorang "Sahabat".

Haruskah Reyhan selalu menjadi pelangi dihidupnya memberikan warna warni dan kebahagian yang nampak begitu semu.

Walaupun indah dengan warna warni kehadiran pelangi hanya sesaat.

Apakah Reyhan akan menjadi seperti. Hanya orang sesaat yang jika dibutuhkan orang lain mencarinya. Jika tidak dibutuhkan dirinya disingkirkan seperti debu yang harus dilenyapkan

Entahlah..
*Good Bye*

Selepas Ujian Nasional semua siswa siswi merayakannya. Walaupun hasilnya belum diumumkan hal itu untuk mengurangi rasa penatnya selama 3 bulan lebih bertempur habis habisan layaknya seorang prajurit perang.

Banyak yang mengabadikannya dengan berbagai cara, ada yang mencoret coret bajunya full tanda tangan dari angkatan. Ada yang mengabadikannya berfoto bersama dengan memasang muka yang begitu idiot.

Bahagia itu sangat..sederhana. cukup berada dikeramaian orang yang kita sayang tertawa bersama, sudah lebih dari cukup.

Acara perpisahan sebentar lagi akan dimulai. Terlihat siswa siswi begitu beda dari biasanya, seharusnya mereka masih memakai pakaian seragam lengkapa. Kini, terlihat begitu gagah dan anggun.

Perpisahan kali ini bener bener meriah dari tahun sebelumnya. Banyak yang menampilkan bakatnya yang dipendam. Tak jarang ada yang menampilkan sexy dancer ataupun Band.

Teriakan dari siswa siswi begitu menggema, terutama laki laki melihat penampilan sexy dancer yang benar benar menggoda iman.

Cerita,Canda, dan duka menjadi pelengkap acara kali ini. Tak jarang sebagian siswa siswi menangis. Entah untuk alasan kenapa sampai menangis.

Setelah acara perpisahan selesai, Rahma mencari sosok sahabatnya sedari tadi tidak menampakkann dirinya. Biasanya Reyhan selalu aktif berkumpul dengan teman temannya.

Tapi ..

Reyhan tidak muncul muncul juga merayakan kebahagian bersama sama. sebelum melanjutkan ke pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Atau mungkin tidak pernah bisa ketemu lagi.

Sejak kejadian kala itu, Rahma tidak pernah bisa berkomunikasi lagi dengan Reyhan walaupun mereka berdua satu kelas. Reyhan dan Rahma lebih memilih bungkam.

Reyhan lebih memilih diam dengan alasan dirinya malu. Jika teman temannya tau kalau dia dicap sebagai laki laki pengecut tidak bisa mengungkapkan perasaanya

Sementara , alasan Rahma karena dia sudah membuat Reyhan patah, menghancurkan Handphonenya bahkan dengan entengnya Rahma menamparnya. Tanpa meminta maaf.

"Rahma "teriak salah seorang perempuan dari belakang yang benar benar menggangu telinga

"Iyah"jawab Rahma sambil menoleh kearah sumber suaranya.
"Loe engga tau yang sebenarnya apa"ucap Siska sambil mengatur nafasnya
"Tau apa ? Mendingan loe minum dulu dehh !! Gue risih liat loe engap engapan gitu"kata Rahma sambil memberikan sebotol air mineral dari dalam tasnya

Diteguknya air mineral yang baru dikasih Rahma hingga menyisahkan satu tetes.

"Haus neng"ledek Rahma saat melihat Air mineral yang dia kasihnya habis
"Tadi lu suruh gue minum, sekarang malah dibilang haus"jawabnya dengan memasang muka cemburut
"Gue bercanda kali, ehh.. emangnya loe mau ngomong apa"
"Reyhan sekarang mau berangkat ke Ajax Amsterdam ma"ucap Siska
"Bohong aja loe"
"Ini buktinya"

Rahma memerhatikan selembar kertas yang bertuliskan nama Reyham. Kalau Reyhan bakalan bergabung dengan club junior Ajax Amsterdam

"Anterin gue sekarang"pinta Rahma
"Baru tau kan loe, Tenang aja"

Siska memacu kecepatan motornya diatas rata rata. Mungkin cara mengemudi motor Siska mirip dengan The Doctor siapa lagi kalau bukan Rossi.

Tidak ada 30 menit kami tiba dibandara Internasional Soekarno-Hatta. Rahma masih mencari Reyham dibalik keramaian orang yang berlalu lalang. Sementara Siska mencari tau dari papan pengumuman yang tertera begitu jelas

"Kita terlambat 5 menit ma"ucap Siska
"Terlambat ? "
"Itu buktinya" katanya sambil menunjuk papan pengumumannya

Sejahat itu kah Reyhan pergi tanpa memberi kabar terlebih dahulu ke Rahma ?

Apakah dengan cara seperti ini, perpisahaan yang Reyhan inginkan ?

See You Again Rey..

♡♡♡
*Merried*

"Hai.  Sayang"sapa Zian sambil memeluk Rahma dari belakang
"Sayang kamu apa apaan sihh, kita belom muhrim loh"jawab Rahma berusaha melepaskan diri dari pelukan Zian

Namun tubuhnya tidak mampu mengalahkan badan Zian yang begitu tegap.

"Kamu sedang apa?"tanya Zian kembali
"Sedang cek , siapa aja yang bakal di Undang nanti diacara pernikahan kita"
"Loh bukannya itu udah tugasnya Wedding Organizer yah?"
"Iyah sihh , tapi aku mau mastiim aja"
"Hmmmp,- kalau cape kamu kasih ke WO nya aja yah"

Acara pernikahan Rahma dengan Zian akan dilaksanakan 1 minggu lagi. Semua persiapan udah hampir selesai. Namun hanya ada satu yang belom Rahma temui

Rahma mencantumkan nama Reyhan menjadi tamu undangannya.  Tapi udah 4 tahun Rahma tidak mengetahui kabarnya. Yang Rahma tau kalau Reyhan tengah merintih karir di Negeri Kincir Angin.

Terasa berbeda betul tidak melihat kehadiran sahabatnya yang satu ini.

Tunggu. !! Masih pantaskah Rahma menyebutnya sebagai Sahabat ? Setelah dia menampar pipinya ?

Masih pantaskah Rahma menyebut Reyhan sebagai sahabat ? Setelah dia memabanting handphone miliknya ?

Masih pantaskah Rahma menyebut Reyhan sebagai sahabat ? Setelah dia tidak ikut masuk menjenguk Reyhan sakit ?

Asal kamu tau , sahabat tidak akan pernah menyakiti satu sama lain. selalu ada disetiap tawa dan duka bersama.

Zian dan Rahma bergegas pergi kerumah Reyhan. Berharap saja , Reyhan sedang ada dirumah sekedar berlibur. Tidak ada salahnya mencoba mengunjungi rumahnya.

"Sayang , bener ini rumahnya ?"tanya Zian tengah sibuk memarkirkan motor dihalaman rumah
"Iyah , bener kok alamatnya disini" jawab Rahma sambil memperhatikan sekeliling rumah

Rumah yang tidak begitu besar cukup buat dihuni 4 orang tampak begitu berbeda. Halaman rumahnya tampak dipenuhui rumput rumpatan. Sedangkan jalannya nyaris tak terlihat ditutupi daun daun berguguran.

"Apa Reyhan dan keluarganya pindah juga ke Amsterdam ?"batin Rahma

Tok !! Tok !!

"Assalamualaikum " ucap Rahma sambil mengetuk daun pintu

-

-

-

Tidak ada respon dari penghuni rumah. Rahma nyaris putus asa saat dirinya ingin memberikan kabar baik untuk sahabatnya. Tapi nyatanya sahabatnya tidak ada

Kemana Rahma harus mencari lagi ? Hanya Reyhan lah sahabat terbaiknya sewaktu di SMA

"Sayang , ayo kita pulang aja engga ada orangnya lagi pula"ajak Zian begitu putus asa
"Hmmmp"

Tiba tiba ..

Keluar perempuan paruh baya dengan rambut terlihat memutih.

"Walaikumsallam" jawab perempuan paruh baya tersebut


"Ibu masih ingat saya engga ?"tanya Rahma sambil mencium telapak tangannya yang mengkerut
"Masih , kalau engga salah kamu nak Rahma yah"
"Iyah bu"

Seperti itulah kedekatan antara Rahma dengan keluarga Reyhan ataupun sebaliknya. Bahkan sewaktu SMP Rahma sering menginap dirumah Reyhan menempati kamar kakak perempuannya yang tenga berkuliah diluar kota.

Mamah Reyhan juga tidak segan segan kalau Rahma adalah anaknya. Perilaku dan Hobbynya sama persis dengan Kakaknya.

"Ibu , kedatangan saya kesini ingin menghantarkan undangan pernikahan aku dengan calon suamiku Zian" ucap Rahma sambil memberikan undangan pernikahannya
"Hmmmp, terima kasih yah , nanti kalau Reyhan liburan ibu sampeiin"
"Iyah , terima kasih yah bu, kalau begitu saya pamit dulu yah bu"
"Asslamaualaikum"tambahnya
"Wa'alaikumsallam"

♡♡♡
Come Back*

"Hallo bu" ucap Reyhan dari sambungan telfon
"Hallo han , kamu pulang" tanya Ibu yang begitu rindu dengan anaknya yang satu ini

Terus terang, Reyhan tidak tega melihat ibunya tinggal sendirian di Indonesia. Reyhan juga sudah berkali kali membujuknya untuk ikut tinggal di Belanda namun Ibu tetap memilih tinggal di Indonesia.

"Insya'Allah, pekan ini bu"jawab Reyhan penuh semangat
"hmmp, gitu kalau udah sampai bandara ibu jemput yah han"pinta Ibu
"Engga usah bu , takut repotin ibu"
"Engga apa apa kok han"
"Engga usah bu , "

Bukan bermaksud merepotkan ibu , hanya saja , Reyhan tidak ingin membuat ibu merasa lelah dilihat dari umurnya yang tidak lagi muda dan tenaganya pun juga. Karena itu lah Reyhan mengkahwatirkan kesehatannya.

"Bu , yayasannya bagimana ? Berjalan dengan baik ?"tanya Reyhan kali ini begitu serius
"Alhamdulillah han , banyak yang masuk , Anak anak kurang mampu, Yatim piatu, maupun anak anak yang keterbelakangan mental"
"Alhamdulillah yah bu , oh..iyah bu, masih ingat sama Rahma ?"
"Iyah , masih.."
"Reyhan udah punya rencana buat melamar sekaligus nikah dengannya saat Reyhan liburan nanti" ucap Reyhan dengan penuh semangat.

Bahkan , Reyhan sudah memikirkannya bagaimana pernikahannya nanti. Rencanya pernikahannya akan diselanggarakan di yayasan yang dia dirikan. Teman teman satu club nya sudah tidak sabar melihat Rahma yang selalu Reyhan ceritakan.

"Menurut ibu gimana ?"
".."

"Ibu masih denger Reyhan kan ?"tanya Reyhan sedikit khawatir
"Eh.. bagus kok pilihan kamu"
"Bu , reyhan tutup dulu yah , mau kemas kemas besok Reyhan pulang Kok"
"Asslamualaikum" tutupnya memlalui sambungan telfon
"Wa'alaikumsallam"

Hmm.. mungkinkah Reyhan akan benar benar kecewa melihat orang yang dia cintainya memilih menikah dengan orang lain ?

Ibu tidak ingin melihat anaknya kecewa. Reyhan jauh jauh berlibur dari Belanda ke Indonesia kemudian mendengar berita buruk ini ?

Sungguh hal yang mengerikan bukan ? Karena itulah Ibu lebih baik menyembunyikan acara pernikahan Rahma dengan Zian

"Maafkan ibu han" batin Ibu

♡♡♡

BREAKING NEWS :
Breaking News kali ini akan menginformasikan telah terjadi kecelakaan pesawat terbang yang membawa penumpang 150 orang dari Amsterdam menuju ke Indonesia. Pesawat diduga jatuh di perbatasan anatara Eropa-Asia. Pesawat yang membawa penumpang yang membawa 150 orang salah satu diantaranya adalah WNI atau pesepak bola dari tanah air. Demikan Breaking News kali ini, Sekian dan Terima Kasih

"Ayah , ayah jangan tidur malam malam, jangan banyak nonton tv juga , besok kan acara pernikahan Rahma"pinta Rahma sambil melingkarkan tangannya dileher ayahnya
"Iyah anak kesayangan ayah , ini ada pesawat yang jatuh katanya sihh ada WNI yang ikut jadi korban"jawab ayah sambil mengkecilkan volume suaranya
"Palingan juga TKI/TKW"
"Bukan , tapi .."
"Udah lahh , Rahma tidur dulu yah"

♡♡♡

Acara yang dinanti pun tiba, Rahma terlihat begitu cantik menggunakan gaun penganntinya. Sementara acara seharusnya sudah dimulai sengaja Rahma menundanya lantaran menunggu Sahabatnya datang keacara bahagia dirinya. Walaupun kita tau hal itu tidak akan pernah terjadi

Tidak akan pernah ..

Hening

Tiba Tiba ..

Terdengar langkah sepatu dari pintu masuk. Pria itu terlihat sangat gagah memakai jas hitam dibalut dengan syall yang melingkar dilehernya. Tak lupa sebucket bunga dipegangnya.

Reyhan..

Setelah acara hijab kabul selesai dilaksanakan. Pria itu tiba tiba menghilang begitu saja dan hanya meninggalkan sebucket bunga yang tadi dibawanya.

Kemana dia ?

Kenapa dia secepat itu menghilang ?


♡♡♡
*Miss You*

Tepat 3 bulan setelah acara pernikahan Rahma dan Zian. Kehidupan baru tengah dijalaninya lika liku kehidupan pun harus dilewati.

Hari ini memang benar benar menguras tenaga. Rahma terlebih awal bulan harus ada evaluasi mengenai kinerja kerja karyawan.

Rahma membuka knop pintu yang begitu sepi. Tidak seperti biasanya rumahnya nampak begitu sepi tanpa ada cahaya lampu.

Begitu terkejutnya saat Rahma membuka pintu kamarnya.

Suatu adegan yang tidak patut ditiru saat melihat suaminya Zian tengah melepaskan gairahnya dengan wanita lain

"Ziannn !!!!" Teriak Rahma begitu terkejut melihatnya
"Oh ..kamu , bagus dehh kalau udah tau"jawab Zian tidak berdosanya
"Cukup Ziann !!!" Bentak Rahma sambil menghampirinya
"Marah ? Aku tidak peduli"

Plakk !!

Sebuah tamparan melesat dengan mulus tepat dipipi kanannya.

Zian pun langsung melawannya hingga terjadilah perpecahan hebat.

Rahma memutuskan untuk pergi keluar tidak kuasa melihat suaminya berselingkuh dengan wanita lain

"Hey, perempuan jalang !!"
"Mulai detik ini kita cerai"

BITCH !!

Dasar lelaki tidak berguna dengan mudahnya menceraikan wanita begitu saja.

Tidak ada untungnya mempertahankan rumah tangga bersama lelaki brengsek seperti Zian.

Rahma keluar rumah dengan air mata yang mengalir dipipinya.

Apa yang harus ia ceritakan pada orang tua ?

Rahma menyusuri jalanan ibukota yang terlihat sepi. Hingga memutuskan untuk beristirahat di emperan toko dengan alas seadaanya.

Tidak peduli dengan masalah yang saat ini dihadapinya. Baginya melupakan lelaki brengsek seperti suaminya.. upss lebih tepatnya mantan suaminya begitu mudah untuk dilupakan

♡♡♡

Matahari sudah nampak sinarnya begitu menyengat ditubuh sehingga membuat Rahma bangun dari tidurnya.

Entah, Rahma tidak tau kemana ia harus pergi ?

Kemana ia kan tinggal ?

Rahma tidak ingin melibatkan keluarganya dan membuatnya merasa prihatin dengan keadaanya.

Rahma mampu mengatasinya walaupun dirinya seorang perempuan yang tak berdaya.

Langkahnya terus menyusuri jalanan ibukota. sinar matahari begitu menyengat dan terasa dikulit. Rahma tidak mempedulikan hal itu.

Tiba tiba ..

Langkah Rahma terhenti saat berada disebuah bangunan begitu besar.

Rahma melihat sosok seseorang yang tidak asing lagi dihidupnya. Siapa lagi kalau bukan..

REYHAN !!

Lelaki itu tengah berdiri memandangi bangunan begitu megah disana. Rahma masih mengamatinya dari jauh

Rasa penasarannya tidak dapat dibendung. Hingga akhirnya Rahma memutuskan menghampiri Reyhan

♡♡♡
*Rainbow*

"Sejauh jauh kamu melangkah pergi, disinilah aku selalu menjadi rumah untukmu singgah"


"Hai .. "sapa Rahma dengan senyuman yang Reyhan rindukan
"Kamu ? "Jawab Reyhan terkejut melihat orang yang dia nanti untuk dijadikan pendamping hidupnya datang diwaktu yang tepat
"Iyah , kamu sedang.." tanya Rahma saat melihat tulisan yang bertuliskan

RAHMA FOUNDATION

Sebuah Yayasan yang didirikan Reyhan melalui hasil jerih payahnya menjadi pemain Ajax Amsterdam.

Entah , ini benar benar membuat jantungya terasa tidak berdetak lagi. Serasa ada yang mengganjal direlungnya.

Kenapa Reyhan mendirikan Yayasan ini ?

Kenapa yayasannya diambil dari nama Rahma ?

"Engga etis kalau ngomong diluar , ayo kita kedalam"ajak Reyhan mempersilahkan Rahma masuk kedalam Yayasannya
"Hmmpp.."
"Kamu mau minum apa ?"
"Bebas deh"

Reyhan meninggalkan Rahma diruang tunggu. Sementara Rahma masih mengamati sekeliling ruangan ini.

Tiba tiba..

"Rahma "sapa perempuan dari arah pintu luar
".."
"Kamu-"

Mungkin inilah waktu yang tepat menceritakan yang sebenarnya terjadi.

Hatinya terasa mati,  bumi seakaan berhenti berotasi, tubuhnya terasa kaku mendengar cerita ibu Reyhan. Rahma mengumpulkan sisa tenaganya berusaha kuat dan harus menerima semua kenyataan.

Lagi lagi gagal pertahanannya terasa roboh mendengar semuanya air matanya mulai membasahi pipinya. Dibiarkan air matanya membasahi wajah cantiknya.

"Lalu , tadi siapa yang ?"batinya bertanya tanya

Terasa benar benar tidak adil. Kenapa kebahagian Rahma selalu saja harus dibalas dengan air matanya.

Adilkah Tuhan menyusun skenarionya ?

Pertama , Rahma baru saja melihat perselingkuhan suaminya dengan perempuan lain.

Kedua , Rahma begitu terkejut saat mendengar kalau Reyhan ingin melamarnya 3 bulan yang lalu, Namun naas Pesawat yang Reyhan tumpangi jatuh.

Tidak ada yang bisa menahan lagi tubuhnya. Bahkan untuk bernafas saja terasa sesak.

Kakinya meminta dirinya untuk melangkahkan menyusuri ruangan demi ruangan. Begitu terkejutnya melihat setiap sudut ruangan terpasang gambarnya.

"Kaka kaka"sapa seorang anak kecil berambut gimbal lari menghampiri Rahma digenggamnya selembar kertas entah apa yang ia ingin kasih
"Iyah ,"
"Aku ada sesuatu untuk kaka" katanya begitu polos
"Oh..iyah , kasih tau dong"jawab Rahma mensejajarkan tubuhnya dengannya begitu kecil
"Aku buatin ini khusus buat kaka"
".."

"Siapa yang ngajarin kamu gambar"tanya Rahma kali ini
"Om Reyhan yang ngajarin"
".."

Sebuah sketsa wajah sama betul dengan wajahnya. Begitu membuatnya terharu

"Hmmp, terima kasih yahh.." ucap Rahma sambil mengelus Rambutnya
"Rahma Anindita" ucapnya
"?? Siapa yang ngasih nama kamu"tanya Rahma
"Om reyhan juga ka"

Rahma langsung memeluknya dengan pelukan erat.

Rahma melanjutkan penyusura ruangan demi ruangan.

Tibalah disalah satu halaman belakang. Dengan taman dan air mancur disana.

Ada yang merasa aneh. Rahma menghampiri tempat itu dengan penuh tanda tanya.

Ternyata..

Satu makam yang bertuliskan nama orang yang Rahma cintai begitu terpampang jelas dihadapnnya.

Reyhan Aditiya..

Tubuhnya tidak mampu menahannya lagi.

Rahma ambruk didepan makam Reyhan.

♡♡♡

"Kamu itu seperti Pelangi yang selalu datang tanpa ada hujan, selalu memberikanku arti kehidupan yang sebenarnya"

"Terima kasih Pelangiku,"


TAMAT