Sabtu, 16 Juni 2018

Draf

Akan ada saatnya, kamu dan Aku akan dihadapkan dengan hal-hal yang melelahkan. Kamu yang tidak pernah mau belajar untuk selalu bisa mengisi kekuranganku. Atau mungkin, Aku yang selalu sibuk dengan duniaku. Hingga akhirnya, aku tidak pernah memahami apa yang kamu rasakan.

Kamu yang selalu saja menuntutku, untuk selalu bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Atau mungkin, Kamu yang selalu saja ingin di dengar ceritanya, tanpa kamu mau belajar menjadi pendengar.

Katamu, aku bukanlah orang yang peka terhadap inginmu. Katamu, aku bukanlah orang yang bisa diajak berkelana dan bercanda bersama.

Sesekali aku ingin mengajak kamu merenung, apa yang sudah Aku-Kamu katakan dan lakukan bersama. Mungkin aku/kamu lupa, tentang bagian yang terlupakan oleh kita. Bahwasanya setiap orang/pasangan mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Begitupun dengan orang kembar sekaligus yang bentuk fisiknya sama tapi, apakah sifat dan karakternya juga sama ?. Tentu saja tidak.

Janganlah kamu membandingkan-bandingkan dengan apa yang kamu inginkan. Belum tentu, apa yang kamu inginkan cocok dengan sifat dan karakterku.

Misalnya, kamu menginginkan aku untuk selalu bisa mengertikan kamu disaat kamu lelah ataupun ada masalah. Sementara aku melakukan sesuatu untuk menghibur kamu disaat dunia menertawakanmu. Hingga akhirnya, apa yang aku lakukan tidak pernah bisa menjadi bahan penilaianmu.

Bukan saja, kamu yang lelah. Aku juga lelah dengan kamu. Dengan sifatmu yang sama-sama tidak memahami sifat dan karakter masing-masing. Hingga akhirnya, aku dan kamu memutuskan untuk berpisah. Kita adalah orang yang sama-sama gagal menyatukan ingin.

Kelak, jika sang Narator (Tuhan) mempertemukan aku-kamu kembali. Kenanglah kita sebagai orang yang pernah bersama. Bukan untuk mengajak bersama. Jangan pernah menanam rindu di semesta kita. Jika Kamu melakukannya disaat dunia membencimu. Akan aku pastikan, aku cabut dan bunuh rindu itu hingga kamu tidak bisa merasakannya.

Hingga akhirnya, kamu akan merasakan satu hal..

"Sesekali 'Rindu' hanya memberikan pelajaran kepada kita. Bahwasanya Kita harus bisa menghargai kehadiran seseorang yang hadir di hidup kita. Dia yang tidak pernah meminta balasan apapun dari kita. Sementara kita, menganggap kehadirannya tidak penting dan tidak dinantikan oleh kita. Dan itulah yang menjadi alasan jua. Mengapa kebahagian terasa singkat ? Agar kita bisa menghargainya"

Sampai jumpa dibagian selanjutnya. Kamu akan menemukan kebahagianmu dengan seseorang yang dapat menggantikan posisiku. Aku pun akan menemukan kebahagianku. Tanpa Kamu.

(Jakarta, Juni 2018)

p.s : Catatan singkat ini bukan ditunjukkan untuk sepasang kekasih saja.

Sabtu, 09 Juni 2018

Opini

Polemik Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.14 tahun 2018

Disaat Partai Politik tengah disibukkan mempersiapkan diri untuk mencari kader-kader terbaiknya untuk dicalonkan dalam pemilihan Legislatif ataupun pemilihan Presidem tahun 2019 mendatang. Tidak kalah pentingnya, dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu dalam menentukan mekanisme pemilihan umum. Ada beberapa hal yang harus dikerjakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), diantaranya: 1) pendataan terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT). 2) Membuat suatu aturan ataupun mekanisme dalam menentukan pasangan calon. 3) Sosialisasi kepada masyarakat dalam menekankan pentingnya memilih nanti demi terciptanya Demokrasi.

Dari beberapa tugas rumah yang harus dikerjakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yang menarik untuk diketahui oleh masyarakat yaitu, keberanian Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam membuat suatu mekanisme penentuan pasangan calon legislatif. Akhir-akhir ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaikan draf aturan penentuan pasangan calon legislatif yang dimuat dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.14 tahun 2018.

Dimana di dalam aturan tersebut dijelaskan dalam pasal 60 ayat 1 huruf J PKPU,  "Mantan Narapidana Korupsi, Kejahatan seksual terhadap anak dan Narkoba tidak diperkenankan mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif". Dari pasal yang menjelaskan tersebut, menimbulkan Pro-Kontra terhadap aturan yang dibuat KPU. Tidak terkecuali Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan DPR. Bawaslu dan DPR menilai bahwa hal itu sangat bertentangan dengan Undang-Undang No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Berbeda pandangan dengan Pemerintah, Pemerintah mendukung penuh aturan yang dibuat oleh KPU dalam menentukan pasangan calon sebagai upaya preventif pemberantasan korupsi. Analogi sederhananya, "pelamar pekerjaan disuatu perusahaan saja diminta untuk menyerahkan Surat Berkelakuan Baik (SKCK) dari Kepolisian sebagai tanda bahwasanya ia tidak pernah terlibat kejahatan apapun. Dan dari surat berkelakuan baik itu menjadi pertimbangan perusahaan untuk menerima atau tidaknya" .Tentunya perbedaan pandangan dirasa sangatlah wajar di Era Reformasi saat ini. Dalam mengemukakan pendapatnya.

Jika kita nilai dari pihak yang menolak tegas PKPU No.14 2018. Bawaslu sebagai Badan Pengawas Pemilu menilai aturan PKPU No.14 tahun 2018 akan bertentangan dengan Undang-Undang No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dimana dalam UU No.7 tahun 2017 menjelaskan "mantan narapidana dapat maju mencalonkan diri menjadi anggota legislatif sepanjang telah memenuhi persyaratan". Selain itu juga dipertegas dalam Undang-Undang No.39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 43 ayat 1 menjelaskan "Setiap orang mempunyai hak memilih dan dipilih".

Jika PKPU No.14 tahun 2018 tetap dijalankan jelas akan melanggar Undang-Undang dan secara tidak langsung, akan menghilangkan hak setiap individu. Dewan Perwakilan Rakyat mempertegas bahwasanya, suatu aturan tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang hal ini sudah termuat di dalam Undang-Undang No.12 tahun 2011 tentang Tata Urutan Perundang-Undangan.

Solusi :

Jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin membuat suatu aturan seperti itu sebagai upaya preventif, mengapa Komisi Pemilihan Umum tidak merevisi Undang-Undang No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan menambahkan pasal yang mengatur tentang larangan pencalonan legislatif yang berasal dari "Mantan Narapidana Korupsi,Kejahatan seksual terhadap anak dan Narkoba". Sehingga aturan itu tidak bertentangan terhadap Undang-Undang. Bukan tidak mudah merevisi suatu Undang-Undang, akan ada tarik-ulur di Parlemen. Pertanyaan selanjutnya, adakah keberanian dari pemerintah untuk mengawal aturan yang membahas pemilihan umum guna memberantas kasus korupsi yang dapat dikatakan sebagai "Kejahatan Luar Biasa".

-----------------------------------------

Prayoga Dwi Wibowo
Mahasiswa PPKN 2016
Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan, BEM P PPKN 2018/2019

Sabtu, 26 Mei 2018

Opini

"Fungsi Partai Politik Dipertanyakan ?"

Kurang dari satu tahun, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pesta terbesar. Bahkan,pesta ini jika kita bandingkan sama hal nya dengan pesta olahraga terbesar seperti, Olimpiade ataupun Piala Dunia. Baik Olimpiade ataupun Piala Dunia diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Berbeda waktu penyelenggaraannya, Pesta Rakyat yang biasa orang katakan dapat diselenggarakan setiap lima tahun sekali.

Di berbagai negara pun, Pesta Rakyat selalu diadakan dengan waktu penyelenggaraan yang berbeda-beda. Pesta Rakyat bisa disebut juga dengan sebutan Pesta Demokrasi (Pemilu). Dimana rakyat memilih pemimpinnya untuk mewakilinya duduk di pemerintahan. Pemilu merupakan sarana utama mewujudkan demokrasi dalam suatu negara.

Pemilu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya: Partai Politik sebagai 'Alat Transportasi' untuk memenangkan pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga Pengawasan Pemilu apabila terjadi kecurangan dalam pemilu yang menodai demokrasi disuatu negara. Dan tulisan ini akan menilai keberhasilan Partai Politik dalam memenangkan pemilu.

Keberhasilan Partai Politik di Indonesia dalam mengikuti pemilu dari tahun 2004,2009 dan 2014 cukup memuaskan. Hal ini tercatat dari data yang diperoleh oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu. Data tersebut menunjukkan hasil yaitu, Pemilu tahun 2004 Partai Politik yang ikut berpartisipasi sebanyak 48 Parpol. Pemilu tahun 2009 Partai Politik yang ikut berpartisipasi sebanyak 44 Parpol. Sedangkan, Pemilu tahun 2014 Partai Politik yang ikut berpartisipasi hanya 10 Parpol saja .

Jika dilihat secara kuantitas, Partisipasi Partai Politik dalam pemilu cukup memuaskan. Walaupun terdapat pasang-surut jumlah partai politik yang ikut berpartisipasi dalam pemilu. Dan kita semestinya, bangga kepada Partai Politik kecil yang menunjukkan eksistensinya dalam penyelenggaraan pemilu yang sudah terselenggara. Keberhasilan partai politik secara kuantitas lebih unggul namun hal itu tidak di barengi dengan secara Kualitas Partai Politik itu sendiri. Keberhasilan Partai Politik secara Kualitas dapat dilihat dari berjalan atau tidaknya fungsi Partai Politik.

Menurut Mariam Budiardjo (2015) terdapat 4 fungsi Partai Politik di Negara Demokrasi ataupun di Negara berkembang yang berada dalam transisi ke arah demokrasi.

Fungsi pertama yaitu, sebagai 'Sarana Komunikasi Politik'. Dalam menjalankan fungsi ini partai politik sering disebut sebagai perantara (broker) dalam menampung aspirasi masyarakat untuk dijadikan usul kebijakan. Akan tetapi, seringkali terdapat gejala bahwa pelaksanaan fungsi komunikasi ini sengaja/tidak disengaja, menghasilkan informasi yang berat sebelah dan malahan menimbulkan kegelisahan dan keresahan dalam masyarakat.

Fungsi kedua yaitu, sebaga 'Sosialisasi Politik'. Pelaksanaan fungsi sosialisasi politik dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu media masa,cermah,penerangan,kursus kaderisasi, penataran dan sebagainya. Sisi lain dari fungsi sosialisasi politik adalah upaya menciptakan citra bahwa ia memperjuangkan kepentingan umum.

Dalam pelaksananya, 'Memperjuangkan Kepentingan Umum' hanyalah sebatas impian ataupun kampanye untuk menarik perhatian masyarakat. Tidak dapat disangkal partai lebih mengutamakan kepentingan partai atas kepentingan umum.

Fungsi ketiga yaitu, sebagai 'Pengatur Konflik'. Maksudnya partai politik dapat menjadi penghubung psikologis dan organisasional antara warga negara dengan pemerintahannya. Selain itu, partai juga melakukan konsolidasi dan artikulasi tuntutan-tuntutan yang beragam yang berkembang di berbagai kelompok masyarakat.

Dalam pelaksanaannnya, partai politik mempertajam pertentangan yang ada. Dimana tarik ulur kebajikan di Parlemen yang menguntungkan segelintir orang saja. Membuat masyarakat semakin resah dengan hadirnya partai politik sehingga masyarakat mempertanyakan keberpihakan partai politik.

Bahkan lebih waspadanya lagi, bukan tidak mungkin masyarakat akan bersikap "Apatis" terhadap partai politik itu sendiri.

Dan betul saja, bahwasanya "Parlemen hanyalah taman bermain bagi Partai Politik yang memenangkan pemilu". Analogi sederhananya adalah ketika permainan (kebijakan) itu direbut ataupun tidak menguntungkan partai politik sendiri. Maka partai politik akan berusaha mengambil alih permainan (kebijakan) itu bagaimanapun caranya.

Fungsi yang terakhir yaitu, sebagai 'Rekrutmen Politik'. Fungsi ini berkaitan erat dengan masalah seleksi kepemimpinan internal partai politik maupun kepemimpinan Nasional yang lebih luas. Tujuannya yaitu untuk menjamin kontinuitas dan kelestarian partai. Sayangnya, masyarakat tidak mengetahui bagaimana pola Rekrutmen yang dijalankan oleh partai politik. Atau pola Rekrutmen yang dapat dilakukan dengan cara-cara yang demokrasi ataupun dengan cara bermain kotor yaitu 'Politik Uang' di internal politik.

Pandangan penulis, pola Rekrutmen yang dijalankan dengan melakukan politik uang sering dilaksanakan untuk menduduki jabatan di Internal partai politik. Pengalaman kita dari adanya berbagai kasus yang menyeret petinggi partai. Kasus Suap Impor Daging Sapi tahun 2013 yang menyeret nama Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaq. Kasus Proyek Hambalang yang menyeret beberapa petinggi Partai Demokrat salah satunya Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Dan kasus yang baru ini terjadi yaitu kasus Mega Proyek E-KTP yang menyeret Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR RI, Setyo Novanto. Bukan tidak mungkin, pola rekrutmen seperti inilah yang masih dijalankan oleh partai politik.

Kegagalan pola 'Rekrutmen Partai Politik' selanjutnya yaitu, tidak adanya bibit-bibit muda yang berkualitas untuk dijadikan pemimpin nasional. Pengalaman dari pemilu yang sudah diselenggarakan saja. Nama-nama calon presiden berasal dari golongan tua seperti, Megawati dari PDIP, Prabowo Subianto dari Gerindra, SBY dari Demokrat masih mengisi nama-nama calon kandidat. Sehingga dari sinilah jelas bahwa pola Rekrutmen Partai Politik tidak berjalan dengan baik.

Prayoga Dwi Wibowo
Mahasiswa PPKN 2016
Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan. BEM P PPKN

Selasa, 01 Mei 2018

Essay


Politik Mercusuar Ala Soekarno vs Jokowi

Sebelum membahas mengenai subtansi dari judul yang diangkat kali ini. Penulis akan mengajak pembaca untuk memahami terlebih dahulu pemimpin dan gaya pemimpin Presiden Indonesia dari masa ke masa. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Selain dipengaruhi karakter dan kepribadian yang unik,pengaruh dari situasi dan kondisi. Sejatinya karakter seorang pemimpin dalam mimpin telah terbentuk sedemikian rupa dari hasil interaksi ia dengan lingkungannya dengan melalui pembiasaan dan pengalaman. 

Sedangkan gaya kepemimpinan mengandung pengertian suatu perwujudan tingkah laku dari seseorang pemimpin yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin perwujudan tersebut. Biasanya membentuk suatu pola/bentuk tertentu (Davis dan Newstrom:1995). Menurut Tjiptono (2006) gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku (kata-kata dan tindakan-tindakan) dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain (Hersey, 2004). Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau carayang dipilih dan dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikapdan perilaku para anggota organisasi bawahannya (Nawawi, 2006).

Secara sederhana, pemimpin adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pemimpin mempunyai kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pemimpin mempunyai keterampilan yang berbeda, seperti keterampilan teknis, manusiawi dan konseptual.

Indonesia sudah merdeka dari bangsa lain sudah 72 tahun lamanya. Selama itu pula, Indonesia mengalami pergantian pemimpin mulai dari Soekarno,Soehato,Habibie,Gus Dur,Megawati,SBY hingga Jokowi. Setiap pemimpin yang memimpin bangsa Indonesia memiliki ciri khas gaya kepemimpinanya dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Ir.Soekarno, Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasipergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsaAsia dan Afrika serta pergerakan melepas ketergantungan dari negara-negara Barat (Amerika dan Eropa).

Soeharto, Gaya Kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan gabungan dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyal visi yang jauh ke depan dan sadar akan perlunya langkah-langkah penyesuaian.

B.J Habibie, Gaya kepemimpinan Presiden Habibie adalah gaya kepemimpinan Dedikatif-Fasilitatif, merupakan sendi dan Kepemimpinan Demokratik.Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi, tanpa mau memikirkan risikonya. Tatkala Habibie dalam situasi penuh emosional, ia cenderung bertindak atau mengambil keputusan secara cepat. Seolah ia kehilangan kesabaran untuk menurunkan amarahnya. Bertindak cepat, rupanya, salah satu solusi untuk menurunkan tensinya.

Abdurahman Wahid, Gaya kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid adalah gaya kepemimpinan Responsif-Akomodatif, yang berusaha untuk mengagregasikan semua kepentingan yang beraneka ragam yang diharapkan dapat dijadikan menjadi satu kesepakatan atau keputusan yang memihki keabsahan. Pelaksanaan dan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan diharapkan mampu menggerakkan partisipasi aktif para pelaksana di lapangan, karena merasa ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan kebijaksanaan.

Megawati Soekarno Putri, Gaya kepemimpinan megawati yang anti kekerasan itu tepat sekali untuk menghadapi situasi bangsa yang sedang memanas.Megawati lebih menonjolkan kepemimpinan dalam budaya ketimuran. Ia cukup lama dalam menimbang-nimbang sesuatu keputusan yang akan diambilnya. Tetapi begitu keputusan itu diambil, tidak akan berubah lagi. Gaya kepemimpinan seperti bukanlah suatu ke1emahan. Seperti dikatakanoleh Frans Seda: "Dia punya intuisi tajam. Sering kita berpikir, secara logika, menganalisa fakta-fakta, menyodorkan bukti-bukti, tapi tetap saja belum pas. Di saat itulah Mega bertindak berdasarkan intuisinya, yang oleh orang-orang lain tidak terpikirkan sebelumnya."

Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memiliki gaya kepemimpinan responsif, demokratis, dan proaktif. Kebebasan berpendapat dijunjung tinggi. Jika tadinya mengkritik pemerintah menjadi hal yang tabu, dimasa pemerintahannya tidak lagi. SBY sapaannya sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan kapanpun, di manapun,dan dalam kondisi apapun. Sangat jauh dari anggapan sementara kalangan yang menyebut SBY sebagai figur peragu, lambat, dan tidak "decisive" (tegas). Sosok yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat,tetapi selalu defensif terhadap kritik.

Joko Widodo, Presiden Jokowi, dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang pro rakyat. Ia berjasa dalam dalam pembangunan infrastruktur dan transparansi birokrasi. Banyak hal yang tadinya sulit diurus karena harus melewati birokrasi yang berbelit-belit, kini telah bisa dilakukan secara online.

Perbedaan gaya kepemimpinan adalah hal yang wajar. Juga perbedaan cara memerintah dan pandangan dalam berpolitik. Demokrasi tentu menghormati perbedaan pandangan politik. Namun, dari perbedaan itu ada hal yang menarik harus kita pahami kembali dalam mengenal perbedaan gaya pemimpin Indonesia yang dibahas diatas. Namun perbedaan gaya kepemimpinan setiap Presiden akan berdampak pula kepada perbedaan Program Kerja yang direncanakan selama Presiden itu menjabat.

Tentunya, dari Program Kerja yang dilaksanakan ada yang mengalami perkembangan signifikan, ada yang mengalami stagnan, atau ada yang mengalami kemunduran. Terlepas dari itu semua, para pemimpin kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk memajukan Indonesia sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke-4. Hal yang menarik dari cara pemimpin kita untuk melaksanakan program kerjanya. Ada kesamaan program kerja yang dijalankan oleh dua Presiden dengan masa yang berbeda. Program Kerja masa Presiden Ir.Soekarno dan masa Presiden Joko Widodo. Dan tulisan ini akan mengupas kesamaan Program Kerja dari kedua pemimpin berbeda masa itu. 

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno di tahun 1960 pernah menjalankan Demokrasi Terpimpin dimana kala itu, Presiden Soekarno dalam Program Kerjanya membangun infrastruktur megah ditengah-tengah kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak kondusif. Berikut beberapa bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

1.      Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Stadion yang kerap menggelar pertandingan sepakbola Internasional ini berada di kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno, Jakarta. Awal pembangunan stadion ini adalah sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian Games tahun 1962 yang pada waktu itu Jakarta terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara olahraga se Asia tersebut. Pembangunan stadion ini di danai dari kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS.

2.      Monumen Nasional (Monas), Monumen setinggi 132 meter ini mulai dikerjakan pada tanggal 17 Agustus 1961 dan rampung dikerjakan pada pertengahan tahun 1975. Tugu ini memiliki puncak berbentuk lidah api terbuat dari perunggu yang dilapisi lembaran emas. Model ini melambangkan semangat perjuangan yang membara dari rakyat Indonesia. Di dalam monumen ini juga terdapat museum yang terdapat banyak diorama tentang kisah perjuangan rakyat Indonesia.

3.      Masjid Istiqlal, Masjid Istiqlal menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara karena sanggup menampung 120.000 jemaah. Bangunan yang juga tempatberibadah umat Islam ini pembangunannya diprakarsai oleh Ir. Soekarno dan beliau sendiri yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan pada tanggal 24 Agustus 1951. Masjid ini terdiri dari lima lantai dan memiliki kubah yang diameternya 45 meter.
4.   Wisma Nusantara, Gedung berikutnya yang merupakan gagasanIr. Soekarno adalah Wisama Nusantara. Sebuah gedung yang dimanfaatkan sebagai pusat perkantoran dan bisnis ini dibangun pada tahun 1964 dan pengerjaannya selesai tiga tahun berikutnya. Gedung ini menjadi gedung pencakar langit pertama di Indonesiayang memiliki ketinggian di atas 100 meter.
5.      Hotel Indonesia, Sejarah pembangunannya hampir mirip dengan pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno, yaitu sebagai sarana prasarana penunjang digelarnya Asian Games pada tahun 1962 menjadikannya sebagai hotel berbintang pertama yang di bangun di Jakarta, Indonesia. Hotel ini secara resmi dibuka pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno dan memiliki slogan “A Dramatic Symbol of Free Nations Working Together”.

6.      Patung Pancoran,  Nama resmi dari patung yang menjadi gerbang masuk kota Jakarta ini bernama Monumen Patung Dirgantara. Pada awalnya rancangan patung tersebut didasarkan pada permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan Indonesia di bidang kedirgantaraan. Dalam proses pembangunannya yang berlangsung pada tahun 1964 hingga 1965 ini melibatkan beberapa pihak.

Sedangkan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi Widodo, Program Kerjanya lebih memfokuskan kepada pembangunan Infrastruktur dibandingkan pembangunan ekonomi ataupun pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dapat dilihat dari hasil Infrastruktur yang sudah dijalankan oleh Presiden Joko Widodo.

1.      Jalan, Dalam tiga tahun terakhir, pemerintahan Jokowi-JK telah membangun jalan baru sepanjang 2.623 kilometer (km).  Sekitar 2.000 km di antaranya merupakan jalan perbatasan yang dibangun di titik-titik terluar dan pelosok negeri.

2.      Jalan Tol, Selain jalan baru yang sebagian besar di bangun di titik-titik terluar dan pedalaman, pemerintah Jokowi-JK juga memberikan perhatian pada jalan tol.Ini bisa dilihat dari capaian pembangunan jalan tol yang mencapai 568 km selama tiga tahun terakhir, terbagi atas 132 km pada 2015, 44 km pada 2016, dan sisanya 392 km pada tahun ini. Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan jalan tol hingga 2019 mendatangakan mencapai 1.851 km.

3.   Bendungan, Infrastuktur lain yang mendapatkan perhatian serius Jokowi-JK adalah bendungan. Dalam tiga tahun pemerintahannya, Jokowi-JK telah merampungkan pembangunan 9 bendungan.Sementara 30 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan sampai tahun ini. Jokowi berharap pemerintahannya bisa membangun 100 bendungan hingga 2019, terdiri dari 70 bendungan baru dan 30 bendungan lanjutan.

4. Jembatan, Di awal pemerintahannya, Presiden Jokowi-JK menargetkan pembangunan jembatansepanjang 29.859 meterhingga 2019. Kini, di tahun ketiganya, sepanjang 25.149 meterjembatan telah berhasil dibangun.Jembatan-jembatan baru tersebut antara lainJembatan Tayan di Kalimatan Barat, Jembatan Merah Putih di Ambon, Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan Teluk Kendaridi Sulawesi Utara dan Holtekamp di Jayapura.

5.    Modal Transportasi, Selain membangun jalan dan jalan tol, pemerintahan Jokowi-JK juga membangun transportasi massal jenis baru, yakniLight Rail Transit(LRT) Jabodebek dan Palembang,Mass RapidTransit(MRT) Jakarta.Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, pemerintah juga membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung,Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Kereta Bandara Soekarno-Hatta serta kereta antar terminal Bandara Soekarno-Hatta atau SkyTrain.Moda-moda transportasi massal tersebut dimaksudkan untuk mengatasi persoalan kemacetan hingga saat ini masih menjadi menjadi momok di kota-kota.

Dari hasil Progam Kerja yang dijalan oleh kedua pemimpin di beda masa itu persamaannya yaitu sama-sama menitik beratkan di pembangunan Infrastruktur dibandingkan pembangunan ekonomi dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Sehingga masyarakat melihat fokus dari Program Kerja kedua pemimpin tersebut menginginkan Indonesia dipandang oleh bangsa luar dengan keberhasilannya  membangun infrastruktur. 

Seperti layaknya menara "Mercusuar" dengan mengedepankan kekaguman bangsa lain melihat Indonesia berhasil membangun berbagai infrastruktur. Sedangkan di bawah menara tersebut tengah mengalami kekeroposan akibat menurunya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan pengembangan Sumber Daya Manusia.


Prayoga Dwi Wibowo
Mahasiswa Pendidkan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan



Daftar Pustaka

Sumber Buku

Davis, Keith dan Newstrom. (1995). Perilaku Dalam Organisasi, Edisi ketujuh, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hersey. Kunci Sukses Pemimpin Situasional. Jakarta : Delaprasta, 2004

Nawawi, Hadari. Kepemimpinan yang Efektif. Yogyakarta : Gadjah Mada, University Press, 2006

Tjiptono, Fandy. Kepemimpinan. Malang : Bayu Media, 2006

Sumber Internet:

https://www.kompasiana.com/hennysovya/mengenal-gaya-kepemimpinan-presiden-di-indonesia_552c5c1c6ea834f7738b4571?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8900219020

https://travelingyuk.com/bangunan-megah-hasil-gagasan-soekarno/37/6/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2263530418

https://www.rappler.com/indonesia/berita/185764-3-tahun-jokowi-jk-5-pencapaian-sektor-infrastruktur?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4704562075


Opini

Pluit Kampanye Prabowo Subianto

Gegap-gempita suara teriakan Buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi Buruh Nasional, ikut meramaikan aksi demo sebagai memperingati Hari Buruh Internasional atau biasa dikenal dengan sebutan "May Day". Dilihat dari sejarah, Hari Buruh pertama kali disuarakan di Amerika Serikat pada tahun 1806. Aksi Demo Buruh pada saat itu, menekankan pada pengurangan jam kerja. Mereka menuntut pemerintah untuk mengurangi jam kerja menjadi 8 jam. Seiiring berjalannya waktu, ada suatu Lembaga Internasional yang bertugas menampung aspirasi Buruh Internasional, yaitu International Labour Organization (ILO). Sehingga tanggal 1 Mei ditetapkan oleh ILO sebagai Hari Buruh Internasional.

Namun, Opini kali ini bukan mengenai Aksi Demo Buruh yang diselenggarakan oleh berbagai Negara ataupun mengenai Tuntutan Buruh. Ada hal yang menarik dan perlu kita ketahui lebih dalam tentang di balik Aksi Buruh kemarin. Hadirnya Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto ditengah-tengah Ribuan Buruh yang menyuarakan tuntutannya. Prabowo hadir tidak sendiri, ada beberapa pentolan dari Partai yang dibangun oleh Prabowo diantaranya Wakil Ketua Umum, Fadli Zon. 

Menariknya dari Aksi Demo Buruh yang digelar 1 Mei lalu. Prabowo dan jajaran partai Gerindra langsung naik podium yang disediakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Prabowo menyampaikan pidato sebagai ajang konsolidasi dengan para buruh yang tergabung dalam KSPI. Prabowo meminta untuk dukungan kepada para buruh untuk mendukungnya untuk menjadi Presiden di tahun 2019-2024 mendatang. Sebagai bentuk komitmen Prabowo demi kesejahteraan Buruh Indonesia, Prabowo Subianto langsung mengemukakan 10 kontrak Politik sebagai wujud kepeduliannya kepada Buruh yang tergabung dalam KSPI. 10 Kontrak Politik yang di deklarasikan oleh Prabowo Subianto diantaranya:

  1. Meningkatkan daya beli buruh danmasyarakat serta meningkatkan upah minimum dengan cara cabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2016 dan tambah jenis barang dan jasa kebutuhan hidup layak yang menjadi dasar upah minimum dari 60 KHL menjadi 84 KHL. Berdasarkan perundingan antara partai, pengusaha dan perwakilan para pekerja.
  2. Revisi jaminan pensiun nomor 45 tahun 2015 berupa besaran iuran dan manfaat bulanan yang diterima oleh pekerja buruh minimal 60 persen dari upah
  3. Menjalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan sistem asuransi yang adil bagi pekerja buruh, honorer dan masyarakat yang kurang mampu
  4. Stop perbudakan modern berkedok out sourching, honorer dan perpanjangan.
  5. Menciptakan lapangan pekerjaan dan mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang TKA yang merugikan buruh Indonesia.
  6. Mengangkat guru honorer dan tenaga honorer K2 menjadi ASN dan memberlakukan upah minimum untuk kategori guru swasta, PAUD, Madrasah dan Yayasan.
  7. Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dan mengalokasikan APBN untuk anak pekerja buruh hingga perguruan tinggi secara gratis bagi yang berprestasi.
  8. Menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dan kepastian hukum untuk kendaraan roda dua sebagai transportasi umum. Dan menjamin hak berserikat bagi pengemudi ojek online yang menjadi mitranya serta hak atas perjanjian kerja bersama.
  9. Menyiapkan perumahan murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dengan uang muka nol persen.
  10. Meningkatkan pendapatan pajak dan tax ratio melalui reformasi perpajakan yang berpihak kepada pekerja buruh dan rakyat tidak mampu. Serta menjadikan koperasi, BUMN dan BUMD sebagai sumber penguatan ekonomi nasional serta memastikan bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai kembali oleh negara. Dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Sebagian Masyarakat Indonesia bertanya-tanya apa maksud dari Prabowo Subianto dalam menteken 10 Kontrak Politik bersama Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Istora Senayan diacara peringatan Hari Buruh kemarin. Sedangkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden masih terbilang lama. Dan menariknya lagi, Prabowo Subianto belum menentukan sikap siapa bakal calon yang akan mendampinginya nanti dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 mendatang. 

Prayoga Dwi Wibowo 
Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan, BEM Prodi PPKN

Sabtu, 24 Maret 2018

Opini

"Mencari Demokrasi Kita tahun 2019"

Pesta Demokrasi sebentar lagi akan dimulai. Animo masyarakat menyambut pesta yang digelar lima tahunan ini, terlihat jelas dalam menyuarakan bakal calon pilihannya ataupun membaca Peta Politik Pilpres 2019 mendatang. Bukan hanya masyarakat saja yang menyiapkan diri dalam menyambut pesta akbar atau dikenal dengan sebutan "Pesta Rakyat"  yang akan berlangsung 17 April 2019 mendatang. Berbagai lapisan elemen dari penjuru Nusantara ikut meramaikan "Pesta Rakyat" mulai dari, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Survei Nasional (LSN) ataupun Partai Poltik (Parpol).

Bahkan satu tahun sebelum "Pesta Rakyat" digelar, Partai Politik yang dapat dikatakan sebagai "Alat Transportasipasangan capres dan cawapres untuk menduduki kursi jabatan di Istana. Partai Politik disibukkan dengan serangkaian agenda panjang yang sudah di tetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Agenda pertama yaitu, Pendaftaran Administrasi Partai peserta pemilu pada awal Oktober lalu. Agenda kedua, verifikasi faktual Partai peserta pemilu yang dijadwalkan di bulan Desember - Januari. Agenda ketiga, pengumuman peserta pemilu yang lolos verifikasi dengan dilanjutkan pengundian nomor urut Partai peserta pemilu. Hingga agenda terakhir, Rekapitulasi Hasil Pemilihan Suara.

Selain disibukan, dengan agenda yang dapat dikatakan "Agenda Wajib". Partai Politik yang sudah mendaftarkan diri menjadi peserta pemilu, juga disibukkan dengan agenda lain yaitu, Agenda menententukan koalisi yang tepat nantinya. Berkaca dari pemilihan Presiden tahun 2014 lalu, ada 2 koalisi paling kuat pada saat itu. Koalisi Indonesia Hebat yang dipelopori Partai PDI-P dan Koalisi Merah Putih yang dipelopori Partai Gerindra. Dari Koalisi yang sudah disebutkan diatas memiliki pengikut "Setia"nya masing-masing.

Koalisi Indonesia Hebat, yang diketuai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan komposisinya: Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura),Partai Nasional Demokrat (Nasdem),Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),Partai Keadilan Persatuan Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sedangkan Koalisi Merah Putih yang diketuai oleh Partai Gerindra dengan komposisi: Partai Amanat Nasional (PAN),Partai Keadilan Sejahtera (PKS),Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Sementara Partai Demokrat tidak memihak kesalah satu Koalisi (Netral).

Lalu pertanyaannya, adalah apakah para "pengikut setia" yang tergabung dalam koalisi tersebut masih bertahan di Pemilu 2019 mendatang ?

Jika kita pahami lebih dalam lagi, bukan tidak mungkin komposisi yang awalnya solid di pertarungan sebelumnya mungkin akan terpecah belah dan membentuk koalisi tandingan. Prediksi yang bakal terjadi yaitu, dari sikap yang ditunjukkan Partai Golongan Karya (Golkar) awalnya memihak kubu Koalisi Merah Putih dengan tersandungnya kasus Mega Proyek E-KTP yang menyeret Mantan Ketua Umumnya, Setyo Novanto perlahan demi pasti mulai menunjukkan ketertarikannya memihak kubu Pemerintah (Koalisi Indonesia Hebat).

Disisi lain, tidak lolosnya tahap Administrasi oleh Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Bulan Bintang (PBB) membuat komposisi Koalisi Indonesia Hebat berkurang.

Sedangkan Partai Demokrat masih menunjukkan sifat "Pragmatis" untuk menentukan Koalisi yang akan dipilihnya. Banyak pengamat memprediksikan, Partai Demokrat dalam waktu dekat akan menetapkan pilihannya kepada Koalisi Pemerintah (Koalisi Indonesia Hebat). Ada juga yang mengatakan Partai yang bermarkas di Cikeas ini akan membentuk Koalisi tandingan dengan menggandeng Partai Amanat Nasional (PAN).
Mengingat kedekatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam melakukan 'Manuver Politik' dengan poros Partai Amanat Nasional (PAN) bukan tidak mungkin Partai Demokrat akan membentuk Koalisi tandingan.

Bagaimana dengan arah Partai Politik baru di tahun 2019 ?

Mati satu tumbuh seribu, begitulah bunyi peribahasa yang tepat untuk Partai Politik lolos untuk mengikuti Pesta Rakyat tahun 2019 mendatang. Partai Politik yang dinyatakan lolos oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu, Partai Perindro,Partai Berkarya,Partai Solidaritas Indonesia, Partai Gerakan Perubahan Indonesia dan PKB. Dari kelima partai yang dinyatakan lolos Verifikasi Faktual Nasional salah satu diantaranya sudah menentukan pilihannya.

Partai Perindro lebih dahulu menentukan pilihannya untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat.
Padahal pada saat Pemilihan Kepala Daerah di DKI Jakarta, Partai Perindro mendukung penuh Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubenur yang diusung oleh Koalisi Merah Putih. Dalam hal ini, Partai Perindro menunjukkan sikap Inkonsistennya dalam menentukan Koalisi di dalam pemerintahan.

Sementara Partai Baru yang lainnya masih sibuk dengan menyusun strategi untuk bersaing di Pesta Rakyat 2019.

Pertanyaan selanjutnya, Siapakah yang menjadi Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden tahun 2019 ?

Jika kita melihat dari Koalisi Indonesia Hebat, Joko Widodo menjadi bakal calon kandidat terkuat untuk diusungkan kembali. Lalu pertanyaan kembali, siapakah yang menjadi pendamping Jokowi nantinya. Banyak Lembaga Survei Nasional memprediksikan beberapa nama salah satu diantaranya yaitu, mantan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Prestasi yang di dapatkan di Bidang Militer menjadi nilai plus Gatot Nurmantyo dalam Pemilihan Umum nantinya.

Calon pendamping selanjutnya, Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Keadilan Bangsa yang sudah mendeklarasikan memilih Jokowi untuk menjadi Capres tahun 2019. Nama Cak Imin (Sebutan Muhaimin Iskandar) menguat di berbagai Daerah, mengingat saat ini Jokowi membutuhkan wakil yang mampu meredamkan permasalahan yang terjadi di Masyarakat. Dan Cak Imin dianggap orang yang tepat untuk menjadi Wakil Jokowi.

Di sisi lain, Koalisi Merah Putih masih mengusulkan nama Prabowo Subianto untuk maju menjadi Capres di tahun 2019. Sudah tidak asing lagi, nama Prabowo Subianto disebutkan kembali dalam menghadapi pertarungan dengan pesaing lamanya di tahun 2014 lalu. Berkaca dari tahun 2014 lalu, Prabowo Subianto jika ingin memenangkan kursi nomor satu ini sepatutnya bisa mengubah strategi dalam mencari bakal pendamping yang tepat untuknya nanti. Banyak nama yang menjadi calon kandidat mendamping Prabowo dari beberapa Lembaga Survei Nasional diantaranya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dikaitkan untuk menjadi Wakil Prabowo Subianto nantinya. Mengingat Anies sendiri menjadi Gubernur DKI Jakarta diusulkan oleh Partai Gerindra dimana Partai Gerindra sendiri yang diketuai oleh Prabowo Subianto. Selain itu juga, masyarakat paham saat tahun 2012. Dimana saat Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 2014 atau tepat 2 tahun masa kepemimpinannya memangku jabatan di Ibukota. Jokowi diusulkan untuk menjadi Capres pada waktu itu. Bukan tidak mungkin, Anies Baswedan akan seperti yang Jokowi rasakan saat itu. Nampaknya, Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu seperti halnya peribahasa "Ada udang di balik batu".

Nama kedua yang menjadi calon pendamping Prabowo adalah Putra Sulung dari Mantan Presiden RI ke-6, Agus Harimurti Yudhoyono belakangan dikaitkan dengan calon pendamping Prabowo nanti. Sementara masyarakat paham, bagaimana kedua calon ini benar-benar terpilih nanti, mengingat Prabowo dan AHY (Sapaan Agus Harimurti Yudhoyono) sama-sama berlatar belakang militer. Dan masyarakat masih trauma dengan Peristiwa Reformasi yang memakan korban banyak.

Sehingga hal itu menjadi kendala utamanya. Selain itu juga, sikap yang ditunjukkan oleh Partai pengusung AHY terlihat Pragmatis dalam menentukan pilihannya. Bukan tidak mungkin, Partai Demokrat akan melakukan suatu kejutan kembali seperti halnya membuat Koalisi Tandingan saat Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2017 lalu.

Suatu perkerjaan rumah lagi bagi Partai Gerindra dalam menentukan siapa bakal calon pendamping Prabowo nanti untuk bisa mengalahkan pesaingnya dalam memperebutkan kursi nomor satu di Negeri ini.

Mengapa mengambil judul "Mencari Demokrasi Kita tahun 2019" ?

Berbeda isi antara "Mencari Demokrasi Kita tahun 2019" dengan "Demokrasi Kita". Dalam buku yang berjudul "Demokrasi Kita" yang ditulis oleh Bapak Proklamator, Moh Hatta lebih menekankan kritik kekecewaan mendalam saat Ir.Soekarno mengambil langkah Dwi Tunggal pada saat Demokrasi Terpimpin. Dalam akhir risalah Demokrasi Kita, Hatta mengutip kalimat penyair Jerman, Schiller: “Suatu abad besar telah lahir. Namun, ia menemukan generasi kerdil.” Itu adalah kalimat kritik Hatta terhadap para pemimpin partai politik di masa itu, yang dianggap gagal melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin bangsa.

"Mencari Demokrasi Kita tahun 2019" bukan hanya mencari Koalisi yang bisa diajak berkerja sama nantinya. Bukan hanya sebatas ajang penentuan Partai terkuat yang duduk di Pemerintahan. Demokrasi tidak hanya suatu sistem pemerintahan, tetapi juga suatu gaya hidup serta tata masyarakat tertentu, yang karena itu juga mengandung unsur-unsur moral. Sehingga Henry B Mayo mencoba untuk merinci nilai-nilai yang terkandung di dalam Demokrasi itu sendiri.

Setidaknya ada 6 Nilai Demokrasi yang dirumuskan oleh Henry B Mayo: 1.Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. 2.Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. 3.Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. 4.Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum. 5.Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman. 6.Menjamin tegaknya keadilan.

Di dalam Demokrasi, kekuasaan merupakan bukan tujuan, tapi ia adalah jembatan untuk mengantarkan warga-masyarakat pada kesejahteraan dan keadilan sosial. Di dalam demokrasi, tidak ada pemaksaan kehendak untuk benar; semua benar, seperti kata Pramoedya Ananta Toer, minimal menurut dirinya sendiri.

Nampaknya Demokrasi itu seperti apa yang dikatakan oleh Mantan Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincon "Demokrasi dari rakyat,oleh rakyat,untuk rakyat". Bukan "Dari Parpol,oleh Parpol, Untuk Parpol"

Prayoga Dwi Wibowo
Mahasiswa PPKN-Universitas Negeri Jakarta 2016

(24 Maret 2018)

Minggu, 11 Februari 2018

Note

10 Strategi Belajar yang Membuatmu Menguasai Materi Tanpa Harus Memaksa Diri

Kegiatan bernama “belajar” tentu sudah kamu akrabi sedari kecil. Duduk di depan meja belajar, berusaha menyelesaikan tugas, menghapal materi yang akan diujikan besok, latihan dengan beragam tipe soal, sering membuatmu harus bersabar menahan pening.

Atau tipe belajar jenis lain: ketika kamu tidak hanya harus menggunakan otak melainkan juga anggota tubuhmu untuk menguasai sesuatu. Main basket atau mempelajari instrumen musik, misalnya. Pertanyaannya, apakah intensitas kita belajar sebanding dengan efektivitas metode belajar yang kita lakukan?

Demi proses belajar yang lebih efektif dan membawa manfaat, kali ini seorang pembaca yang berkuliah di Jurusan Pendidikan Dokter mengungkapkan cara belajar efektif nan cerdas khusus untukmu!

1. Perlakukan proses persiapan belajar seperti persiapan maju ke medan perang. Siapkan segala keperluan yang dibutuhkan, jangan sampai ada yang ketinggalan

Banyak orang berpikir kalau mau belajar ya tinggal belajar — padahal itu salah besar. Seperti olahraga, belajar merupakan kegiatan yang membutuhkan energi yang lebih. Saat belajar, otak kita bekerja keras untuk mencerna dan mempelajari yang hal-hal baru yang belum kita kuasai. Maka itu, sebelum belajar kamu wajib mempersiapkan amunisi.

Beberapa persiapan yang dibutuhkan untuk belajar adalah lokasi, waktu, materi, dan yang paling sulit adalah motivasi belajar. Lokasi belajar yang terbaik adalah lokasi dengan sedikit distraksi, seperti perpustakaan atau tempat yang hening. Hindari belajar di tempat tidur (karena rawan godaan untuk tidur) atau tempat yang ramai, karena belajar membutuhkan fokus yang tinggi.

Menentukan waktu terbaik untuk belajar juga tak kalah penting. Coba identifikasi dirimu terlebih dahulu, apakah kamu termasuk tipe yang lebih aktif pada malam hari atau pagi hari. Belajar membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi, karena itulah belajarlah pada waktu di mana waktumu yang paling aktif.

Bekali juga dirimu dengan daftar rinci materi yang harus dipelajari saat itu, lengkap dengan bahan yang sudah dibundel rapi.

2. Jadilah orang yang teguh hati demi menghindar dari segala bentuk distraksi. Khusyuknya proses belajarmu akan menentukan prestasi

Jauhkan sejenak hal-hal yang berpotensi menimbulkan distraksi bagi konsentrasimu saat sedang belajar, seperti ponsel dan internet. Saya juga menyarankan untuk tidak mendengarkan musik saat sedang belajar, terutama musik dengan lirik. Multitasking adalah hal yang sangat dilarang saat belajar.

Kemampuanmu fokus dan bekonsentrasi akan sangat menurun saat belajar sambil melakukan hal-hal yang lain. Jika kamu beralasan menggunakan musik untuk menghilangkan suara berisik di sekitarmu, lebih baik kamu mengalah dan angkat kakilah. Cari saja tempat yang lebih kondusif dan belajarlah di sana.

Jauhkan ponselmu karena kemungkinan besar konsentrasimu akan teralihkan saat kamu mendengar dering ponsel, kamu jadi reflek untuk membaca dan membalas sms. Begitu juga dengan internet, kalau bisa dihindari atau dimatikan, karena internet akan membuatmu tergoda untuk berselancar di dunia maya, hingga kamu menomorduakan kegiatan belajar yang sebenarnya lebih penting.

3. Jika konsentrasi susah didapat– gunakan teknik Pomodoro agar fokusmu terpaksa lekat

Teknik ini mungkin terdengar asing buatmu, namun ini sudah banyak diaplikasikan orang-orang di luar negeri. Teknik Pomodoro merupakan turunan dari hasil penelitian yang menemukan bahwa manusia rata-rata bisa mencapai fokus terbaiknya selama kurang lebih 25 menit.

Penerapan teknik ini juga tidak sulit. Pertama-tama, set timer di alarmu selama 25 menit. Nah, selama 25 menit ini, berikan fokusmu terhadap materi pelajaran hendak kamu pelajari. Setelah 25 menit, berhentilah sejenak, selingi dengan kegiatan lain yang bisa menyegarkan pikiranmu selama 5-10 menit.

Saat break time ini, kamu boleh mengecek media sosial, jalan-jalan, main game ringan, dan apa saja. Setelah itu, kembalilah untuk belajar selama 25 menit lagi. Awalnya mungkin akan terasa susah, tetapi cobalah untuk terus membiasakannya.

4. Triple combo agar semua bahan cepat tercerap: baca materi yang harus kamu pelajari dalam hati- baca dengan suara keras – tuliskan ulang materi dengan tangan

Ada yang mengatakan bahwa tipe belajar manusia itu ada 3, yakni tipe auditorial, visual, atau tipe kinestetik. Tapi faktanya adalah, semakin banyak indera yang kita gunakan saat belajar, semakin banyak informasi yang bisa tercerap.

Cara yang paling efektif adalah seperti ini, pertama-tama bacalah dan pahami materi pelajarananya visual), bacalah sambil mengucapkannya auditorial), lalu setelah itu tuliskan hal-hal yang kamu pelajari di buku catatan kinestetik).

Fakta tambahan, usahakan kamu menulis dengan tangan selama proses belajar. Dari sebuah peneltian menunjukkan bahwa menulis dengan tangan jauh lebih menyerap informasi daripada mengetik. Jika selama ini kamu hanya melakukan salah satu dari 3 teknik tersebut, tak ada salahnya kalau kamu menerapkan 3 teknik tersebut sekaligus, dan rasakan sendiri bagaimana dampaknya untukmu.

5. Tutup buku dan lakukan recall demi mengetahui “lubang menganga” dari pemahanmu. Hal ini akan membantu mengetahui materi mana yang harus kamu pelajari ulang

Setelah selesai membaca dan mengingat materi-materi yang kamu pelajari, cobalah untuk melakukan recall. Tutuplah bukumu dan coba ingat semua yang telah kamu pelajari tanpa sedikitpun membukanya. Penting untuk tidak membuka buku, karena kamu dapat masuk ke suatu kondisi yang disebut dengan ilusi kompetensi.

Ilusi kompetensi adalah suatu kondisi di mana kamu akan merasa telah mempelajari materi tersebut, padahal pada kenyataannya kamu belum pernah mempelajarinya. Dalam tahap recall ini, kamu akan mengingat-ingat kembali apa yang telah kamu pelajari, dan berusaha mengkaitkan pemahaman dari bagian satu ke bagian laim secara mengalir.

Pada saat recall, kamu pasti akan menemukan suatu bagian yang belum kamu kuasai atau lupa. Setelah kamu berusaha mati-matian mengingat tapi ternyata tidak bisa, barulah buka buku dan cari jawabannya, kemudian ulangi kembali mulai dari awal. Recall dapat dilakukan dengan cara berbicara pada diri sendiri, menulis, atau membuat tes kecil-kecilan.

Kegiatan bernama “belajar” tentu sudah kamu akrabi sedari kecil. Duduk di depan meja belajar, berusaha menyelesaikan tugas, menghapal materi yang akan diujikan besok, latihan dengan beragam tipe soal, sering membuatmu harus bersabar menahan pening.

Atau tipe belajar jenis lain: ketika kamu tidak hanya harus menggunakan otak melainkan juga anggota tubuhmu untuk menguasai sesuatu. Main basket atau mempelajari instrumen musik, misalnya. Pertanyaannya, apakah intensitas kita belajar sebanding dengan efektivitas metode belajar yang kita lakukan?

Demi proses belajar yang lebih efektif dan membawa manfaat, kali ini seorang pembaca yang berkuliah di Jurusan Pendidikan Dokter mengungkapkan cara belajar efektif nan cerdas khusus untukmu!

6. Materi yang kamu pelajari menggunakan sistem kebut semalam juga akan lenyap dalam hitungan jam. Mencicil materi setiap hari bisa membuatmu hidup normal di masa ujian, tak harus seperti zombie

Percayalah, semua materi yang kamu pelajari dalam semalam akan lenyap juga dalam semalam. Padahal kita belajar bukan semata-mata agar lulus ujian, tapi untuk bekal masa depan.

Seorang atlet angkat besi saja tidak mungkin latihan hanya 1 hari sebelum perlombaan. Mereka sudah latihan sejak lama dan juga sedikit demi sedikit tiap harinya untuk membentuk otot yang diperlukan untuk perlombaan tersebut. Begitu juga dengan otak kita.

Nah, cara agar materi-materi yang sudah kamu pelajari tidak cepat menguap dari otakmu itu sebenarnya mudah. Belajarlah dengan cara mencicilnya. Belajar sedikit demi sedikit tiap hari, asalkan berkualitas. Luangkan waktu 1-2 jam tiap hari untuk mengulang materi kuliah yang baru saja kamu pelajari tadi, kemudian luangkan sekitar 30 menit di esok hari.

Penelitian membuktikan, mengulang-ngulang materi pada hari yang sama termasuk cara yang tidak efektif. Jika kamu sudah menguasai materi itu sepenuhnya pada hari itu, stop mempelajari itu. Ulangi materi itu besoknya, dan lakukan secara rutin.

7. Jangan keburu pesimis dulu! Sesulit apapun materi yang harus kamu pelajari yakinlah kalau kamu pasti bisa menguasainya sesuai tenggat waktu

Mungkin kamu pernah menggerutu dan mengeluh seperti ini:

“Materi itu sangat tidak kusuka karena itu bukan passionku

atau

Aku tidak terlahir untuk matematika atau ilmu sains .

Tapi sampai sekarang tidak pernah ditemukan adanya gen manusia yang dapat mempengaruhi passion seseorang. Sampai sekarang belum ditemukan yang namanya gen kedokteran, gen ilmu bahasa, atau gen kesenian.

Seseorang pernah mengatakan kepada saya, Jangan kejar passion Anda tapi perluas passion Anda . Artinya kita bisa menjadi apapun yang bisa kita inginkan. Anggaplah kesulitan tersebut sebagai tanda bahwa Anda hanya perlu berjuang sedikit lebih banyak dibanding yang lain. Ubah pikiranmu, buatlah mindset bahwa kamu pasti bisa menjadi apapun yang kamu inginkan.

8. Gunakan teknik memory palace untuk memudahkanmu menghafal. Gabungan kreativitas dan kedekatanmu pada objek penghubung membuat proses menghafal terasa ringan

Kamu terkadang harus menghadapi materi yang menuntut kemampuan menghafal tingkat tinggi. Nah, untuk menghadapinya, kamu perlu menggunakan trik khusus agar bisa menghafal lebih mudah. Ada beberapa cara mudah untuk menghafal sesuatu. Kamu bisa menggunakan singkatan-singkatan atau membuat suatu “memory palace” di otakmu.

Memory palace adalah sebuah teknik yang pada awalnya sulit namun kalau sudah sering dilatih bisa diterapkan dengan mudah. Bayangkan tempat yang sudah sangat kamu kenal, seperti rumah, kampus, atau kamar kost. Misalkan kamu diminta untuk menghafal ini, Andi membawa 5 butir telur, 2 pisang, 3 apel, 1 kotak susu, 1 roti, 3 potong ayam, dan 3 gelas air putih . Jika anda menghafal per item tentunya akan sulit.

Sekarang coba bayangkan ruang makan rumah anda, dan bayangkan di hadapanmu ada barang-barang tersebut. Misal 5 butir telur di atas piring, di sebelahnya ada keranjang dengan isi 2 pisang, dan 3 apel, dan seterusnya. Kamu akan jauh lebih mudah mengingatnya. Semakin kreatif dan semakin aneh gambaran yang kamu buat dalam pikiranmu, semakin mudah kamu mengingatnya.

9. Saat otakmu sedang tidak bisa fokus, itu menandakan dia sedang berada di fase difuse. Jangan memaksa diri, cari kegiatan lain yang membuat otakmu fresh kembali.

Otak kita memiliki dua mode dalam pembelajaran, yaitu mode fokus dan mode difus. Mode fokus adalah mode yang kita gunakan benar-benar fokus dan konsentrasi penuh saat belajar. Mode difus adalah kebalikannya. Jadi, walaupun kedua mode ini sangat bertolak belakang, tetapi keduanya kita butuhkan secara bergantian. Inti dari mode difus adalah membiarkan pikiran kita terbang melayang. Tapi, walaupun kita tidak sedang menggunakan otak kita, otak kita masih tetap bekerja tanpa kita sadari.

Misal kamu terjebak dalam suatu permasalahan matematika yang sulit kamu pecahkan walau sedang fokus mengerjakannya. Kamu tak perlu memaksakan otakmu utnuk memecahkan jawabannya saat itu juga, tinggalkanlah sejenak karena otakmu sedang berada dalam fase difus. Lakukan aktivitas apapun yang bisa mengalihkan pikiranmu dari persoalan matematika tadi.

Setalah otakmu merasa fresh kembali, kembalilah pada permasalahan tadi. Kamu akan merasakan bahwa tiba-tiba seperti ada ilham yang masuk ke dalam otakmu sehingga kamu bisa memecahkan jawabannya dengan mudah. Saat jawaban itu muncul, catatlah dengan cepat karena pada fase difuse, karena hal-hal yang muncul tidak akan bertahan dengan lama di dalam otak.

10. Bungkus kesuksesan belajarmu dengan waktu tidur yang cukup. Tidur lelap memberi kesempatan otakmu melakukan konsolidasi memori, yang membantunya menyerap semua materi

Terkadang kita belajar sampai waktu tidur kita kurang, tetapi tahukah kamu bahwa tidur yang cukup itu membuat belajarmu jadi lebih efektif? Saat tertidur, otak menurunkan intensitas kerjanya. Penurunan intensitas kerja ini akan memberi kesempatan terhadap otak untuk mengkonsolidasi semua ingatan yang telah kamu ciptakan pada hari tersebut.

Sebuah penelitian menggunakan model tikus pernah dilakukan untuk melihat fenomena ini. Tikus tersebut diberi sebuah pelatihan, dan dilakukan pengambilan gambar pada bagian otaknya sebelum tidur dan sesudah tidur. Saat dibandingkan, koneksi antar neuron pada setelah tidur ternyata bertambah lebih banyak dibanding sebelum tidur.

Ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya bukanlah orang yang sama saat sebelum tidur. Inti dari penelitian tersebut adalah menunjukkan bahwa pada saat tidur, terjadi proses konsolidasi memori yang masif dan terjadi penambahan hubungan antar sel saraf yang banyak. Nah, sudahkan tidurmu cukup?

Itulah tadi beberap cara yang bisa kamu terapkan pada saat belajar. Dengan menggunakan strategi belajar yang benar, kamu bisa mencerna ilmu dengan mudah tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran! Silakan mencoba dan selamat belajar dengan cerdas