Politik Mercusuar Ala Soekarno vs Jokowi
Sebelum membahas mengenai
subtansi dari judul yang diangkat kali ini. Penulis akan mengajak pembaca untuk
memahami terlebih dahulu pemimpin dan gaya pemimpin Presiden Indonesia dari
masa ke masa. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Selain dipengaruhi
karakter dan kepribadian yang unik,pengaruh dari situasi dan kondisi. Sejatinya
karakter seorang pemimpin dalam mimpin telah terbentuk sedemikian rupa dari
hasil interaksi ia dengan lingkungannya dengan melalui pembiasaan dan
pengalaman.
Sedangkan gaya kepemimpinan
mengandung pengertian suatu perwujudan tingkah laku dari seseorang pemimpin
yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin perwujudan tersebut. Biasanya
membentuk suatu pola/bentuk tertentu (Davis dan Newstrom:1995). Menurut
Tjiptono (2006) gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin
dalam berinteraksi dengan bawahannya. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan
bahwa gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku (kata-kata dan
tindakan-tindakan) dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain
(Hersey, 2004). Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau carayang dipilih dan
dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikapdan perilaku
para anggota organisasi bawahannya (Nawawi, 2006).
Secara sederhana, pemimpin
adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk
melakukan unjuk kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan
organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pemimpin mempunyai
kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pemimpin mempunyai keterampilan yang
berbeda, seperti keterampilan teknis, manusiawi dan konseptual.
Indonesia sudah merdeka dari
bangsa lain sudah 72 tahun lamanya. Selama itu pula, Indonesia mengalami
pergantian pemimpin mulai dari Soekarno,Soehato,Habibie,Gus Dur,Megawati,SBY
hingga Jokowi. Setiap pemimpin yang memimpin bangsa Indonesia memiliki ciri
khas gaya kepemimpinanya dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Ir.Soekarno, Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno
berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai,
sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era
tersebut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya
diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan
ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi
panutan dan sumber inspirasipergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsaAsia dan
Afrika serta pergerakan melepas ketergantungan dari negara-negara Barat
(Amerika dan Eropa).
Soeharto, Gaya Kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan gabungan
dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif, yaitu
gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai
sesuatu yang berdampak positif serta mempunyal visi yang jauh ke depan dan
sadar akan perlunya langkah-langkah penyesuaian.
B.J Habibie, Gaya kepemimpinan Presiden Habibie adalah gaya
kepemimpinan Dedikatif-Fasilitatif, merupakan sendi dan Kepemimpinan
Demokratik.Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi,
tanpa mau memikirkan risikonya. Tatkala Habibie dalam situasi penuh emosional,
ia cenderung bertindak atau mengambil keputusan secara cepat. Seolah ia
kehilangan kesabaran untuk menurunkan amarahnya. Bertindak cepat, rupanya,
salah satu solusi untuk menurunkan tensinya.
Abdurahman Wahid, Gaya kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid
adalah gaya kepemimpinan Responsif-Akomodatif, yang berusaha untuk
mengagregasikan semua kepentingan yang beraneka ragam yang diharapkan dapat
dijadikan menjadi satu kesepakatan atau keputusan yang memihki keabsahan.
Pelaksanaan dan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan diharapkan mampu
menggerakkan partisipasi aktif para pelaksana di lapangan, karena merasa ikut
terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan kebijaksanaan.
Megawati Soekarno Putri, Gaya kepemimpinan megawati yang anti
kekerasan itu tepat sekali untuk menghadapi situasi bangsa yang sedang
memanas.Megawati lebih menonjolkan kepemimpinan dalam budaya ketimuran. Ia
cukup lama dalam menimbang-nimbang sesuatu keputusan yang akan diambilnya.
Tetapi begitu keputusan itu diambil, tidak akan berubah lagi. Gaya kepemimpinan
seperti bukanlah suatu ke1emahan. Seperti dikatakanoleh Frans Seda: "Dia
punya intuisi tajam. Sering kita berpikir, secara logika, menganalisa
fakta-fakta, menyodorkan bukti-bukti, tapi tetap saja belum pas. Di saat itulah
Mega bertindak berdasarkan intuisinya, yang oleh orang-orang lain tidak
terpikirkan sebelumnya."
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
memiliki gaya kepemimpinan responsif, demokratis, dan proaktif. Kebebasan
berpendapat dijunjung tinggi. Jika tadinya mengkritik pemerintah menjadi hal
yang tabu, dimasa pemerintahannya tidak lagi. SBY sapaannya sebagai pemimpin
yang mampu mengambil keputusan kapanpun, di manapun,dan dalam kondisi apapun.
Sangat jauh dari anggapan sementara kalangan yang menyebut SBY sebagai figur
peragu, lambat, dan tidak "decisive" (tegas). Sosok yang demokratis,
menghargai perbedaan pendapat,tetapi selalu defensif terhadap kritik.
Joko Widodo, Presiden Jokowi, dikenal memiliki gaya kepemimpinan
yang pro rakyat. Ia berjasa dalam dalam pembangunan infrastruktur dan
transparansi birokrasi. Banyak hal yang tadinya sulit diurus karena harus
melewati birokrasi yang berbelit-belit, kini telah bisa dilakukan secara
online.
Perbedaan gaya kepemimpinan
adalah hal yang wajar. Juga perbedaan cara memerintah dan pandangan dalam
berpolitik. Demokrasi tentu menghormati perbedaan pandangan politik. Namun,
dari perbedaan itu ada hal yang menarik harus kita pahami kembali dalam
mengenal perbedaan gaya pemimpin Indonesia yang dibahas diatas. Namun perbedaan
gaya kepemimpinan setiap Presiden akan berdampak pula kepada perbedaan Program
Kerja yang direncanakan selama Presiden itu menjabat.
Tentunya, dari Program Kerja
yang dilaksanakan ada yang mengalami perkembangan signifikan, ada yang
mengalami stagnan, atau ada yang mengalami kemunduran. Terlepas dari itu semua,
para pemimpin kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk memajukan Indonesia
sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke-4. Hal yang menarik dari cara pemimpin kita
untuk melaksanakan program kerjanya. Ada kesamaan program kerja yang dijalankan
oleh dua Presiden dengan masa yang berbeda. Program Kerja masa Presiden
Ir.Soekarno dan masa Presiden Joko Widodo. Dan tulisan ini akan mengupas
kesamaan Program Kerja dari kedua pemimpin berbeda masa itu.
Pada masa pemerintahan
Presiden Soekarno di tahun 1960 pernah menjalankan Demokrasi Terpimpin dimana
kala itu, Presiden Soekarno dalam Program Kerjanya membangun infrastruktur
megah ditengah-tengah kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak kondusif. Berikut
beberapa bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
1. Stadion Gelora Bung Karno (GBK),
Stadion yang kerap menggelar pertandingan sepakbola Internasional ini berada di
kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno, Jakarta. Awal pembangunan
stadion ini adalah sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian
Games tahun 1962 yang pada waktu itu Jakarta terpilih sebagai tuan rumah
penyelenggaraan acara olahraga se Asia tersebut. Pembangunan stadion ini di
danai dari kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS.
2. Monumen Nasional (Monas), Monumen
setinggi 132 meter ini mulai dikerjakan pada tanggal 17 Agustus 1961 dan
rampung dikerjakan pada pertengahan tahun 1975. Tugu ini memiliki puncak
berbentuk lidah api terbuat dari perunggu yang dilapisi lembaran emas. Model
ini melambangkan semangat perjuangan yang membara dari rakyat Indonesia. Di
dalam monumen ini juga terdapat museum yang terdapat banyak diorama tentang
kisah perjuangan rakyat Indonesia.
3. Masjid Istiqlal, Masjid Istiqlal
menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara karena sanggup menampung 120.000
jemaah. Bangunan yang juga tempatberibadah umat Islam ini pembangunannya
diprakarsai oleh Ir. Soekarno dan beliau sendiri yang melakukan peletakan batu
pertama pembangunan pada tanggal 24 Agustus 1951. Masjid ini terdiri dari lima
lantai dan memiliki kubah yang diameternya 45 meter.
4. Wisma Nusantara, Gedung berikutnya yang
merupakan gagasanIr. Soekarno adalah Wisama Nusantara. Sebuah gedung yang
dimanfaatkan sebagai pusat perkantoran dan bisnis ini dibangun pada tahun 1964
dan pengerjaannya selesai tiga tahun berikutnya. Gedung ini menjadi gedung
pencakar langit pertama di Indonesiayang memiliki ketinggian di atas 100 meter.
5. Hotel Indonesia, Sejarah pembangunannya
hampir mirip dengan pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno, yaitu sebagai
sarana prasarana penunjang digelarnya Asian Games pada tahun 1962 menjadikannya
sebagai hotel berbintang pertama yang di bangun di Jakarta, Indonesia. Hotel
ini secara resmi dibuka pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh Presiden RI pertama,
Ir. Soekarno dan memiliki slogan “A Dramatic Symbol of Free Nations Working
Together”.
6. Patung Pancoran, Nama resmi dari
patung yang menjadi gerbang masuk kota Jakarta ini bernama Monumen Patung
Dirgantara. Pada awalnya rancangan patung tersebut didasarkan pada permintaan
Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan Indonesia di bidang kedirgantaraan.
Dalam proses pembangunannya yang berlangsung pada tahun 1964 hingga 1965 ini
melibatkan beberapa pihak.
Sedangkan pada masa
pemerintahan Presiden Jokowi Widodo, Program Kerjanya lebih memfokuskan kepada
pembangunan Infrastruktur dibandingkan pembangunan ekonomi ataupun pengembangan
Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dapat dilihat dari hasil Infrastruktur yang
sudah dijalankan oleh Presiden Joko Widodo.
1. Jalan, Dalam tiga tahun terakhir,
pemerintahan Jokowi-JK telah membangun jalan baru sepanjang 2.623 kilometer
(km). Sekitar 2.000 km di antaranya merupakan jalan perbatasan yang
dibangun di titik-titik terluar dan pelosok negeri.
2. Jalan Tol, Selain jalan baru yang
sebagian besar di bangun di titik-titik terluar dan pedalaman, pemerintah
Jokowi-JK juga memberikan perhatian pada jalan tol.Ini bisa dilihat dari
capaian pembangunan jalan tol yang mencapai 568 km selama tiga tahun terakhir,
terbagi atas 132 km pada 2015, 44 km pada 2016, dan sisanya 392 km pada tahun
ini. Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan jalan tol hingga 2019 mendatangakan
mencapai 1.851 km.
3. Bendungan, Infrastuktur lain yang
mendapatkan perhatian serius Jokowi-JK adalah bendungan. Dalam tiga tahun
pemerintahannya, Jokowi-JK telah merampungkan pembangunan 9 bendungan.Sementara
30 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan sampai tahun ini. Jokowi berharap
pemerintahannya bisa membangun 100 bendungan hingga 2019, terdiri dari 70
bendungan baru dan 30 bendungan lanjutan.
4. Jembatan, Di awal pemerintahannya,
Presiden Jokowi-JK menargetkan pembangunan jembatansepanjang 29.859 meterhingga
2019. Kini, di tahun ketiganya, sepanjang 25.149 meterjembatan telah berhasil
dibangun.Jembatan-jembatan baru tersebut antara lainJembatan Tayan di Kalimatan
Barat, Jembatan Merah Putih di Ambon, Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan
Teluk Kendaridi Sulawesi Utara dan Holtekamp di Jayapura.
5. Modal Transportasi, Selain membangun
jalan dan jalan tol, pemerintahan Jokowi-JK juga membangun transportasi massal
jenis baru, yakniLight Rail Transit(LRT) Jabodebek dan Palembang,Mass
RapidTransit(MRT) Jakarta.Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, pemerintah
juga membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung,Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya,
Kereta Bandara Soekarno-Hatta serta kereta antar terminal Bandara
Soekarno-Hatta atau SkyTrain.Moda-moda transportasi massal tersebut dimaksudkan
untuk mengatasi persoalan kemacetan hingga saat ini masih menjadi menjadi momok
di kota-kota.
Dari hasil Progam Kerja yang
dijalan oleh kedua pemimpin di beda masa itu persamaannya yaitu sama-sama
menitik beratkan di pembangunan Infrastruktur dibandingkan pembangunan ekonomi
dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Sehingga masyarakat melihat fokus dari
Program Kerja kedua pemimpin tersebut menginginkan Indonesia dipandang oleh
bangsa luar dengan keberhasilannya membangun infrastruktur.
Seperti layaknya menara "Mercusuar" dengan mengedepankan kekaguman bangsa lain melihat Indonesia berhasil membangun berbagai infrastruktur. Sedangkan di bawah menara tersebut tengah mengalami kekeroposan akibat menurunya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan pengembangan Sumber Daya Manusia.
Prayoga Dwi Wibowo
Mahasiswa Pendidkan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan
Daftar Pustaka
Sumber Buku
Davis, Keith dan Newstrom. (1995). Perilaku Dalam Organisasi, Edisi ketujuh, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hersey. Kunci Sukses Pemimpin Situasional. Jakarta : Delaprasta, 2004
Nawawi, Hadari. Kepemimpinan yang Efektif. Yogyakarta : Gadjah Mada, University Press, 2006
Tjiptono, Fandy. Kepemimpinan. Malang : Bayu Media, 2006
Sumber Internet:
https://www.kompasiana.com/hennysovya/mengenal-gaya-kepemimpinan-presiden-di-indonesia_552c5c1c6ea834f7738b4571?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8900219020
https://travelingyuk.com/bangunan-megah-hasil-gagasan-soekarno/37/6/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2263530418
https://www.rappler.com/indonesia/berita/185764-3-tahun-jokowi-jk-5-pencapaian-sektor-infrastruktur?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4704562075
Tidak ada komentar:
Posting Komentar