Sabtu, 23 Mei 2015

SECUIL BAHAGIA DALAM DEKAPANMU

PROLOG..


siapapun dia dalam cerita ini, hidupnya dipenuhui dengan tetesan air mata..

dia mencintaimu dengan hati tulus, namun kamu mematahkan semangatnya..


pada akhirnya dia telah berada disatu titik. satu titik dimana dia harus berhenti mencintaimu..

diaman juga dia harus merubah arah pelayarannya. pelayaran yang akan menjadi pelayaran terindah bersamamu.

kini, telah kandas diterpa ombak besar.

hingga akhirnya dia memutuskan untuk merubah arah pelayarannya..


cukup berat rasanya jika kau memilih salah satu diantara mereka yang sama sama mencintaimu. disatu sisi dirinya mencintaimu dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya. disisi lain, dia yang mencintaimu dengan memodalkan secuil kebahagian yang akan diberikan kepadamu.


dia yang mecintaimu dengan segala keterbatasan yang ia miliki hingga akhirnya memutuskan untuk menyingkirikan perasaan dan pergi meningglakanmu. andai saja, kau mengetahuinya lebih dalam lagi, akan terungkap seberapa besar dia mencintaimu 


tapi..


kau malah menerima dirinya untuk kau jadikan sandaran hidupmu.menjadi pelindungmu, menjadikan dirinya seperti malaikat terindahmu..


tidak..!! nampaknya kau tengah dibutakan olehnya, yang dapat membahagiakanmu dengan segelintir uang dan permata


dari mataku memandangmu..

kau yang kalah "CINTA"

dari mataku memandangmu..

aku melihat ada seorang gadis yang terperangkap dalam dimensi hitam..


sedangkan dia ? dia tengah merasakan kehancuran yang amat terdalam. antara imajinasi dan hatinya seakan tak bisa disatukan..


semakin hari, perasaaan itu tumbuh. tetapi kau sama sekali takmerasakan hal itu. cobalah sesekali kau mencoba menengoknya kembali. andaikan kau mengetahuinya. sebenarnya dia tengah menyiapakanmu untuk terbang jauh bersamanya.


dia sadar , dia hanyalah secuil bahagia yang tak berarti bagimu yang mungkin bisa saja dilenyapkan begitu saja. dia yang mecoba menutup luka lamamu dengan ketulusan hatinya. namun kau membuka luka lamanya kembali.


perlahan kau dengan dia disatukan kembali dalam satu ruangan utuh. tanpa sadar kau selalu memandanginya. namun mulutmu tak mampu terucap sekedar mengatakan "HELLO", menyesalakah dirimu telah melepasnya pergi ?


kemudia kau memintanya kembali mengisi kekosongan hatimu yang telah lama membeku. lelah ? letih ?seakan kau akan mengerti dengan sendirinya. lalu dia mencoba  menawarkan pundak untuk kau jadikan sandaran melepas rasa lelahmu..


menyesalkah dirimu telah melepasnya pergi ?

masih belom percayakah kau dengan ketelusan hatinya ?

walaupun tersa sakit baginya..


ENTAHLAH..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar