Menemukanmu
Prayoga D Wibowo
"Kamu.. jangan buat janji ataupun komitmen yah, aku takut malam menagihnya hingga membuatku khawatir apa kamu mampu menepatinya"
Malam ini aku sengaja meluangkan waktuku menemanimu. Disini. Ditempat kamu menungguku setiap harinya. Kamu selalu menungguku tanpa lelah. Tanpa letih, kamu selalu melihatku dan menyambutku dengan senyuman yang mengembang dipipimu. Kamu melihatku saat aku turun dari kereta yang membawaku pergi.
Malam ini aku ingin bersamamu..sejenak menepikan seluruh aktifitasku seharian penuh. Dibawah kemerlap bintang bintang aku menatapmu dengan penuh rindu yang begitu menggebu. Kupikir kamu bakal memilih yang lain. Ternyata tidak , kamu disini duduk disampingku. Menemaniku. Membuat semesta iri melihat sepasang insan yang telah lama.. dipisahkan.
Aku mensejajarakan tempatku duduk. Menatapmu semakin dekat , lebih dekat , sangat dekat. Hingga aku mengetahui secara menyeluruh bagaimana bentuk wajahmu.
Aku mengusap rambutmu yang tertutup balutan kerudung berwarna hitam. Sekilas aku membisikan sesuatu tepat ditelingamu "Aku janji tidak bakal pergi jauh lagi"
Kamu tersenyum simpul mendengar ucapanku. Hingga membuatku bingung " Aku tidak ingin kamu membuat janji ataupun komitmen yang nantinya bakalan ada hati yang terluka lagi" katamu
"maksud kamu ?" Aku semakin tidak mengerti.
Kamu menarik nafas dalam dalam kemudian " Intinya kamu jangan buat janji ataupun komitmen, aku takut malam menagihnya membuatku khawatir apakah kamu mampu melewati malam ?."
Aku tertawa mendengar penjelasanmu yang terbilang lucu bagiku. Aku mendekatkannya kembali dan berbisik "kalau begitu , maukah kamu menemaniku ? Menjadi teman hidup sekaligus isteriku ?"
Kamu tidak menjawab pertanyaanku kamu diam. Aku sempat kecewa padamu. Apakah ini jawabanmu ? Apakah dahalu aku salah ? Oke, aku akui aku salah meninggalkanmu tanpa memberi tahumu terlebih dahulu. Tapi, sekarang aku kembali lagi. Kembali lagi menjemputmu
Tiba tiba saja , tanganmu menggenggam tanganku begitu erat. Aku tidak mengerti dengan perilakumu. Kemudian kamu menjawabnya "jadilah imamku, aku ingin mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran saat kita sholat berjamaah, dan mengajariku"
Aku tersenyum bahagia mendengarkan jawaban darimu. Aku membalas genggaman tanganmu dan memelukmu erat erat seakan tidak ingin melepaskanmu pergi jauh. Aku membiarkan air mataku jatuh begitu saja. Kemudian aku mengecup keningmu.
♡♡♡
Seperti ini lah, hidup diperantauan jauh dari sanak keluarga. dengan memodalkan keberanian dan keterampilan yang dulu diajarkan keluarga maupun dari sekolah. Aku menguatkan tekadku menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Tujuanku hanya satu. Kelak , aku ingin melihat orang orang sekelilingku tersenyum mendengar keberhasilan yang aku raih.
Aku menghirup udara malam yang begitu terasa ditubuh. Pandanganku menatap langit malam yang terlihat sepi. Tidak seperti biasanya langit terlihat sepi.
Aku mengerutkan dahiku melihat sosok perempuan tengah duduk di seberang stasiun ini. Sepertinya aku mengenali perempuan itu. Sialnya. Perempuan itu menghilang dibalik datangnya kereta yang tiba di stasiun ini. Aku berusaha mencarinya, sayangnya perempuan itu menghilang begitu saja.
"Siapa dia ?, sepertinya aku mengenalinya ?" Gumamku.
Tempat aku kost dengan stasiun ini tidak terlalu jauh. Cukup naik becak sudah sampai tepat didepan kost kost an yang terbilang cukup dihuni mahasiswa perantauan seperti aku ini.
Aku melemparkan tas disembarang tempat. Mungkin sudah menjadi kebiasaan saat aku masih duduk dibangku SMA dulu.
Aku mengistirahatkan seluruh tubuhku yang sejak pagi tidak ada hentinya beraktifitas. Pagi hari aku menjadi mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta yang ada di kota ini. Sore hari aku bekerja paruh waktu menjadi photographer.
Aku bisa saja menelfon orang tuaku untuk membiayai hidupku selama disini. Tapi , aku tidak ingin merepotkannya dan satu satu caranya bekerja paruh waktu yang saat ini aku jalani.
"Ayolah kenapa jadi seperti ini ?, siapa perempuan tadi yang ada di stasiun ?" Batinku. Aku memijit pelipis mataku Hingga akhirnya mataku tidak kuat menahan kantuk dan lelah selama seharian penuh.
♡♡♡
Seperti biasa, aku selalu menyambutnya kala ia terbit. Seperti inilah aku menyambut sang surya. Sederhana. Cukup merentangkan tangan dan memejamkan mataku merasakan kehangatannya. Begitulah caraku menyambutnya.
Sunrise dikota ini begitu indah. Nyaris terlihat sempurna. Banyak orang yang berkunjung ke kota ini hanya ingin mengabadikan moment ini dengan berfoto. Tak ketinggalan dengan diriku. Aku selalu membawa kamera kesayanganku kemanapun aku pergi. Banyak foto foto yang tersimpan didalamnya. Termasuk foto wanita itu , wanita itu tersenyum bahagia ketika sedang mengikuti kegiatan MOPDB.
Entah , sampai sekarang aku tidak mengetahui banyak kabar tentang dirinya. Aku selalu disibukkan dengan aktifitasku begitu menyita waktu. Bahkan , waktu untuk menikmati sunsite dengan ditemani secangkir kopi pun tidak ada.
Bukan. Bukan maksud diriku menceritakan keluh kesah hidupku. Bukan. Hanya saja , aku begitu menikmati kesibukan yang aku jalani seperti saat ini. Aku menyukainya.
Untuk merasakan indahnya jatuh cinta pun aku tidak bisa. Bukan , karena aku tidak bisa merasakan hal itu. Melainkan, ada hal lain yang tidak bisa kamu mengerti. Kenapa aku tidak bisa jatuh cinta pada wanita lain. Kamu tidak akan mengerti hal itu...
♡♡♡
Aku menaruh kamera kesayanganku ke tas. Beberapa photo sudah kuambil dan tersimpan di kameraku. Kurasa lebih dari cukup untuk diberikan dibagian ke dewan redaksi sebagai pertimbangan apakah hasil photo yang aku ambil merasa pantas untuk dipublikasikan atau tidak. Aku melanjutkan aktifitasku selanjutnya menjadi mahasiswa.
Setiap hari , setiap kali aku pergi ke Universitas aku selalu menggunakan transportasi Kereta dengan alasan lebih cepat dan bisa menikmati keindahan alam lebih dekat. Sialnya. hampir 1 jam aku menunggu kereta tidak seperti biasanya selalu datang tepat dengan keberangkatan. Mungkin saja ada gangguan tekhnis pada bagian gerbong.
Sementara perasaanku semakin tidak karuan dan tidak menentu. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 09:00 itu berarti aku masih memiliki waktu tidak kurang dari 30 menit. Sebelum mata kuliah dimulai. Mengatasi masalah kejenuhanku aku mengambil kamera kesayanganku dari dalam tas. Ku lihat beberapa photo lama saat aku duduk dibangku SMA dahulu.
Sewaktu SMA aku begitu aktif mengikuti kegitan estrakulikuler diantaranya menjadi Anggota Osis dan design mading. Aku tersenyum simpul melihat salah satu photo yang kudapat saat aku ditugaskan mengambil gambar waktu acara MOPDB dulu. Ada 2 orang perempuan sedang tertawa entah apa yang mereka tertawakan begitu bahagia saat aku melihat photo ini.
Delate..
Tidak. Aku tidak ingin photo yang menurutku bagus dihapus begitu saja dari kamera kesayanganku walaupun photo itu bukan aku. Tapi aku ingin photo ini ingin menjadikan kenang-kenangan saat aku lulus nanti.
Aku mematikan kameraku dan menaruhnya kembali. Betapa terkejutnya diriku saat melihat perempuan kemarin malam ada di seberang stasiun ini. Kemudian terlihat kembali dengan aktifatasnya. Entah apa aktifitas yang ia kerjakan.
Aku mengamatinya secara menyeluruh. Perempuan itu tengah asyik menulis di buku diarynya. Aku tersenyum simpul. Sayangnya saat aku tengah mengamatinya denga serius kereta tiba distatisiun ini. Tanpa menunggu lama lagi aku langsung masuk kedalam kereta.
Sengaja mencari tempat duduk menghadap keluar. Aku masih mengamatinya dari dalam kereta sementara kereta masih menunggu penumpang lain. Perempuan itu masih saja menulis entah apa yang ia tulis. Catatan kecilnya kah ? Schedulenya kah ? Atau Arsip kerjanya ? Aku tidak mengetahui hal itu. Yang aku tahu darinya perempuan itu menulis dengan penuh senyuman yang mengembang dari wajahnya. Terasa cukup baginya, perempuan itu pergi meninggalkan tempat dimana ia menulis diseberang stasiun ini. Perlahan kereta yang aku tumpangi melaju perlahan meninggalkan stasiun ini.
♡♡♡
Kereta yang membawaku kembali sudah tiba di stasiun ini. Stasiun ini terlihat lengah sudah tidak ada penumpang satu pun. Hanya ada petugas kebersihan dan security di luar stasiun yang tengah asyik ngobrol entah apa yang mereka bicarakan.
Langkah kakiku terhenti saat melihat perempuan itu. lagi lagi tengah duduk di seberang stasiun ini. Kesibukannya kali ini bukan lagi menulis apa yang mengganjal otaknya.
Kali ini , perempuan itu sedang melukis sesuatu. Agak sedikit aneh melihat seseorang tengah asyik melukis sementara waktu sudah menunjukkan pukul 23:00.
Tangannya begitu mahir meramu warna warna menjadi satu dan dituangkannya kedalam sketsa yang sudah ada di kertas.
Di biarkan bekas warna cat minyak di wajahnya. Perempuan itu begitu serius dengan kesibukannya kali ini.
Oh ..sekarang aku tahu tujuannya selalu datang ke tempat ini. Mungkin saja , perempuan itu tengah menunggu seseorang yang amat berarti dihidupnya.
Atau mungkin..
Ah.. seharusnya aku tidak membuat persepsi buruk terlebih dahulu. harsukah aku menanyakannya apa alasan dia selalu datang ketempat ini dengan segala aktifitas yang berbeda ?.
Mungkin ada saatnya hal itu akan aku tanyakan kepadanya. Tidak sekarang ! Melainkan lusa, percuma saja menanyakan sementara perempuan itu tengah sibuk melukis.
Setelah dirasa cukup memberi warna pada lukisannya, perempuan itu merapihkan kembali semua peralatan lukisnya. Kemudian , perempuan itu menyapa ke arahku dan memberikan senyuman.
Aku dengan sengaja membuang wajahku. Seolah olah aku tidak melihatnya. Padahal aku selalu memperhatikannya diam diam.
Tiba tiba saja , datang seorang perempuan menghampirinya. Aku semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Perempuan yang aku perkirakan umurnya 18 tahun itu. Membantunya pergi meninggalkan tempat itu.
Banyak pertanyaan yang menggantung di pikiranku sekarang ini. Rasa ingin tahu ku semakin tidak bisa terbendung.
Malam semakin larut aku sudah semakin lelah ingin mengistirahatkan seluruh badanku beraktifitas seharian penuh.
♡♡♡
Sabtu , yah ini hari sabtu. Kesibukanku di hari sabtu benar benar luar biasa menyita waktu. Pertama , Setiap sabtu aku ada sesi pemotretan artis. Hitung hitung mencari tambahan.Kedua , setiap sabtu juga kantor selalu mengadakan evaluasi per pekan. Biasanya rapat berlangsung dari pagi hingga siang.
Setelah mengadakan meeting evaluasi selesai. Aku langsung pergi ke kantin dekat kantor menikmati caffe kesukaanku dengan taburan granade diatasnya yang begitu menggoda indera penciuman.
Selalu saja sama , setiap kali datang ketempat ini selalu memesan pesanan yang sama , selalu memilih tempat menghadap kearah jendela.Selalu saja begitu. Bahkan, weiters disini sudah hafal semua. Dengan takaran caffe dan gulanya
Aku menyeruput caffe yang sedari tadi menggoda indra penciumanku. Setelah itu , kubiarkan kembali menguap hingga benar benar dingin. Aku mengambil laptop kesayanganku sekedar mengedit photo yang sudah lama tidak bisa aku kerjakan lantaran kesibukanku.
Seringkali aku selalu saja tidak bisa membedakan pekerjaan kantor dengan kuliah. Nyaris setiap hari aku selalu membawa pekerjaan kemana pun aku berada. Entah itu, di kantor , di kost maupun di kampus.
Bukan maksud dibilang banyak orang terlihat sibuk. Melainkan , ini bagian dari konsekuensinya yang harus aku terima.
♡♡♡
Alunan biola mendayu dayu begitu menggema di sudut stasiun ini. Mengiringi perjalanan malamku yang begitu sunyi. Aluan biola terdengar dengan jelas disetiap sudut stasiun ini. Aku sepertinya mengenal dengan nada ini. Seperti dulu , aku pernah mengajari seseorang tentang nada ini.
Tapi , siapa yang memainkan biola begitu enak didengar dan begitu menentramkan hati dan pikiran yang sedang stress. Seharian penuh dengan rutinitas bekerja dan kuliah.
Malaikat penyuka musik kah ? Yang memainkannya ? Atau Peri cantik yang memainkannya ?.
Aku terus mencari sumber suara biola itu begitu menentramkan pikiran. Hingga akhirnya , aku berhasil mencari asal sumber suara itu.
Kamu.
Lagi dan lagi, kedatanganmu tidak pernah aku mengerti. Kamu selalu datang ketempat ini, di sudut tempat ini dengan rutinitas yang berbeda.
Menulis ..
Melukis ..
Hingga memainakn biola ..
Aku begitu kagum melihatmu beraktifitas tengah malam. Bahkan , perempuan lain tidak bisa sepertimu. Aku yakin tidak ada bisa.
Ada satu hal yang tidak pernah aku mengerti tentang kedatanganmu disudut seberang stasiun ini. Awalnya aku menduga kamu tidak lain seperti masyarakat disekitar stasiun ini. Ternyata tidak , kamu selalu datang setiap hari.
Aku masih mengamati kamu tengah asyik memainkan biola kesayanmu. Tanpa sadar aku larut mendengar alunan biola yang kamu mainkan.
PRAK PRAK (suara tepukan tangan)
Aku memberikan applause untukmu. Kamu melihatku memberikan senyuman khasmu membuatku merasa jauh.. lebih tenang.
Hening..
Tiba tiba , kereta yang berhenti di stasiun ini memberikan kesempatanmu untuk menghilang.
Lagi lagi ..
Kamu kembali menghilang dibalik datangnya kereta yang berhenti. Selalu saja begitu , padahal aku masih ingin mendengarkanmu memainkan biola ini.
♡♡♡
Langit terlihat ramai malam ini. Hamparan bintang bintang begitu terlihat disana, tak lupa dengan bulan yang menemaninya seakaan tarasa lengkap sudah menyaksikan kemesraan mereka.
Kadang , saat aku termenung dan menatap langit. Aku begitu iri melihat kemesraan antara Bintang dan Bulan. Bahkan kemesraan itu berakhir dengan begitu indah. Dengan munculnya sunsite yang mengakhiri kemesraan mereka.
Jujur ..
Aku iri melihatnya ..
♡♡♡
Pulang malam sudah terbiasa bagiku. Anehnya , saat aku tiba di stasiun ini tidak ada kehadiran perempuan yang selalu hadir selama 3 hari belakang ini.
Kemana dia ?
Mungkin perempuan itu sibuk dengan aktifitas yang sebenarnya bukan aktifitas dia datang disini. Aku menghirup nafas , angin malam terasa menusuk kulit. Aku mengamati sudut itu. Sudut dimana perempuan itu duduk di seberang stasiun ini.
Aku mengerutkan dahi melihat selembar kertas di bangku sana. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun ini.
Rasa ingin tahu ku semakin menjadi jadi. Apa isi dari surat itu ? Siapa yang menulis surat ?. Yah.. seperti itulah pertanyaan sudah aku siapkan.
From : M.K
Art Galleri Tomorrow
Hanya tulisan itu yang aku temukan didalam lembar kertas. Aku tidak mengerti dengan maksud dari tulisan itu.
"Mungkin saja , ada orang jahil" pikirku
Aku bergegas pulang ke kosan karena esok akan ada pemotretan diacara paling bergensi. Banyak pelukis ternama akan memajang sebuah lukisan yang benilai estetika.
Aku memastikan perlengkapan untuk besok dibawa sudah selesai. Termasuk kamera kesayanganku. Hampir setiap tahun , Kantorku selalu saja menugaskanku mengambil gambar dalam acara seni tersebut.
Menurutku acaranya biasa biasa aja tidak ada yang istimewa. Istimewa dalan artian mungkin banyak pelukis ternama ikut meramaikan acara tersebut.
♡♡♡
Pengunjung dari berbagai kota sudah hadir melihat lihat lukisan yang dipajang diacara ini.
Entah , sudah berapa gambar sudah aku simpan di kameraku ini. Tak ketinggalan melewati moment yang diadakan pihak panitia penyelenggara setiap satu tahun sekali. Aku mengabadikan moment ini dengan berfoto bersama dengan pelukis ternama dan juga belajar banyak tentang tekhnik melukis.
Jujur , waktu SMA aku selalu melukis tak jarang lukisanku aku abadikan di mading sekolah. Banyak respon positif dari siswa siswi yang melihatnya dan juga Guru. Pernah aku ditawarin mengikuti lomba sand art aku menolaknya lantaran tidak belajar melukis diatas pasir.
Langkah ku terhenti saat melihat lukisan yang menggunakan tekhnik aquarel ini begitu sempurna dengan perpaduan warna. Aku menyukai lukisan ini. Namun aku tidak menemukan nama yang melukis dengan tekhnik seperti ini.
Acara yang ditunggu tunggu pun tiba.lelang lukisan akan dimulai banyak pengusaha yang ingin membeli lukisan dengan harga yang cukup fantastis untuk sebuah lukisan.
Aku hanya bisa tertegun melihat penawaran dari beberapa pengusaha yang mencoba menawarkan harga. Hingga akhirnya diputuskan bahwa penawaran berhenti di kisaran 500 juta. Mr.Smith sekaligus memenangkan lelang kali ini.
Mungkin banyak orang yang bertanya tanya siapa pelukis yang begitu luar biasa membuat lukisan dengan harga jual yang begitu fantastis.
Seorang wanita cantik dengan di pegangnya sebuah hasil kukisan yang tertutup kain hitam. Dan kalian tahu siapa wanita cantik yang sudah membuat hasil karya lukis luar biasa itu ?.
Kamu..
♡♡♡
"Hai.. boleh aku duduk disini" tanyaku mencoba untuk ngobrol lebih dekat dengannya
"Tentu , "jawabnya datar sambil menggeser tempatnya duduk memberikanku tempat
Aku gugup saat berada didekatnya. Mungkin karena aku belum terbiasa duduk berdua dengan orang ternama. Seorang pelukis muda berbakat yang sekarang duduk berada disamping aku.
"Kamu engga mengambil gambar ?"tanyanya memulai obrolan. Mungkin dia tau kalau aku bukan tipe orang yang suka berbasa basi.
"Engga , baterai kameraku low batte" kataku memberikan senyum simpul
"Kamu sendiri kenapa disini ?"tanyaku kali ini.
Perempuan itu tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya diam mematung entah apa yang dia pikirkan. Aku tidak tahu.
"Hai.."panggilku setengah berteriak sambil melambaikan tanganku ke wajahnya
"Haa."jawabnya begitu terhentak
"Maaf , kalau sudah membuatmu terkejut" maafku
"It's Oke , "
"Boleh aku menanyakan sesuatu padamu" aku mencoba memberanikan diri dengan menanyakan sesuatu yang sudah lama aku simpan di otakku
"Tentu"
"Kenapa kamu selalu datang di stasiun itu dengan aktifitas yang berbeda ? Apa tujuanmu datang sementara kamu selalu berada disana hampir setiap malamnya ?"
"Apa perlu aku jawab ?"
"Tentu ,"pikirku
"Kurasa tidak , mungkin nanti kamu akan mengetahuinya" ucapnya
"Hmmp.. baiklah , kalau kamu engga mau jujur enga apa apa"
Hening
"Hei.. kenapa kamu selalu pakai kacamata ?"tanyaku lagi lagi
"Kurasa profesimu seperti wartawan yang selalu menyanyakan hal yang tidak penting" pikirnya dengan tenang namun penekananya begitu mengena di hatiku
"Maaf kalau membuatmu merasa engga nyaman dengan"
"Engga apa apa, kamu mau tau yang sebenarnya kenapa aku selalu datang ke stasiun dan selalu memakai kacamata" ucapnya
"Iyah , aku ingin tahu yang sebenarnya" aku begitu antusias mendengar ucapan darinya
Perempuan itu kembali terdiam sejenak. Perempuan itu mengambil sebuah lukisan yang tertutup kain hitam. Membuatku semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya.
".."sambil membuka kacamata hitamnya melekat dihidungnya
"Kamu..." jawabku memotong ucapannya
"Yah aku buta ,"
"Aku semakin engga mengerti , kenapa hal ini bisa terjadi" tanyaku kali ini
"Kenapa hal ini bisa terjadi.."
"Kenapa hal ini bisa terjadi.. karena.." ucapnya sambil membuka kain hitam yang membungkus lukisan itu.
Sebuah lukisan anak laki laki sedang mengambil gambar saat mengikuti kegiatan MOPDB. Anak laki laki itu begitu serius mengambil gambar dengan kamera kesayangannya. Dan perlu kalian tahu siapa anak laki laki itu. Anak laki laki itu adalah..
AKU..
♡♡♡
"Hei..kamu terlihat cantik dengan gaun ini, kuharap kamu jangan melepaskannya hingga mentari membangunkan kita" pintaku melihat perempuan itu sudah sah menjadi isteriku memakai gaun pengantinya
"Kamu terlalu berlebihan , aku jelek untuk merias wajahku saja aku tidak bisa. Aku buta ," jawabnya
"Sssst.. kamu jangan ngomong seperti itu. Itu menurutmu, menurutku kamu itu cantik."
"Hmmmp.. terima kasih yah" ucapnya
"For what ?" Tanyanku tidak mengerti maksudnya
"Terima kasih sudah menerimaku apa adanya dan mau menjadi imamku dan untuk anak anakku nantinya" ucapnya diiringi isakan tangis dari matanya
"Heii.. aku tidak pernah memintamu untuk menjadi yang sempurna , cukup jadilah dirimu dengan segala kekuranganmu pun aku suka sayang. Itu sudah menjadi kewajibanku kamu tidak usah khawatir , aku akan selalu menjagamu dalam keadaan apapun"jawabku menyeka air matanya
"Kamu jangan menangis sayang.. aku disini untukmu" ucapku kali ini memeluknya tidak ingin aku lepaskan kemudian aku mengecup keningnya.
END

