Minggu, 24 Mei 2015

SENJA TAK LAGI MENYAPAKU

SENJA TAK LAGI MENYAPAKU

 PRAYOGA DWI WIBOWO          


 PROLOG  ...     

 

Salahkah dirinya merasakan kehadiran cinta ?         

Salahkah dirinya memilihmu untuk dijadikan kekasihmu ?         

Salahkah dirinya menganggapmu orang yang begitu special dihidupnya ?        

Hanya saja, dia mencintaumu diwaktu yang tidak pas. Disaat kau mencinti orang lain. Bukan dia yang ada diukiranmu.

Melainkan orang lain yang begitu tepat dihatimu          


Hidup selalu punya pilihan yang terbaik.          

Lantas .. kenapa dia begitu kekeh dengan pilihannya ?         

Apakah dia telah menyalahkan takdir yang telah disusunya oleh-Nya?         

Segitu spesialkah dirinya dihidupmu ?

hingga membuatmu mampu bertahan dengan sayapmu.

Walaupun kau tau, kau tak akan pernah bisa terbang bersamanya.         


Apa alasanmu hingga kau melakukan hal ini ?          

Dia selalu hadir dalam mimpimu..        

Selalu memberi kejutan kecil yang tak pernah kau duga          

Entah .. mengapa, penanmu selalu menulis namanya dalam buku diarymu.

Kau juga menempatkannya dalam cerpen/novel buatanmu        

Menjadikan fotomusebagai sampul terindahnya.          


Kau tau alasan terakhirnya ?         


Namamu salalu disebut olehnya diantara rangkaian doanya          

Dia percaya bahwa Rindu,Cinta,dan Setia itu satu paket dalam doa         

Dia percaya dan yakin dengan doanya           

Hanya itu alasanmu ?          


Hmmmp.. nampaknya kau begitu bodoh dalam hal ini          


Heii… kau ini rajawali yang begitu tangguh dari segala apapun         

Kenapa kau begitu tak berdaya dalam hal ini ?                     

Aku bisa saja mencari penggantinya dengan kharisma yang aku miliki          

Tapi, aku tak mampu melakukan hal itu           

Tak mampu menyoretmu dalam hatiku

Melenyapkanmu dalam imajinasiku          


Aku mencintaimu .. sungguh


Hanya itu yang dapat aku ucapkan         

Aku mencintaimu bukan karena kau cantik          

Bukan karena kau sempurna          

Melainkan.. aku mencintaimu karena sifat cuekmu kepadaku          

Setiap hari kau melakukan hal itu          

Setiap hari rasa itu tumbuh seiring berjalanya waktu          



Hei .. kamu pelita hatiku         

Terangi jalanku. Jika sinar cintaku kepadamu kain meredup          


Hei.. kamu merpati kecilku          

Kirimi kabarmu dengan aksara terindahmu          


Kau tau kenapa aku selalu berada ditempat ini ?                      


Aku selalu menceritakanmu..          


Senja selalu menjadi pendengar setiaku          

Ombak menjadi saksiku nantinya..          


Setiap sore          

Aku selalu menyempatkan hadir disini         

 Sekedar menunggu kabar darimu          

Aku selalu bermain bersama dengannya

Dibibir pantai sekedar melepas rasa lelahku menunggumu           

Akupun selalu menulis namamu dihamparan pasir pantai.

Namun ombak selalu saja menghapusnya.          

Aku melakukan hal itu disepanjang sore berikutnya.                      


Namun , kau tak pernah memberikan kabarmu..         

Mungkinkah sinarku kian redup ?          

Tidak !! aku percaya bahwa merpatiku akan memberikan kabarmu          

Betul dugaanku..         

Kau datang diwaktu yang tepat          

Tanpa sadar kau menemaniku menyaksikan senja terlelap.          


Tanpa ada perasaan bersalah kau mengatakan hal yang tak sepantasnya kau katakana    “sudah lama menungguku ?”         

Akupun menjawab dengan sejuta kebohonganku “tidak juga”`        

entah sampai kapan hal itu akan selalu terucap dari bibirku


Esok Sorenya...       


Aku tak lagi melihat senyuman dari wajahmu         

Kau menghilang bagitu saja. Tanpa memberikan kabar         

Lalu , aku melakukan hal itu kembali          

Sekedar mengisi heningan hatiku         


Aku setia denganmu..          

Aku setia menunggu kabar darimu..          

Perlahan aku mengerti Tentang hal itu,          

Tentang senja yang tak lagi menjadi pendengar setiaku          

Tentang senja yang tak lagi menyapaku diantara kehampaan hatiku          


Kini, aku paham dengan semua ini …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar