SENJA TAK LAGI MENYAPAKU
PRAYOGA DWI WIBOWO
PROLOG ...
Salahkah dirinya merasakan kehadiran
cinta ?
Salahkah dirinya memilihmu untuk
dijadikan kekasihmu ?
Salahkah dirinya menganggapmu orang
yang begitu special dihidupnya ?
Hanya saja, dia mencintaumu diwaktu
yang tidak pas. Disaat kau mencinti orang lain. Bukan dia yang ada diukiranmu.
Melainkan orang lain yang begitu tepat dihatimu
Hidup selalu punya pilihan yang
terbaik.
Lantas .. kenapa dia begitu kekeh
dengan pilihannya ?
Apakah dia telah menyalahkan takdir
yang telah disusunya oleh-Nya?
Segitu spesialkah dirinya dihidupmu
?
hingga membuatmu mampu bertahan dengan sayapmu.
Walaupun kau tau, kau tak
akan pernah bisa terbang bersamanya.
Apa alasanmu hingga kau melakukan
hal ini ?
Dia selalu hadir dalam mimpimu..
Selalu memberi kejutan kecil yang tak
pernah kau duga
Entah .. mengapa, penanmu selalu
menulis namanya dalam buku diarymu.
Kau juga menempatkannya dalam
cerpen/novel buatanmu
Menjadikan fotomusebagai sampul
terindahnya.
Kau tau alasan terakhirnya ?
Namamu salalu disebut olehnya
diantara rangkaian doanya
Dia percaya bahwa Rindu,Cinta,dan
Setia itu satu paket dalam doa
Dia percaya dan yakin dengan doanya
Hanya itu alasanmu ?
Hmmmp.. nampaknya kau begitu bodoh
dalam hal ini
Heii… kau ini rajawali yang begitu
tangguh dari segala apapun
Kenapa kau begitu tak berdaya dalam
hal ini ?
Aku bisa saja mencari penggantinya
dengan kharisma yang aku miliki
Tapi, aku tak mampu melakukan hal
itu
Tak mampu menyoretmu dalam hatiku
Melenyapkanmu dalam imajinasiku
Aku mencintaimu .. sungguh
Hanya
itu yang dapat aku ucapkan
Aku mencintaimu bukan karena kau
cantik
Bukan karena kau sempurna
Melainkan.. aku mencintaimu karena
sifat cuekmu kepadaku
Setiap hari kau melakukan hal itu
Setiap hari rasa itu tumbuh seiring
berjalanya waktu
Hei .. kamu pelita hatiku
Terangi jalanku. Jika sinar cintaku
kepadamu kain meredup
Hei.. kamu merpati kecilku
Kirimi kabarmu dengan aksara
terindahmu
Kau tau kenapa aku selalu berada
ditempat ini ?
Aku selalu menceritakanmu..
Senja selalu menjadi pendengar
setiaku
Ombak menjadi saksiku nantinya..
Setiap sore
Aku selalu menyempatkan hadir disini
Sekedar menunggu kabar darimu
Aku selalu bermain bersama dengannya
Dibibir pantai sekedar melepas rasa lelahku menunggumu
Akupun selalu menulis namamu
dihamparan pasir pantai.
Namun ombak selalu saja menghapusnya.
Aku melakukan hal itu disepanjang sore berikutnya.
Namun , kau tak pernah memberikan
kabarmu..
Mungkinkah sinarku kian redup ?
Tidak !! aku percaya bahwa merpatiku
akan memberikan kabarmu
Betul dugaanku..
Kau datang diwaktu yang tepat
Tanpa sadar kau menemaniku
menyaksikan senja terlelap.
Tanpa ada perasaan bersalah kau
mengatakan hal yang tak sepantasnya kau katakana “sudah lama menungguku ?”
Akupun menjawab dengan sejuta kebohonganku “tidak juga”`
entah sampai kapan hal itu akan
selalu terucap dari bibirku
Esok Sorenya...
Aku tak lagi melihat senyuman dari
wajahmu
Kau menghilang bagitu saja. Tanpa
memberikan kabar
Lalu , aku melakukan hal itu kembali
Sekedar mengisi heningan hatiku
Aku setia denganmu..
Aku setia menunggu kabar darimu..
Perlahan aku mengerti Tentang hal itu,
Tentang senja yang tak lagi menjadi
pendengar setiaku
Tentang senja yang tak lagi
menyapaku diantara kehampaan hatiku
Kini, aku paham dengan semua ini …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar