Selasa, 01 Mei 2018

Essay


Politik Mercusuar Ala Soekarno vs Jokowi

Sebelum membahas mengenai subtansi dari judul yang diangkat kali ini. Penulis akan mengajak pembaca untuk memahami terlebih dahulu pemimpin dan gaya pemimpin Presiden Indonesia dari masa ke masa. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Selain dipengaruhi karakter dan kepribadian yang unik,pengaruh dari situasi dan kondisi. Sejatinya karakter seorang pemimpin dalam mimpin telah terbentuk sedemikian rupa dari hasil interaksi ia dengan lingkungannya dengan melalui pembiasaan dan pengalaman. 

Sedangkan gaya kepemimpinan mengandung pengertian suatu perwujudan tingkah laku dari seseorang pemimpin yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin perwujudan tersebut. Biasanya membentuk suatu pola/bentuk tertentu (Davis dan Newstrom:1995). Menurut Tjiptono (2006) gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku (kata-kata dan tindakan-tindakan) dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain (Hersey, 2004). Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau carayang dipilih dan dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikapdan perilaku para anggota organisasi bawahannya (Nawawi, 2006).

Secara sederhana, pemimpin adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pemimpin mempunyai kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pemimpin mempunyai keterampilan yang berbeda, seperti keterampilan teknis, manusiawi dan konseptual.

Indonesia sudah merdeka dari bangsa lain sudah 72 tahun lamanya. Selama itu pula, Indonesia mengalami pergantian pemimpin mulai dari Soekarno,Soehato,Habibie,Gus Dur,Megawati,SBY hingga Jokowi. Setiap pemimpin yang memimpin bangsa Indonesia memiliki ciri khas gaya kepemimpinanya dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Ir.Soekarno, Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasipergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsaAsia dan Afrika serta pergerakan melepas ketergantungan dari negara-negara Barat (Amerika dan Eropa).

Soeharto, Gaya Kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan gabungan dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyal visi yang jauh ke depan dan sadar akan perlunya langkah-langkah penyesuaian.

B.J Habibie, Gaya kepemimpinan Presiden Habibie adalah gaya kepemimpinan Dedikatif-Fasilitatif, merupakan sendi dan Kepemimpinan Demokratik.Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi, tanpa mau memikirkan risikonya. Tatkala Habibie dalam situasi penuh emosional, ia cenderung bertindak atau mengambil keputusan secara cepat. Seolah ia kehilangan kesabaran untuk menurunkan amarahnya. Bertindak cepat, rupanya, salah satu solusi untuk menurunkan tensinya.

Abdurahman Wahid, Gaya kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid adalah gaya kepemimpinan Responsif-Akomodatif, yang berusaha untuk mengagregasikan semua kepentingan yang beraneka ragam yang diharapkan dapat dijadikan menjadi satu kesepakatan atau keputusan yang memihki keabsahan. Pelaksanaan dan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan diharapkan mampu menggerakkan partisipasi aktif para pelaksana di lapangan, karena merasa ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan kebijaksanaan.

Megawati Soekarno Putri, Gaya kepemimpinan megawati yang anti kekerasan itu tepat sekali untuk menghadapi situasi bangsa yang sedang memanas.Megawati lebih menonjolkan kepemimpinan dalam budaya ketimuran. Ia cukup lama dalam menimbang-nimbang sesuatu keputusan yang akan diambilnya. Tetapi begitu keputusan itu diambil, tidak akan berubah lagi. Gaya kepemimpinan seperti bukanlah suatu ke1emahan. Seperti dikatakanoleh Frans Seda: "Dia punya intuisi tajam. Sering kita berpikir, secara logika, menganalisa fakta-fakta, menyodorkan bukti-bukti, tapi tetap saja belum pas. Di saat itulah Mega bertindak berdasarkan intuisinya, yang oleh orang-orang lain tidak terpikirkan sebelumnya."

Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memiliki gaya kepemimpinan responsif, demokratis, dan proaktif. Kebebasan berpendapat dijunjung tinggi. Jika tadinya mengkritik pemerintah menjadi hal yang tabu, dimasa pemerintahannya tidak lagi. SBY sapaannya sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan kapanpun, di manapun,dan dalam kondisi apapun. Sangat jauh dari anggapan sementara kalangan yang menyebut SBY sebagai figur peragu, lambat, dan tidak "decisive" (tegas). Sosok yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat,tetapi selalu defensif terhadap kritik.

Joko Widodo, Presiden Jokowi, dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang pro rakyat. Ia berjasa dalam dalam pembangunan infrastruktur dan transparansi birokrasi. Banyak hal yang tadinya sulit diurus karena harus melewati birokrasi yang berbelit-belit, kini telah bisa dilakukan secara online.

Perbedaan gaya kepemimpinan adalah hal yang wajar. Juga perbedaan cara memerintah dan pandangan dalam berpolitik. Demokrasi tentu menghormati perbedaan pandangan politik. Namun, dari perbedaan itu ada hal yang menarik harus kita pahami kembali dalam mengenal perbedaan gaya pemimpin Indonesia yang dibahas diatas. Namun perbedaan gaya kepemimpinan setiap Presiden akan berdampak pula kepada perbedaan Program Kerja yang direncanakan selama Presiden itu menjabat.

Tentunya, dari Program Kerja yang dilaksanakan ada yang mengalami perkembangan signifikan, ada yang mengalami stagnan, atau ada yang mengalami kemunduran. Terlepas dari itu semua, para pemimpin kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk memajukan Indonesia sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke-4. Hal yang menarik dari cara pemimpin kita untuk melaksanakan program kerjanya. Ada kesamaan program kerja yang dijalankan oleh dua Presiden dengan masa yang berbeda. Program Kerja masa Presiden Ir.Soekarno dan masa Presiden Joko Widodo. Dan tulisan ini akan mengupas kesamaan Program Kerja dari kedua pemimpin berbeda masa itu. 

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno di tahun 1960 pernah menjalankan Demokrasi Terpimpin dimana kala itu, Presiden Soekarno dalam Program Kerjanya membangun infrastruktur megah ditengah-tengah kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak kondusif. Berikut beberapa bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

1.      Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Stadion yang kerap menggelar pertandingan sepakbola Internasional ini berada di kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno, Jakarta. Awal pembangunan stadion ini adalah sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian Games tahun 1962 yang pada waktu itu Jakarta terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara olahraga se Asia tersebut. Pembangunan stadion ini di danai dari kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS.

2.      Monumen Nasional (Monas), Monumen setinggi 132 meter ini mulai dikerjakan pada tanggal 17 Agustus 1961 dan rampung dikerjakan pada pertengahan tahun 1975. Tugu ini memiliki puncak berbentuk lidah api terbuat dari perunggu yang dilapisi lembaran emas. Model ini melambangkan semangat perjuangan yang membara dari rakyat Indonesia. Di dalam monumen ini juga terdapat museum yang terdapat banyak diorama tentang kisah perjuangan rakyat Indonesia.

3.      Masjid Istiqlal, Masjid Istiqlal menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara karena sanggup menampung 120.000 jemaah. Bangunan yang juga tempatberibadah umat Islam ini pembangunannya diprakarsai oleh Ir. Soekarno dan beliau sendiri yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan pada tanggal 24 Agustus 1951. Masjid ini terdiri dari lima lantai dan memiliki kubah yang diameternya 45 meter.
4.   Wisma Nusantara, Gedung berikutnya yang merupakan gagasanIr. Soekarno adalah Wisama Nusantara. Sebuah gedung yang dimanfaatkan sebagai pusat perkantoran dan bisnis ini dibangun pada tahun 1964 dan pengerjaannya selesai tiga tahun berikutnya. Gedung ini menjadi gedung pencakar langit pertama di Indonesiayang memiliki ketinggian di atas 100 meter.
5.      Hotel Indonesia, Sejarah pembangunannya hampir mirip dengan pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno, yaitu sebagai sarana prasarana penunjang digelarnya Asian Games pada tahun 1962 menjadikannya sebagai hotel berbintang pertama yang di bangun di Jakarta, Indonesia. Hotel ini secara resmi dibuka pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno dan memiliki slogan “A Dramatic Symbol of Free Nations Working Together”.

6.      Patung Pancoran,  Nama resmi dari patung yang menjadi gerbang masuk kota Jakarta ini bernama Monumen Patung Dirgantara. Pada awalnya rancangan patung tersebut didasarkan pada permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan Indonesia di bidang kedirgantaraan. Dalam proses pembangunannya yang berlangsung pada tahun 1964 hingga 1965 ini melibatkan beberapa pihak.

Sedangkan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi Widodo, Program Kerjanya lebih memfokuskan kepada pembangunan Infrastruktur dibandingkan pembangunan ekonomi ataupun pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dapat dilihat dari hasil Infrastruktur yang sudah dijalankan oleh Presiden Joko Widodo.

1.      Jalan, Dalam tiga tahun terakhir, pemerintahan Jokowi-JK telah membangun jalan baru sepanjang 2.623 kilometer (km).  Sekitar 2.000 km di antaranya merupakan jalan perbatasan yang dibangun di titik-titik terluar dan pelosok negeri.

2.      Jalan Tol, Selain jalan baru yang sebagian besar di bangun di titik-titik terluar dan pedalaman, pemerintah Jokowi-JK juga memberikan perhatian pada jalan tol.Ini bisa dilihat dari capaian pembangunan jalan tol yang mencapai 568 km selama tiga tahun terakhir, terbagi atas 132 km pada 2015, 44 km pada 2016, dan sisanya 392 km pada tahun ini. Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan jalan tol hingga 2019 mendatangakan mencapai 1.851 km.

3.   Bendungan, Infrastuktur lain yang mendapatkan perhatian serius Jokowi-JK adalah bendungan. Dalam tiga tahun pemerintahannya, Jokowi-JK telah merampungkan pembangunan 9 bendungan.Sementara 30 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan sampai tahun ini. Jokowi berharap pemerintahannya bisa membangun 100 bendungan hingga 2019, terdiri dari 70 bendungan baru dan 30 bendungan lanjutan.

4. Jembatan, Di awal pemerintahannya, Presiden Jokowi-JK menargetkan pembangunan jembatansepanjang 29.859 meterhingga 2019. Kini, di tahun ketiganya, sepanjang 25.149 meterjembatan telah berhasil dibangun.Jembatan-jembatan baru tersebut antara lainJembatan Tayan di Kalimatan Barat, Jembatan Merah Putih di Ambon, Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan Teluk Kendaridi Sulawesi Utara dan Holtekamp di Jayapura.

5.    Modal Transportasi, Selain membangun jalan dan jalan tol, pemerintahan Jokowi-JK juga membangun transportasi massal jenis baru, yakniLight Rail Transit(LRT) Jabodebek dan Palembang,Mass RapidTransit(MRT) Jakarta.Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, pemerintah juga membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung,Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Kereta Bandara Soekarno-Hatta serta kereta antar terminal Bandara Soekarno-Hatta atau SkyTrain.Moda-moda transportasi massal tersebut dimaksudkan untuk mengatasi persoalan kemacetan hingga saat ini masih menjadi menjadi momok di kota-kota.

Dari hasil Progam Kerja yang dijalan oleh kedua pemimpin di beda masa itu persamaannya yaitu sama-sama menitik beratkan di pembangunan Infrastruktur dibandingkan pembangunan ekonomi dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Sehingga masyarakat melihat fokus dari Program Kerja kedua pemimpin tersebut menginginkan Indonesia dipandang oleh bangsa luar dengan keberhasilannya  membangun infrastruktur. 

Seperti layaknya menara "Mercusuar" dengan mengedepankan kekaguman bangsa lain melihat Indonesia berhasil membangun berbagai infrastruktur. Sedangkan di bawah menara tersebut tengah mengalami kekeroposan akibat menurunya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan pengembangan Sumber Daya Manusia.


Prayoga Dwi Wibowo
Mahasiswa Pendidkan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan



Daftar Pustaka

Sumber Buku

Davis, Keith dan Newstrom. (1995). Perilaku Dalam Organisasi, Edisi ketujuh, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hersey. Kunci Sukses Pemimpin Situasional. Jakarta : Delaprasta, 2004

Nawawi, Hadari. Kepemimpinan yang Efektif. Yogyakarta : Gadjah Mada, University Press, 2006

Tjiptono, Fandy. Kepemimpinan. Malang : Bayu Media, 2006

Sumber Internet:

https://www.kompasiana.com/hennysovya/mengenal-gaya-kepemimpinan-presiden-di-indonesia_552c5c1c6ea834f7738b4571?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8900219020

https://travelingyuk.com/bangunan-megah-hasil-gagasan-soekarno/37/6/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2263530418

https://www.rappler.com/indonesia/berita/185764-3-tahun-jokowi-jk-5-pencapaian-sektor-infrastruktur?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4704562075


Tidak ada komentar:

Posting Komentar