Selasa, 01 Mei 2018

Opini

Pluit Kampanye Prabowo Subianto

Gegap-gempita suara teriakan Buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi Buruh Nasional, ikut meramaikan aksi demo sebagai memperingati Hari Buruh Internasional atau biasa dikenal dengan sebutan "May Day". Dilihat dari sejarah, Hari Buruh pertama kali disuarakan di Amerika Serikat pada tahun 1806. Aksi Demo Buruh pada saat itu, menekankan pada pengurangan jam kerja. Mereka menuntut pemerintah untuk mengurangi jam kerja menjadi 8 jam. Seiiring berjalannya waktu, ada suatu Lembaga Internasional yang bertugas menampung aspirasi Buruh Internasional, yaitu International Labour Organization (ILO). Sehingga tanggal 1 Mei ditetapkan oleh ILO sebagai Hari Buruh Internasional.

Namun, Opini kali ini bukan mengenai Aksi Demo Buruh yang diselenggarakan oleh berbagai Negara ataupun mengenai Tuntutan Buruh. Ada hal yang menarik dan perlu kita ketahui lebih dalam tentang di balik Aksi Buruh kemarin. Hadirnya Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto ditengah-tengah Ribuan Buruh yang menyuarakan tuntutannya. Prabowo hadir tidak sendiri, ada beberapa pentolan dari Partai yang dibangun oleh Prabowo diantaranya Wakil Ketua Umum, Fadli Zon. 

Menariknya dari Aksi Demo Buruh yang digelar 1 Mei lalu. Prabowo dan jajaran partai Gerindra langsung naik podium yang disediakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Prabowo menyampaikan pidato sebagai ajang konsolidasi dengan para buruh yang tergabung dalam KSPI. Prabowo meminta untuk dukungan kepada para buruh untuk mendukungnya untuk menjadi Presiden di tahun 2019-2024 mendatang. Sebagai bentuk komitmen Prabowo demi kesejahteraan Buruh Indonesia, Prabowo Subianto langsung mengemukakan 10 kontrak Politik sebagai wujud kepeduliannya kepada Buruh yang tergabung dalam KSPI. 10 Kontrak Politik yang di deklarasikan oleh Prabowo Subianto diantaranya:

  1. Meningkatkan daya beli buruh danmasyarakat serta meningkatkan upah minimum dengan cara cabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016 dan tambah jenis barang dan jasa kebutuhan hidup layak yang menjadi dasar upah minimum dari 60 KHL menjadi 84 KHL. Berdasarkan perundingan antara partai, pengusaha dan perwakilan para pekerja.
  2. Revisi jaminan pensiun nomor 45 tahun 2015 berupa besaran iuran dan manfaat bulanan yang diterima oleh pekerja buruh minimal 60 persen dari upah
  3. Menjalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan sistem asuransi yang adil bagi pekerja buruh, honorer dan masyarakat yang kurang mampu
  4. Stop perbudakan modern berkedok out sourching, honorer dan perpanjangan.
  5. Menciptakan lapangan pekerjaan dan mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang TKA yang merugikan buruh Indonesia.
  6. Mengangkat guru honorer dan tenaga honorer K2 menjadi ASN dan memberlakukan upah minimum untuk kategori guru swasta, PAUD, Madrasah dan Yayasan.
  7. Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dan mengalokasikan APBN untuk anak pekerja buruh hingga perguruan tinggi secara gratis bagi yang berprestasi.
  8. Menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dan kepastian hukum untuk kendaraan roda dua sebagai transportasi umum. Dan menjamin hak berserikat bagi pengemudi ojek online yang menjadi mitranya serta hak atas perjanjian kerja bersama.
  9. Menyiapkan perumahan murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dengan uang muka nol persen.
  10. Meningkatkan pendapatan pajak dan tax ratio melalui reformasi perpajakan yang berpihak kepada pekerja buruh dan rakyat tidak mampu. Serta menjadikan koperasi, BUMN dan BUMD sebagai sumber penguatan ekonomi nasional serta memastikan bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai kembali oleh negara. Dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Sebagian Masyarakat Indonesia bertanya-tanya apa maksud dari Prabowo Subianto dalam menteken 10 Kontrak Politik bersama Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Istora Senayan diacara peringatan Hari Buruh kemarin. Sedangkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden masih terbilang lama. Dan menariknya lagi, Prabowo Subianto belum menentukan sikap siapa bakal calon yang akan mendampinginya nanti dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 mendatang. 

Prayoga Dwi Wibowo 
Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan, BEM Prodi PPKN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar